Prabowo Buka Baju dan Peluk Buruh Usai Pidato May Day di Monas

Jumat, 1 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto berdiri di tengah ribuan buruh usai menyampaikan pidato peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jumat 1 Mei 2026. (Foto: Lombokini.com).

Presiden RI Prabowo Subianto berdiri di tengah ribuan buruh usai menyampaikan pidato peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jumat 1 Mei 2026. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Pemandangan tak biasa mewarnai peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jumat 1 Mei 2026. Usai berpidato, Presiden RI Prabowo Subianto langsung mendekati ribuan buruh.

Hampir tak terlihat sekat antara Prabowo dengan para buruh yang tumplek di Monas. Presiden pun langsung membuka baju dan memberikan pakaian kebesarannya itu kepada buruh.

Prabowo tampak santai mengenakan kaos hitam. Ia langsung bergabung bersama buruh, bersalaman, bahkan memeluk beberapa orang di antara mereka sebelum masuk ke mobil dinas dan beranjak dari lokasi acara.

Di awal pidatonya, Prabowo menyatakan bahwa buruh, petani, nelayan, hingga pekerja menjadi bagian terpenting dari perjalanannya menjadi presiden.

Baca Juga :  Mahfud MD: Surat Penyetaraan Ijazah Gibran Tak Sah secara Hukum Administrasi

“Saya merasa jadi presiden karena dukungan kaum buruh, tani, nelayan, pekerja,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, para pekerja termasuk bagian dari masyarakat Indonesia yang harus dibelanya. Prabowo menekankan komitmennya untuk selalu membela kepentingan rakyat.

“Saya bersumpah berjuang untuk kepentingan rakyat, terutama yang hidupnya masih sulit,” kata Prabowo. Pernyataan itu langsung disambut teriakan dan tepuk tangan meriah dari buruh yang hadir.

Prabowo juga bercerita bahwa dalam setiap perjuangannya selalu ada tantangan. Tantangan itu pun terus menyertainya saat ini sebagai presiden.

Baca Juga :  DPR Setujui Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Menggantikan Listyo Sigit

“Saya telah mempertaruhkan nyawa saya berkali-kali untuk bangsa ini, tapi banyak elite yang curi uang rakyat,” tegasnya.

Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan tidak rela jika masih ada anak Indonesia yang kelaparan. Ia juga tidak rela jika masih ada ibu yang tidak bisa memberi susu kepada anak-anaknya.

Prabowo pun tidak rela jika kekayaan Indonesia yang semestinya dinikmati masyarakat justru dirampok oleh para pengusaha.

“Saya tidak rela ada pejabat yang bekerja sama dengan pengusaha serakah,” ujarnya.

Kendati demikian, Prabowo yakin masih banyak pengusaha yang tulus ikut membangun negeri ini demi membantu pemerintah menyejahterakan masyarakat.***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Denny Minta MK Diskualifikasi Gibran, Sebut Persidangan Buktikan Gibran Tak Berijazah SMA
Mahfud MD: Surat Penyetaraan Ijazah Gibran Tak Sah secara Hukum Administrasi
Atdikbud KBRI Singapura dan Canberra Tak Temukan Dokumen Pendidikan Gibran
Kapolri Suyudi Janji Dekatkan Polri dengan Masyarakat
Presiden Prabowo Melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri
DPR Setujui Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Menggantikan Listyo Sigit
Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi
Gibran Digugat di MK, Ali BD: Saya Ragu Hakim Akan Kabulkan

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:02 WITA

Denny Minta MK Diskualifikasi Gibran, Sebut Persidangan Buktikan Gibran Tak Berijazah SMA

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:42 WITA

Mahfud MD: Surat Penyetaraan Ijazah Gibran Tak Sah secara Hukum Administrasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:32 WITA

Atdikbud KBRI Singapura dan Canberra Tak Temukan Dokumen Pendidikan Gibran

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:39 WITA

Kapolri Suyudi Janji Dekatkan Polri dengan Masyarakat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:09 WITA

Presiden Prabowo Melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA