Rumah Pepes Baydiput: Aipda Abdul Ghani Buktikan Kesibukan Sebagai Polisi Tak Halangi Berwirausaha

Sabtu, 27 September 2025 - 23:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemilik Rumah Pepes Baydiput, Aipda Abdul Ghani. (Foto: Lombokini.com).

Pemilik Rumah Pepes Baydiput, Aipda Abdul Ghani. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.comAipda Abdul Ghani, anggota Polsek Pringgasela, membuktikan bahwa kesibukan sebagai polisi tidak menghalanginya untuk berwirausaha. Dari kediamannya di Desa Aikdewa, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, ia mengelola langsung “Rumah Pepes Baydiput”.

Racikan bumbu khasnya menciptakan rasa pepes ikan yang tak tertandingi. Rasa istimewa ini menjadikan produknya sebagai primadona dan membuat setiap pembeli ketagihan.

Sejak 2019, Abdul Ghani bersama keluarganya secara konsisten mengembangkan bisnis rumahan ini. Mereka selalu memilih bahan-bahan pilihan seperti ikan nila, gurami, dan ikan laut untuk menjamin kualitas.

Rumah Pepes Baydiput, Pringgasela Lombok Timur.
Rumah Pepes Baydiput, Desa Aikdewa, Kec. Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. 83661 (Foto: Lombokini.com).

Selain pepes ikan, Rumah Pepes Baydiput juga menghidangkan pepes ayam kampung. Kedua hidangan andalan ini mengandalkan teknik pemanggangan ganda dan komitmen kuat untuk mempertahankan metode tradisional.

Abdul Ghani bersama istrinya meracik bumbu dengan daun kemangi serta perasan jeruk nipis sebagai kunci kelezatan. Kemudian, mereka membungkus ikan dengan daun pisang dan langsung memangganga-nya untuk pertama kali dalam keadaan mentah.

Selanjutnya, mereka melumuri ikan dengan bumbu khas pedas manis, membungkusnya kembali dengan daun pisang sebelum akhirnya memanggangnya untuk kedua kalinya. Cara memasak tradisional inilah yang justru menjadi daya tarik utama pelanggan.

Aipda Abdul Ghani.
Aipda Abdul Ghani membungkus pepes ikan untuk proses pemanggangan. (Foto: Lombokini.com/Tangkapan Layar).

“Setiap hari, kami biasanya melayani pesanan sekitar 175 bungkus pepes,” ungkap Aipda Abdul Gani kepada media di kediamannya, Sabtu 27 September 2025. “Sekarang, kami lebih fokus menerima pesanan dari rumah. Alhasil, pembeli justru lebih banyak,” tuturnya.

Untuk memasarkan produknya, ia dan istrinya memanfaatkan penjualan secara daring. Namun demikian, banyak juga warga yang langsung mendatangi rumahnya untuk membeli.

Dengan harga terjangkau Rp 15.000 per bungkus, pesanan bahkan sering datang dari luar daerah seperti Sumbawa, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Guna melayani pelanggan dengan lebih baik, mereka juga menawarkan layanan COD hingga ke Mataram.

Laris Manis! Pepes Ikan Aipda Abdul Gani Raup 175 Pesanan per Hari.
Salah seorang pengunjung, Muhtadun, menikmati kelezatan Pepes Ikan Nila hangat khas Rumah Pepes Baydiput. (Foto: Lombokini.com/Ragam Lombok).

Dibantu oleh istri dan anaknya saat sedang tidak bertugas, Abdul Ghani berhasil membangun bisnis keluarga ini dengan tekun.

Kisahnya dengan jelas membuktikan bahwa kuliner Lombok Timur memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi kuliner nasional.

Bagi para pencinta kuliner, pepes ikan khas Pringgasela racikan “Rumah Pepes Baydiput” ini layak untuk Anda coba. ***

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Dispar Lombok Timur Desak Pemprov NTB Terbitkan Aturan Laut Teluk Ekas
Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun
Pemerintah Hampir Ratakan Pusat Informasi Geopark Rinjani, Kini Fasilitas Itu Mulai Beroperasi
Buka Rinjani 100, Plt Kadispora Lepas Pelari Kategori Ekstrem
Pemuda Asal Masbagik Terseret Ombak di Tanjung Beloam
Sembalun dan Ekas Jadi Sorotan, Ini Dampak Perda Pariwisata Baru
Ali BD Dorong Pemda Lotim Bangun Kawasan Labuhan Haji, Tiru Kesuksesan Penang
Pertemuan dengan Bupati Lotim Gagal Capai Kesepakatan, APIPI Ancam Aksi Jilid III

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:14 WITA

BPBD NTB dan Lombok Timur Uji Ketangguhan Desa dengan SIK SIAGA

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:07 WITA

KPK Pantau Implementasi Desa Antikorupsi di Lombok Timur

Senin, 27 Juli 2026 - 12:11 WITA

KPK Geledah Rumah Kontraktor di Lombok Timur Terkait OTT Bupati Lombok Barat, Pemilik Rumah Buka Suara

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:20 WITA

Kapolres Lotim AKBP Ariakta Awali Masa Jabatan dengan Silaturahmi ke PBNW dan PB NWDI

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:19 WITA

Bupati Lotim Lepas Dandim dan Kapolres Lama, Sambut Pejabat Baru

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:07 WITA

BAZNAS Lotim Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan Syariah Soal Zakat DPRD

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:39 WITA

Target PAD 2026, Pemkab Lombok Timur Gali Potensi Pajak dan Retribusi Daerah

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:24 WITA

Sempurnakan Program DAK 2027 dengan Mendata Penulis Lokal: Adakah Peluang Pengadaan Buku Karya Penulis Lokal?

Berita Terbaru

PT Amman Mineral International Tbk mengoperasikan smelter peleburan bijih tambang di Maluk, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. (Foto: Lombokini.com/Amman.co.id).

Opini

Beroperasinya Smelter PT. AMMAN: Renegoisasi Royalti 

Jumat, 31 Jul 2026 - 07:46 WITA

BPBD NTB bersama BPBD Lombok Timur memfasilitasi desa sasaran mengikuti Penilaian Ketangguhan Desa berbasis SIK SIAGA di Aula BPBD Lombok Timur, Kamis 30 Juli 2026. (Foto: Lombokini.com)

Lombok Timur

BPBD NTB dan Lombok Timur Uji Ketangguhan Desa dengan SIK SIAGA

Kamis, 30 Jul 2026 - 21:14 WITA