Pilkada Lombok Timur, Momen Adu Gagasan atau Isi Tas?

Selasa, 14 Mei 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Deni Umar Dani. (foto:www.lombokini.com)

Deni Umar Dani. (foto:www.lombokini.com)

LOMBOKINI.com – Sebentar lagi, Lombok Timur akan melangsungkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Sejumlah figur bermunculan, masing-masing menawarkan visi dan misi mereka untuk lima tahun ke depan.

Namun, kekhawatiran muncul di tengah masyarakat. Figur sebagai bakal calon hanya fokus pada memenangkan suara tanpa memikirkan gagasan besar untuk pembangunan daerah.

Masing-masing bakal calon Bupati dan Wakil Bupati menawarkan sejumlah program, seperti peningkatan keamanan, kenyamanan, dan keharmonisan.

Mereka juga berjanji untuk membawa Lombok Timur menuju kemajuan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun, tawaran-tawaran tersebut kurang spesifik dan kurang menyentuh, ide-ide besar yang dibutuhkan untuk pembangunan jangka panjang.

Salah satu pendekatan yang kita harapkan adalah pembangunan berbasis riset. Ini bukan hanya sekadar jargon, tetapi langkah konkret untuk mengidentifikasi dan mengembangkan potensi daerah secara ilmiah.

Program riset dapat mengungkap potensi-potensi yang dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Gubernur Visioner atau Sekadar Penagih Pajak?

Pembangunan berbasis riset memiliki berbagai keuntungan. Dengan riset yang mendalam, potensi daerah di sektor-sektor seperti pariwisata, pertanian, dan industri kreatif bisa lebih maksimal dimanfaatkan.

Identifikasi potensi yang dilakukan melalui riset memungkinkan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mengambil langkah yang lebih tepat dalam memanfaatkan sumber daya yang ada.

Lebih dari itu, riset harus dilakukan secara ilmiah, memenuhi kriteria tertentu agar hasilnya dapat diverifikasi secara saintifik. Hal ini memerlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan sektor swasta.

Kolaborasi ini kita harapkan dapat menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Sejauh ini, gagasan-gagasan besar untuk membangun Lombok Timur belum terlihat dari para bakal calon. Beberapa pihak calon hanya beradu isi tas, bukan gagasan pembangunan. Dikhawatirkan akan berdampak buruk pada masa depan Lombok Timur.

Baca Juga :  Ketika Suhu Naik, Orang Miskin Membayar Harga Termahal

Jika hal ini terus berlanjut, masa depan Lombok Timur lima tahun ke depan bisa terancam.

Program-program seperti pembangunan dan pendidikan sebenarnya bisa berjalan tanpa bupati dan wakil bupati, karena sudah ada pos – pos anggarannya dari pusat.

Tidak usah aja ada Bupati, Sekda saja cukup bisa membangun dan mengurus pendidikan.

Melalui kesempatan ini, diharapkan para calon kepala daerah bisa menawarkan gagasan pembangunan berbasis riset. Hasil riset ini kemudian bisa dilanjutkan dan diterapkan untuk mengembangkan Lombok Timur.

Ide besar untuk masa depan Lombok Timur adalah yang paling dibutuhkan, sesuatu yang hilang selama ini dan membuat pembangunan daerah menjadi tidak terarah.

Penulis adalah Deni Umar Dani, Tokoh Milenial Sembalun Lombok Timur.

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 
Ketika Suhu Naik, Orang Miskin Membayar Harga Termahal
Triliunan untuk Bendungan, Mata Air Terabaikan
Gubernur Visioner atau Sekadar Penagih Pajak?
Bupati Lotim dan Lobar Bersepakat, Solusi Nyata atau Sandiwara Birokrasi?
Masjid Rp 50 Miliar ‘Mendesak untuk Siapa’?
Kegaduhan Seputar Desil 
Performance Studies Mempersoalkan Tubuh, Bukan Mempersembahkan Tubuh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:12 WITA

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:44 WITA

Ketika Suhu Naik, Orang Miskin Membayar Harga Termahal

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:57 WITA

Triliunan untuk Bendungan, Mata Air Terabaikan

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:09 WITA

Gubernur Visioner atau Sekadar Penagih Pajak?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:12 WITA

Bupati Lotim dan Lobar Bersepakat, Solusi Nyata atau Sandiwara Birokrasi?

Berita Terbaru

Aklamasi mengantarkan Syamsuddin memimpin BPD ABUJAPI NTB periode 2026-2031 pada Kamis (29/10/2026) di Mataram. Ia mengusung "Satpam Naik Kelas".(Foto: Lombokini.com).

NTB

Syamsuddin Pimpin ABUJAPI NTB, Usung Satpam Naik Kelas

Kamis, 29 Okt 2026 - 19:59 WITA

Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang jatuh pada Rabu, 28 Oktober 2026. (Foto: Lombokini.com/Sekretariat DPRD Lombok Timur)

Advertorial

DPRD Lombok Timur: Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:59 WITA