LOMBOKINI.com – Kebakaran menghanguskan kandang ayam pedaging di Dusun Gerung Timur, Desa Gerung Permai, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, pada Ahad 3 Mei 2026 pukul 03.00 Wita dini hari. Api meludeskan 9.500 ekor day old chicken (DOC) berumur 7 hari beserta seluruh bangunan kandang.
Warga setempat melaporkan kebakaran itu ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lombok Timur pukul 03.23 Wita. Petugas langsung merespons cepat.
Kelalaian penjaga kandang menyebabkan kebakaran. Dua saksi kunci, Agustina Tjatur Ningsih (54) dan Yustin Yehezkiel Mahaputra K (24), warga Temanggung yang tinggal di Dusun Kamboja, Gerung Permai, menjelaskan kronologi kejadian.
Pada Sabtu 2 Mei 2026 pukul 17.00 Wita, Yustin menyiapkan lima tungku arang. Ia membakar arang di luar kandang, lalu memasukkannya: dua tungku di bawah dan tiga di atas. Pemanasan ini bertujuan menghangatkan DOC yang masih berusia 7-14 hari. Tengah malam, Agustina menambah arang. Pukul 01.00 Wita, kondisi kandang masih aman. Pukul 02.00 Wita, Yustin tidur di berugak samping kandang.
Pukul 03.00 Wita, Agustina terbangun karena suara benda jatuh. Saat ia keluar kamar, api sudah berkobar di pojok kanan selatan kandang. Ia berteriak minta tolong sambil mencari Yustin. Yustin terbangun dan berlari ke jalan. Warga yang datang berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, tetapi bahan kandang dari kayu, bambu, terpal, dan sekam membuat api cepat membesar. Seluruh 9.500 DOC tidak terselamatkan.
Tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba pukul 04.00 Wita. Petugas berhasil memadamkan api pukul 05.00 Wita. Operasi sempat terkendala keterbatasan penerangan karena petugas tidak memiliki senter dan satu nozel pistol tersumbat.
Kepala Dinas Damkarmat Lombok Timur, Lalu Dami Ahyani, menegaskan bahwa kebakaran ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat. “Penggunaan arang atau sumber panas untuk menghangatkan ternak harus diawasi secara ketat dan tidak ditinggalkan tanpa pengawasan,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi respons cepat tim di lapangan yang mencegah api merembet ke bangunan lain.
Sementara itu, Kasihumas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Rusmaladi, menyebut indikasi kuat kebakaran berasal dari percikan bara arang yang terbawa hembusan blower. Percikan itu jatuh ke sekam dan material mudah terbakar, lalu membesar.
“Fase pemanasan DOC 7-14 hari pakai arang memang risiko tinggi. Polisi sudah memasang garis polisi, cek TKP, dan melakukan pulbaket,” terangnya.
Kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, api menghanguskan kandang dan 9.500 ekor DOC sehingga kerugian materiil mencapai Rp 1,5 miliar. Makbul menyewa kandang milik Ahmad Subinato untuk memelihara DOC.
Petugas mengimbau peternak pengguna pemanas arang agar memperketat pengawasan dan menambah sistem pengaman. ***
Penulis : Najamudin Anaji







