Prabowo Buka Baju dan Peluk Buruh Usai Pidato May Day di Monas

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto berdiri di tengah ribuan buruh usai menyampaikan pidato peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jumat 1 Mei 2026. (Foto: Lombokini.com).

Presiden RI Prabowo Subianto berdiri di tengah ribuan buruh usai menyampaikan pidato peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jumat 1 Mei 2026. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Pemandangan tak biasa mewarnai peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jumat 1 Mei 2026. Usai berpidato, Presiden RI Prabowo Subianto langsung mendekati ribuan buruh.

Hampir tak terlihat sekat antara Prabowo dengan para buruh yang tumplek di Monas. Presiden pun langsung membuka baju dan memberikan pakaian kebesarannya itu kepada buruh.

Prabowo tampak santai mengenakan kaos hitam. Ia langsung bergabung bersama buruh, bersalaman, bahkan memeluk beberapa orang di antara mereka sebelum masuk ke mobil dinas dan beranjak dari lokasi acara.

Di awal pidatonya, Prabowo menyatakan bahwa buruh, petani, nelayan, hingga pekerja menjadi bagian terpenting dari perjalanannya menjadi presiden.

Baca Juga :  Hashim Lantik Pengurus Srikandi Jaga Desa se-Indonesia, Dorong Perempuan Awasi Program Pemerintah

“Saya merasa jadi presiden karena dukungan kaum buruh, tani, nelayan, pekerja,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, para pekerja termasuk bagian dari masyarakat Indonesia yang harus dibelanya. Prabowo menekankan komitmennya untuk selalu membela kepentingan rakyat.

“Saya bersumpah berjuang untuk kepentingan rakyat, terutama yang hidupnya masih sulit,” kata Prabowo. Pernyataan itu langsung disambut teriakan dan tepuk tangan meriah dari buruh yang hadir.

Prabowo juga bercerita bahwa dalam setiap perjuangannya selalu ada tantangan. Tantangan itu pun terus menyertainya saat ini sebagai presiden.

Baca Juga :  BGN Kembali Salurkan MBG dan Serap Masukan dari Pelaksana di Lapangan

“Saya telah mempertaruhkan nyawa saya berkali-kali untuk bangsa ini, tapi banyak elite yang curi uang rakyat,” tegasnya.

Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan tidak rela jika masih ada anak Indonesia yang kelaparan. Ia juga tidak rela jika masih ada ibu yang tidak bisa memberi susu kepada anak-anaknya.

Prabowo pun tidak rela jika kekayaan Indonesia yang semestinya dinikmati masyarakat justru dirampok oleh para pengusaha.

“Saya tidak rela ada pejabat yang bekerja sama dengan pengusaha serakah,” ujarnya.

Kendati demikian, Prabowo yakin masih banyak pengusaha yang tulus ikut membangun negeri ini demi membantu pemerintah menyejahterakan masyarakat.***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

BGN Kembali Salurkan MBG dan Serap Masukan dari Pelaksana di Lapangan
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Tutup Kebocoran Anggaran
Besok, Presiden Prabowo Kunjungan Kerja Perdana ke NTB
Hashim Lantik Pengurus Srikandi Jaga Desa se-Indonesia, Dorong Perempuan Awasi Program Pemerintah
Akademisi Puji Pidato Presiden Prabowo, Sebut Beri Pencerahan Visi Bangsa
APPMBGI Serahkan SK Pengurus DPD NTB, Kritisi Carut-marut Program MBG
Dukung Revitalisasi Keraton, TSB dan Kemenbud Sinergi Lindungi Cagar Budaya Nasional
Pertamina Pastikan Stok Pertalite Cukup dan Distribusi Normal

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:28 WITA

Londo Ireng dan Malu Menjadi Indonesia  (terbuka untuk Prabowo Subianto)

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:13 WITA

Iqbal-Dinda: Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di NTB      

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:53 WITA

Dinas Kebudayaan NTB Tak Mampu Mengurus Kebudayaan

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:44 WITA

Bangkitnya Kelas Menengah: Kurva Gajah   

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:11 WITA

Mendedah Era Reformasi: Sebuah Refleksi   

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:12 WITA

Krismon 1997-1998 Bakal Terulang Kembali? 

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:48 WITA

ESAI Khaerul Majdi: Oase Sejarah’ dan Tahun-Tahun yang Sial: Melihat HIMMAH NWDI dari Timur

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:33 WITA

Esai Yuspianal Imtihan: Menilik Sikap Seniman di Era Artificial Intelligence 

Berita Terbaru