Soal Anjing Liar, Wabup Lombok Timur: Sterilisasi Lebih Efektif daripada Eliminasi

Kamis, 30 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Lombok Timur, Moh. Edwin Hadiwijaya membuka Workshop Sterilisasi dan Vaksinasi Anjing Liar di Aula dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur, Kamis 30 April 2026. Kegiatan ini bertujuan mencari solusi pengendalian populasi anjing liar.
(Foto: Lombokini.com/Humas Pemkab Lotim).

Wabup Lombok Timur, Moh. Edwin Hadiwijaya membuka Workshop Sterilisasi dan Vaksinasi Anjing Liar di Aula dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur, Kamis 30 April 2026. Kegiatan ini bertujuan mencari solusi pengendalian populasi anjing liar. (Foto: Lombokini.com/Humas Pemkab Lotim).

LOMBOKINI.com – Anjing liar mengganggu rasa aman masyarakat dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah Daerah Lombok Timur pun bergerak cepat. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menggelar Workshop Sterilisasi dan Vaksinasi Anjing Liar untuk mencari solusi pengendalian populasi anjing liar.

Wakil Bupati Lombok Timur, Moh. Edwin Hadiwijaya, membuka workshop yang berlangsung di Aula Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kamis 30 April 2026. Ia mengingatkan, saat ini masyarakat luas tidak hanya peduli pada kesejahteraan manusia, tetapi juga kesejahteraan hewan. Karena itu, ia menilai langkah eliminasi seperti yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu kurang tepat. Apalagi Lombok berstatus destinasi wisata. Pemerhati hewan akan menyoroti daerah ini jika pemerintah mengambil kebijakan eliminasi. Sterilisasi menjadi solusi yang lebih efektif.

Baca Juga :  Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN

“Untuk mengatasi itu, eliminasi bukan jalan yang direkomendasikan. Paling efektif adalah sterilisasi. Tapi sterilisasi ini tidak bisa sporadis dan harus berkelanjutan,” jelas Wabup Edwin.

Namun, Wabup menyadari sterilisasi membutuhkan tenaga dan dana. Terlebih, Lombok Timur belum memiliki data pasti populasi anjing liar. Ia berharap workshop yang juga menghadirkan salah satu NGO dari Jerman ini mampu memberikan opsi alternatif yang bisa dilaksanakan. Ia juga meminta dukungan NGO tersebut di tengah keterbatasan fiskal daerah.

“Sehingga kita nanti diskusi itu punya opsi-opsi mana yang riil bisa kita laksanakan; mana yang bisa dibantu oleh NGO, mana yang bisa kita kerjakan sendiri,” harapnya.

Baca Juga :  Bupati Lotim dan Lobar Bersepakat, Solusi Nyata atau Sandiwara Birokrasi?

Wabup juga menyinggung soal tumpukan sampah. Sampah menjadi sumber makanan anjing liar. Ia berharap masyarakat mulai memilah sampah dari rumah. Langkah ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menekan jumlah anjing liar yang berkeliaran di pemukiman warga.

Sepanjang tahun 2025, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat lebih dari 170 kasus gigitan anjing liar di seluruh Lombok Timur. Memasuki tahun 2026, belum satu semester sudah terjadi 70 kasus. Untungnya, Lombok Timur masih berstatus bebas rabies. Wabup menegaskan, status ini harus dipertahankan.

Kegiatan ini diikuti dokter hewan lingkup dinas peternakan dan kesehatan hewan, Dinas Kesehatan, serta NGO dan pemerhati hewan. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:03 WITA

DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA