LOMBOKINI.com – Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) penentu utama keberhasilan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Wabup menyampaikan penegasan ini menjelang peluncuran resmi program Kopdes Merah Putih oleh pemerintah pusat pada 12 Juli mendatang.
“SDM berkualitas harus menjadi prioritas agar koperasi ini tidak mati suri di kemudian hari,” tegas Edwin di kantor Bupati, Senin 19 Mei 2025.
Edwin menjelaskan, program ini berperan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan dan memberdayakan masyarakat desa. Pemda berkomitmen mempermudah proses perizinan sesuai petunjuk teknis yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan Kelembagaan Koperasi pada Dinas Koperasi dan UKM Lombok Timur, M. Irwan Khair, menyatakan Kopdes Merah Putih merupakan wujud paradigma baru pemerintah yang menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.
“Koperasi Desa Merah Putih harus hadir di setiap desa dan kelurahan untuk mendorong ekonomi lokal,” ujar Irwan.
Dia menambahkan, pengembangan Koperasi Desa Merah Putih perlu menyesuaikan potensi sumber daya alam (SDA) dan SDM masing-masing wilayah.
Koperasi ini mencakup berbagai sektor usaha, mulai dari simpan pinjam (konvensional/syariah), pertanian, kesehatan, jasa transportasi, peternakan, hingga budi daya kelautan.
Irwan menekankan, meski sama-sama badan usaha, Kopdes dan BUMDes memiliki karakter berbeda sehingga bisa saling melengkapi tanpa tumpang tindih.
“Jika BUMDes sudah mengelola simpan pinjam, Koperasi Desa sebaiknya mengembangkan bidang lain agar ekonomi desa bergerak lebih komprehensif,” jelasnya.
Dengan peluncuran yang semakin dekat, semua pihak berharap sinergi antara koperasi, pemda, dan masyarakat desa mampu menjadikan Koperasi Desa Merah Putih sebagai penggerak ekonomi berbasis komunitas. ***







