Generasi Tanpa Arah: PR Besar Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 31 Desember 2025 - 23:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Generasi Tanpa Arah: PR Besar Menuju Indonesia Emas 2045. (Foto: Lombokini.com/Wikipedia).

Generasi Tanpa Arah: PR Besar Menuju Indonesia Emas 2045. (Foto: Lombokini.com/Wikipedia).

LOMBOKINI.com – Kita harus menyiapkan diri untuk menghadapi segala ketidakpastian di dunia. Sikap kitalah yang menentukan baik buruknya sebuah situasi. Untuk itu, kita memerlukan nilai lebih agar mampu menjalani hidup.

Saat ini, Indonesia sedang menghadapi berbagai situasi buruk. Bencana alam melanda Sumatera dan Aceh. Kepercayaan publik pun terus merosot. Penanganan yang lamban dan tidak tepat akan memicu masalah fatal di kemudian hari.

Masalah lain muncul dari generasi muda. Banyak dari mereka yang tidak memiliki pegangan untuk berkontribusi bagi daerah dan bangsanya. Justru, tidak sedikit generasi potensial yang memilih mengembangkan diri di luar negeri karena merasa tidak mendapat ruang di tanah air.

Lebih memprihatinkan lagi, sebagian besar generasi muda kehilangan arah karena kebijakan yang keliru. Kita melihat anak-anak sekolah kehilangan jati diri, larut dalam tren TikTok dan rasa FOMO (Fear Of Missing Out). Mereka hanya mengangkat bahu ketika kita menanyakan target hidup setelah lulus. Fenomena ikut-ikutan ini terus berlanjut hingga ke jenjang perguruan tinggi, baik karena pengaruh teman maupun paksaan orang tua.

Baca Juga :  Bangkitnya Kelas Menengah: Kurva Gajah   

Generasi inilah yang kemudian melahirkan banyak sarjana pengangguran. Kurangnya analisis dan pengetahuan membuat mereka tidak tahu ke mana harus melangkah.

Pemerintah memang mencanangkan program “Generasi Emas 2045” dengan langkah awal pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, balita, hingga siswa SD hingga SMA. Namun, kita harus ingat bahwa kebodohan adalah penyakit menular yang hanya bisa kita obati dengan pendidikan. Asupan gizi berlebih tanpa diimbangi ilmu justru berpotensi menumbuhkan kemalasan berpikir.

Baca Juga :  BGN Kembali Salurkan MBG dan Serap Masukan dari Pelaksana di Lapangan

Kita juga melihat generasi yang tidak mengenal kata “tidak ada”. Demi hura-hura, mereka berani melawan orang tua. Alih-alih hanya fokus pada makanan gratis, bukankah lebih baik jika Pemerintah menggalang Pendidikan Gratis hingga jenjang tinggi? Kita perlu menggembleng generasi muda menjadi lebih militan melalui pendidikan. Gelar S1, S2, hingga S3 harus menjadi solusi nyata untuk menciptakan “Generasi Emas 2045”. Dengan bekal ilmu yang mumpuni, mereka akan siap berfungsi dan membangun daerahnya ketika kembali.

Di tengah segala tantangan itu, mari kita menyongsong Tahun Baru 2026 dengan penuh harapan. Semoga tahun ini membawa keberkahan dan kesejahteraan bagi kita semua. ***

Selamat tahun baru 2026

Catatan Redaksi, Selong 31 Desember 2025 

Berita Terkait

Bangkitnya Kelas Menengah: Kurva Gajah   
Mendedah Era Reformasi: Sebuah Refleksi   
Krismon 1997-1998 Bakal Terulang Kembali? 
ESAI Khaerul Majdi: Oase Sejarah’ dan Tahun-Tahun yang Sial: Melihat HIMMAH NWDI dari Timur
Esai Yuspianal Imtihan: Menilik Sikap Seniman di Era Artificial Intelligence 
MBG ‘Big Push’ Bagi Sektor Pendidikan  
Percepatan Swasembada Pangan: Inpres Prabowo Subianto 
Di Balik Narasi Akselerasi: Menguji Klaim Keadilan Pertumbuhan di Lombok Timur

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:18 WITA

Menulis untuk Merapikan Pikiran, Begitu Modal Dasar Meditasi yang Baik

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:13 WITA

Miris! Kepatuhan Berkendara di Lombok Timur di Bawah 50 Persen, Polantas: Biaya Operasi Kepala Rp 200 Juta, Helm Cuma Rp 150 Ribu

Kamis, 18 Juni 2026 - 02:31 WITA

Sastra Bermutu Itu Bebas dari Ruang dan Waktu yang Fana: Karya yang Menentang Zaman

Kamis, 18 Juni 2026 - 02:08 WITA

DPN SPI Rekomendasikan Bung Syam Ikuti Pendidikan Lemhannas RI

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:06 WITA

Gigaduka: Penderitaan Modern dari Akal Imitasi (AI)

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:00 WITA

Sastra Menjadi ‘Suaka’ di Tengah Absurditas Era Digitalisasi

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:28 WITA

Menjaga Kewarasan di Era Digital: Haul ke-4 Buya Syafii Maarif di Selong Kupas Tuntas Eksistensi Manusia dan AI

Senin, 1 Juni 2026 - 10:30 WITA

Kepala SMAN 1 Keruak Ajak Amalkan Pancasila dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Berita Terbaru

Kapolda NTB dan Kajati NTB beserta jajaran berfoto bersama usai pertemuan di Kantor Kejati NTB, Selasa 14 Juli 2026. Keduanya sepakat memperkuat sinergi penegakan hukum profesional dan berintegritas. (Foto: Lombokini.com/Asman).

Hukrim

Kapolda NTB Kunjungi Kajati, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Selasa, 14 Jul 2026 - 22:25 WITA