LOMBOKINI.com – Kita harus menyiapkan diri untuk menghadapi segala ketidakpastian di dunia. Sikap kitalah yang menentukan baik buruknya sebuah situasi. Untuk itu, kita memerlukan nilai lebih agar mampu menjalani hidup.
Saat ini, Indonesia sedang menghadapi berbagai situasi buruk. Bencana alam melanda Sumatera dan Aceh. Kepercayaan publik pun terus merosot. Penanganan yang lamban dan tidak tepat akan memicu masalah fatal di kemudian hari.
Masalah lain muncul dari generasi muda. Banyak dari mereka yang tidak memiliki pegangan untuk berkontribusi bagi daerah dan bangsanya. Justru, tidak sedikit generasi potensial yang memilih mengembangkan diri di luar negeri karena merasa tidak mendapat ruang di tanah air.
Lebih memprihatinkan lagi, sebagian besar generasi muda kehilangan arah karena kebijakan yang keliru. Kita melihat anak-anak sekolah kehilangan jati diri, larut dalam tren TikTok dan rasa FOMO (Fear Of Missing Out). Mereka hanya mengangkat bahu ketika kita menanyakan target hidup setelah lulus. Fenomena ikut-ikutan ini terus berlanjut hingga ke jenjang perguruan tinggi, baik karena pengaruh teman maupun paksaan orang tua.
Generasi inilah yang kemudian melahirkan banyak sarjana pengangguran. Kurangnya analisis dan pengetahuan membuat mereka tidak tahu ke mana harus melangkah.
Pemerintah memang mencanangkan program “Generasi Emas 2045” dengan langkah awal pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, balita, hingga siswa SD hingga SMA. Namun, kita harus ingat bahwa kebodohan adalah penyakit menular yang hanya bisa kita obati dengan pendidikan. Asupan gizi berlebih tanpa diimbangi ilmu justru berpotensi menumbuhkan kemalasan berpikir.
Kita juga melihat generasi yang tidak mengenal kata “tidak ada”. Demi hura-hura, mereka berani melawan orang tua. Alih-alih hanya fokus pada makanan gratis, bukankah lebih baik jika Pemerintah menggalang Pendidikan Gratis hingga jenjang tinggi? Kita perlu menggembleng generasi muda menjadi lebih militan melalui pendidikan. Gelar S1, S2, hingga S3 harus menjadi solusi nyata untuk menciptakan “Generasi Emas 2045”. Dengan bekal ilmu yang mumpuni, mereka akan siap berfungsi dan membangun daerahnya ketika kembali.
Di tengah segala tantangan itu, mari kita menyongsong Tahun Baru 2026 dengan penuh harapan. Semoga tahun ini membawa keberkahan dan kesejahteraan bagi kita semua. ***
Selamat tahun baru 2026
Catatan Redaksi, Selong 31 Desember 2025







