SIW Kecam Keras Arogansi Sahroni yang Sebut Rakyat ‘Tolol’

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 13:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum DPN SIW, Syamsuddin alias Bung Syam. (Foto: Lombokini.com).

Ketua Umum DPN SIW, Syamsuddin alias Bung Syam. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Sasak Integrity Watch (SIW) mengecam tegas pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, yang menyebut masyarakat memiliki ‘mental orang tolol’. Ketua Umum DPN SIW, Syamsuddin atau Bung Syam, menilai pernyataan politikus NasDem itu sebagai bentuk keangkuhan yang tidak pantas.

Ia menegaskan bahwa melabeli rakyat sebagai ‘tolol’ merupakan tindakan keterlaluan.

“Tindakan ini menunjukkan puncak arogansi dan membuktikan bahwa ia telah lupa bahwa rakyatlah yang memberinya mandat,” tegas Bung Syam dalam keterangan resminya pada Sabtu 23 Agustus 2025.

Ia menerangkan bahwa seruan ‘Bubarkan DPR’ justru muncul sebagai bentuk kekecewaan rakyat. Masyarakat, menurutnya, muak terhadap berbagai drama politik, kinerja lembaga, serta gaya hidup sejumlah oknum DPR yang tidak mencerminkan aspirasi mereka.

Baca Juga :  SMSI dan ABPEDNAS Jajaki Kolaborasi Nasional Perkuat Tata Kelola Desa

Oleh karena itu, Bung Syam mengingatkan Sahroni dan seluruh anggota dewan untuk segera introspeksi dan memperbaiki kinerja secara nyata.

“Sudah saatnya mereka bercermin dan bertanya pada diri sendiri, apa yang menyebabkan seruan itu muncul. Jawabannya ada pada kinerja dan sikap mereka selama ini,” sindirnya.

“Rakyat membutuhkan wakil yang rendah hati, yang mendengar, dan yang amanah. Hormati rakyat jika Anda ingin rakyat menghormati Anda. Kekuasaan adalah amanah, jangan salahgunakan untuk merendahkan pemberi amanah,” tambahnya.

Sebelumnya, Ahmad Sahroni merespons gelombang kritik masyarakat yang mendesak pembubaran DPR. Isu ini mencuat di media sosial setelah publik membahas gaji dan tunjangan anggota dewan yang mencapai ratusan juta rupiah.

Baca Juga :  Kakorlantas Tegaskan Transformasi Penegakan Hukum Lalu Lintas Berbasis ETLE 95 Persen

Dia menilai desakan tersebut keliru dan menyampaikannya dengan bahasa yang tidak pantas.

Sahroni menyebut yang menyampaikan soal seruan pembubaran itu adalah orang tolol.

“Orang yang cuman mental bilang bubarin DPR, itu adalah orang tolol sedunia,” kata Sahroni usai Kunjungan Kerja (Kunker) di Polda Sumut, Jumat 22 Agustus 2025.

Sahroni menjelaskan bahwa pihaknya tidak anti kritik dan mempersilakan masyarakat jika ingin mencaci mereka. Namun, menurutnya, masyarakat tidak perlu menyampaikan pernyataan yang seenaknya. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Pemkab, DPRD, dan FKKD Sepakati Pilkades Serentak Lombok Timur Digelar 27 Januari 2027
DPRD Sebut Pelayanan Kesehatan di Lombok Timur Masih Jauh dari Ideal
Komisi IV DPRD Soroti ‘Darurat Data’ Infrastruktur, Anggaran Lombok Timur Terancam Meleset
Pertamina Pastikan Stok Pertalite Cukup dan Distribusi Normal
Soroti Relawan Minim Kompetensi, APJI Minta Nanik S. Deyang Perbaiki Juknis MBG
Kepala BGN Baru Moratorium Dapur MBG, Fokuskan Sasaran pada Kelompok Prioritas
Ini Alasan Presiden Tunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN
Kejagung Tahan Dadan, Sony, dan Lodewyk Pusung sebagai Tersangka Korupsi Program MBG

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:43 WITA

Penderitaan Modern di Era AI: Manusia dan Realitas Palsu, Sastra sebagai Penawarnya

Berita Terbaru