Syamsul Luthfi-Abdul Wahid akan Bangun Infrastruktur Skala Besar dengan Skema Public Private Partnerships

Senin, 15 Juli 2024 - 23:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bakal calon bupati Lombok Timur 2024-2029, H. M. Syamsul Luthfi. (Foto: www.lombokini.com).

Bakal calon bupati Lombok Timur 2024-2029, H. M. Syamsul Luthfi. (Foto: www.lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Pemimpin yang dinantikan oleh masyarakat Lombok Timur adalah sosok figur yang Inovatif dan Visioner. Dari beberapa bakal calon kepala daerah di Pilkada Lombok Timur tahun ini, yang siap membangun infrastruktur daerah skala besar dengan tidak hanya mengandalkan APBD maupun APBN adalah pasangan calon H. M. Syamsul Luthfi dan H. Abdul Wahid (Luthfi-Wahid).

Bakal calon bupati Lombok Timur, H. M. Syamsul Luthfi mengatakan paslon Luthfi-Wahid, kedepan dalam kepemimpinannya tidak harus berutang untuk membangun infrastruktur dareh dan tidak hanya mengandalkan APBD dan APBN.

Tetapi membangun infrastruktur di Lombok Timur dalam skala besar akan lebih banyak melakukan kerja sama dengan para investor atau skema Public-Private Partnerships.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Tutup Kebocoran Anggaran

“Pemimpin daerah itu harus inovatif, visioner dan tidak hanya mengandalkan APBD dan APBN untuk membangun infrastruktur daerah skala besar, apalagi berutang”, kata Syamsul Lutfi, Senin 15 Juli 2024 melalui keterangan tertulis.

Mantan Wakil Bupati Lotim 2008-2013 ini mengatakan belum apa-apa langsung mau berutang. Harusnya kata dia, diprioritaskan penyelesaian masalah mendasar yang masih terjadi sampai saat ini di masyarakat kita. Terutama sektor pendidikan, kesehatan dan ketimpangan ekonomi.

“Bukan malah ujug-ujug andalkan utang untuk membangun infrastruktur daerah,” katanya.

Dikatakan Syamsul Luthfi, untuk membangun infrastruktur daerah skala besar, seperti penerangan jalan umum (PJU), stadion skala nasional, pengembangan pariwisata, pengelolaan sampah dan yang lainnya, Luthfi-Wahid akan meminimalisir penggunaan APBD dan akan melakukan skema Public-Private Partnerships.

Baca Juga :  Sempurnakan Program DAK 2027 dengan Mendata Penulis Lokal: Adakah Peluang Pengadaan Buku Karya Penulis Lokal?

“Nanti kami lebih condong menggunakan pembiayaan skema public private patnership, kerjasama pemerintah daerah dengan badan usaha swasta. Selain itu segala bentuk dan jenis perizinan harus dipermudah untuk bisa menggaet banyak investor yang akan mengelola sumber daya alam kita di Lombok Timur,” katanya.

Dia menambahkan, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dalam jumlah besar Luthfi-Wahid akan fokuskan untuk pendidikan, kesehatan dan ketimpangan ekonomi sosial.

“Pemerintah daerah harus efektif dalam perencanaan dan efisien dalam belanja anggaran . Tidak boleh serampangan dalam mengelola anggaran,” kata cucu Pahlawan Nasional asal NTB, TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. ***

Berita Terkait

Kapolres Lotim AKBP Ariakta Awali Masa Jabatan dengan Silaturahmi ke PBNW dan PB NWDI
Bupati Lotim Lepas Dandim dan Kapolres Lama, Sambut Pejabat Baru
BAZNAS Lotim Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan Syariah Soal Zakat DPRD
Target PAD 2026, Pemkab Lombok Timur Gali Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
Sempurnakan Program DAK 2027 dengan Mendata Penulis Lokal: Adakah Peluang Pengadaan Buku Karya Penulis Lokal?
Perputaran Uang Capai Ratusan Miliar, Program MBG di Lombok Timur Soroti Akuntabilitas
Sasar TNI-Polri Jadi Muzaki, Baznas Lombok Timur Siap Bentuk UPZ di Polres dan Kodim
80 Tahun Mengabdi, Polres Lombok Timur Komit Kedepankan Sisi Humanis dan Pelayanan Rakyat

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:28 WITA

Londo Ireng dan Malu Menjadi Indonesia  (terbuka untuk Prabowo Subianto)

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:13 WITA

Iqbal-Dinda: Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di NTB      

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:53 WITA

Dinas Kebudayaan NTB Tak Mampu Mengurus Kebudayaan

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:44 WITA

Bangkitnya Kelas Menengah: Kurva Gajah   

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:11 WITA

Mendedah Era Reformasi: Sebuah Refleksi   

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:12 WITA

Krismon 1997-1998 Bakal Terulang Kembali? 

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:48 WITA

ESAI Khaerul Majdi: Oase Sejarah’ dan Tahun-Tahun yang Sial: Melihat HIMMAH NWDI dari Timur

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:33 WITA

Esai Yuspianal Imtihan: Menilik Sikap Seniman di Era Artificial Intelligence 

Berita Terbaru