Soal Anjing Liar, Wabup Lombok Timur: Sterilisasi Lebih Efektif daripada Eliminasi

Kamis, 30 April 2026 - 20:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Lombok Timur, Moh. Edwin Hadiwijaya membuka Workshop Sterilisasi dan Vaksinasi Anjing Liar di Aula dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur, Kamis 30 April 2026. Kegiatan ini bertujuan mencari solusi pengendalian populasi anjing liar.
(Foto: Lombokini.com/Humas Pemkab Lotim).

Wabup Lombok Timur, Moh. Edwin Hadiwijaya membuka Workshop Sterilisasi dan Vaksinasi Anjing Liar di Aula dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur, Kamis 30 April 2026. Kegiatan ini bertujuan mencari solusi pengendalian populasi anjing liar. (Foto: Lombokini.com/Humas Pemkab Lotim).

LOMBOKINI.com – Anjing liar mengganggu rasa aman masyarakat dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah Daerah Lombok Timur pun bergerak cepat. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menggelar Workshop Sterilisasi dan Vaksinasi Anjing Liar untuk mencari solusi pengendalian populasi anjing liar.

Wakil Bupati Lombok Timur, Moh. Edwin Hadiwijaya, membuka workshop yang berlangsung di Aula Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kamis 30 April 2026. Ia mengingatkan, saat ini masyarakat luas tidak hanya peduli pada kesejahteraan manusia, tetapi juga kesejahteraan hewan. Karena itu, ia menilai langkah eliminasi seperti yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu kurang tepat. Apalagi Lombok berstatus destinasi wisata. Pemerhati hewan akan menyoroti daerah ini jika pemerintah mengambil kebijakan eliminasi. Sterilisasi menjadi solusi yang lebih efektif.

Baca Juga :  Pemkab, DPRD, dan FKKD Sepakati Pilkades Serentak Lombok Timur Digelar 27 Januari 2027

“Untuk mengatasi itu, eliminasi bukan jalan yang direkomendasikan. Paling efektif adalah sterilisasi. Tapi sterilisasi ini tidak bisa sporadis dan harus berkelanjutan,” jelas Wabup Edwin.

Namun, Wabup menyadari sterilisasi membutuhkan tenaga dan dana. Terlebih, Lombok Timur belum memiliki data pasti populasi anjing liar. Ia berharap workshop yang juga menghadirkan salah satu NGO dari Jerman ini mampu memberikan opsi alternatif yang bisa dilaksanakan. Ia juga meminta dukungan NGO tersebut di tengah keterbatasan fiskal daerah.

“Sehingga kita nanti diskusi itu punya opsi-opsi mana yang riil bisa kita laksanakan; mana yang bisa dibantu oleh NGO, mana yang bisa kita kerjakan sendiri,” harapnya.

Baca Juga :  Ekonomi Lombok Timur Tumbuh Positif 7 Persen, Pertanian Jadi Penggerak Utama

Wabup juga menyinggung soal tumpukan sampah. Sampah menjadi sumber makanan anjing liar. Ia berharap masyarakat mulai memilah sampah dari rumah. Langkah ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menekan jumlah anjing liar yang berkeliaran di pemukiman warga.

Sepanjang tahun 2025, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat lebih dari 170 kasus gigitan anjing liar di seluruh Lombok Timur. Memasuki tahun 2026, belum satu semester sudah terjadi 70 kasus. Untungnya, Lombok Timur masih berstatus bebas rabies. Wabup menegaskan, status ini harus dipertahankan.

Kegiatan ini diikuti dokter hewan lingkup dinas peternakan dan kesehatan hewan, Dinas Kesehatan, serta NGO dan pemerhati hewan. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Sasar TNI-Polri Jadi Muzaki, Baznas Lombok Timur Siap Bentuk UPZ di Polres dan Kodim
80 Tahun Mengabdi, Polres Lombok Timur Komit Kedepankan Sisi Humanis dan Pelayanan Rakyat
Soroti Sengkarut Lotim, PMII: Guru Honorer Digaji Murah, Tambang Ilegal Malah Dipelihara
Melalui ‘Polantas Menyapa’, Polantas Lotim Pilih Edukasi Santai dan Ngopi Bareng Bina Klub Motor
Miris! Kepatuhan Berkendara di Lombok Timur di Bawah 50 Persen, Polantas: Biaya Operasi Kepala Rp 200 Juta, Helm Cuma Rp 150 Ribu
Dugaan Jual-Beli Titik Program MBG dan Tambang Ilegal, Massa PMII dan HMI Geruduk Kejari Lombok Timur
Aliansi Pemuda Tuding Bulog Lotim Lakukan Pungli dan Gandeng Barang, Kepala Cabang Siap Tindak Oknum
Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lombok Timur Gelar Rangkaian Aksi Sosial, Jaga Lingkungan hingga Bedah Rumah Dinas

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:56 WITA

Gandeng UMJ, Pemkab Lotim Matangkan Aplikasi EWS ‘Gumi Sasak’ Berbasis Kearifan Lokal

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:45 WITA

BRI Kembalikan Dana Rp 1,4 Miliar ke Kas Daerah, Pemda Lotim Siap Salurkan Ulang Bantuan UMKM di APBD Perubahan 2026

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:41 WITA

Pemda Lombok Timur Tata Wajah Baru Kota Selong, Pembangunan Gedung MICE dan Food Court Center Dimulaikan pada Oktober 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:30 WITA

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur Terima Kunjungan Tim Monitoring Stunting dari Bank Dunia dan Pusat

Senin, 22 Juni 2026 - 20:56 WITA

Dukung Revitalisasi Keraton, TSB dan Kemenbud Sinergi Lindungi Cagar Budaya Nasional

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:06 WITA

Sepakati Win-Win Solution, Pilkades Serentak Lombok Timur Resmi Digelar 27 Januari 2027

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:30 WITA

Pemkab, DPRD, dan FKKD Sepakati Pilkades Serentak Lombok Timur Digelar 27 Januari 2027

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:14 WITA

Sekda Lotim: Kepatuhan Birokrasi dan Kemandirian Calon PMI Jadi Kunci Tata Kelola Migrasi

Berita Terbaru