Perampingan Birokrasi NTB: Jalan Senyap Menuju Pemerintahan yang Lebih Substantif

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perampingan Birokrasi NTB: Jalan Senyap Menuju Pemerintahan yang Lebih Substantif. (Foto: Lombokini.com/Istimewa).

Perampingan Birokrasi NTB: Jalan Senyap Menuju Pemerintahan yang Lebih Substantif. (Foto: Lombokini.com/Istimewa).

Oleh: Saladin Hakim

Pemerintahan LMI-Dinda melaksanakan penataan dan pengisian jabatan pasca perampingan Struktur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat pada hari kedua Ramadan, Jumat, 20 Februari 2026. Kebijakan ini secara alami memantik diskusi internal birokrasi. Pasalnya, pemerintah merampingkan 24 OPD menjadi 19 OPD, mengurangi jumlah biro dari 9 menjadi 7, serta memangkas staf ahli gubernur dari 3 menjadi 2 orang.

Wakil Gubernur NTB, Umi Dinda, dalam sambutannya di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Provinsi NTB, menyampaikan apresiasi atas dukungan politik dan kelembagaan dewan dalam pembentukan regulasi daerah terkait perampingan Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK). Dukungan ini menjadi fondasi penting bagi percepatan pembangunan daerah. Secara substansial, perampingan birokrasi ini bukan sekadar penyederhanaan struktur, melainkan ikhtiar serius untuk mengoptimalkan pelayanan publik agar lebih efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Penataan birokrasi di awal Ramadan ini merupakan “jalan sunyi” yang tidak populis. Secara kultural dan politis, birokrasi memang selalu berada di ruang tarik-menarik antara kepentingan, persepsi, dan ekspektasi. Namun secara normatif, kebijakan ini memiliki pijakan hukum yang kuat. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah membuka ruang penataan organisasi dengan mempertimbangkan beban kerja, kemampuan keuangan daerah, serta efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.

Baca Juga :  ESAI Khaerul Majdi: Oase Sejarah' dan Tahun-Tahun yang Sial: Melihat HIMMAH NWDI dari Timur

Pemerintah mengambil langkah ini setelah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri dan menindaklanjutinya melalui produk hukum daerah, yakni Perda Nomor 5 Tahun 2025 serta Pergub Nomor 32 Tahun 2025. Dengan dasar tersebut, pemerintahan LMI–Dinda tidak punya pilihan selain melakukan perampingan organisasi dan pengisian jabatan; ini adalah keniscayaan.

Penataan organisasi ini mengandung semangat hukum (spirit of law) untuk mendorong peningkatan kinerja perangkat daerah yang lebih inovatif dan profesional, sejalan dengan visi “Nusa Tenggara Barat Makmur Mendunia”. Peta jalan penataan organisasi yang tertuang dalam konsideran Perda dan Pergub menunjukkan bahwa tujuan utama kebijakan ini adalah membangun birokrasi yang adaptif, efektif, dan berorientasi pada hasil.

Meski tidak populis, kebijakan ini justru menyentuh inti persoalan tata kelola pemerintahan. Perampingan organisasi memantik lahirnya sistem pelayanan publik yang lebih substantif. Pemerintah hadir bukan untuk memperbanyak struktur, tetapi untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi secara cepat, transparan, dan berkeadilan.

Jika pemerintah tidak mengambil langkah ini, dampaknya justru lebih luas dan serius, yakni pelayanan publik terhambat. Dalam konteks ini, keberanian mengambil kebijakan yang tidak populer merupakan bagian dari seni mengelola pemerintahan. Struktur organisasi yang rasional dan harmonis menjadi prasyarat bagi terciptanya pelayanan yang berkualitas.

Baca Juga :  DPRD Sebut Pelayanan Kesehatan di Lombok Timur Masih Jauh dari Ideal

Dari perspektif legitimasi, kebijakan perampingan dan pengisian jabatan ini berpijak pada legitimasi rasional-legal, yang berlandaskan aturan, prosedur, dan prinsip meritokrasi. Pemerintah mengambil keputusan bukan semata karena popularitas, melainkan karena kepatuhan pada hukum dan orientasi pada kepentingan jangka panjang masyarakat. Pemerintah tetap menghargai tradisi birokrasi, namun tidak mengabaikan tuntutan profesionalisme dan kinerja.

Pada akhirnya, keputusan politik pemerintahan LMI-Dinda dalam menata organisasi dan mendistribusikan jabatan patut kita lihat sebagai upaya membangun pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan inovatif. Meski menempuh jalan yang tidak populis, kebijakan ini justru menyasar substansi: memperkuat kapasitas birokrasi agar mampu melayani masyarakat NTB secara lebih baik, berkelanjutan, dan berkeadilan.

Keberanian memilih substansi di atas popularitas merupakan sikap kepemimpinan yang layak diapresiasi. Karena tujuan akhirnya bukanlah kekuasaan, melainkan kemakmuran sebesar-besarnya bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat. ***

Lombok Timur 21 Februari 2026

Penulis adalah Eks Relawan LMI-Dinda

Penulis : Saladin Hakim

Berita Terkait

Gandeng UMJ, Pemkab Lotim Matangkan Aplikasi EWS ‘Gumi Sasak’ Berbasis Kearifan Lokal
Sampaikan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 ke DPRD, Bupati Lotim Paparkan Realisasi Pendapatan 101 Persen
Mendedah Era Reformasi: Sebuah Refleksi   
BRI Kembalikan Dana Rp 1,4 Miliar ke Kas Daerah, Pemda Lotim Siap Salurkan Ulang Bantuan UMKM di APBD Perubahan 2026
Pemda Lombok Timur Tata Wajah Baru Kota Selong, Pembangunan Gedung MICE dan Food Court Center Dimulaikan pada Oktober 2026
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur Terima Kunjungan Tim Monitoring Stunting dari Bank Dunia dan Pusat
Dukung Revitalisasi Keraton, TSB dan Kemenbud Sinergi Lindungi Cagar Budaya Nasional
Sepakati Win-Win Solution, Pilkades Serentak Lombok Timur Resmi Digelar 27 Januari 2027

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:56 WITA

Gandeng UMJ, Pemkab Lotim Matangkan Aplikasi EWS ‘Gumi Sasak’ Berbasis Kearifan Lokal

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:45 WITA

BRI Kembalikan Dana Rp 1,4 Miliar ke Kas Daerah, Pemda Lotim Siap Salurkan Ulang Bantuan UMKM di APBD Perubahan 2026

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:41 WITA

Pemda Lombok Timur Tata Wajah Baru Kota Selong, Pembangunan Gedung MICE dan Food Court Center Dimulaikan pada Oktober 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:30 WITA

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur Terima Kunjungan Tim Monitoring Stunting dari Bank Dunia dan Pusat

Senin, 22 Juni 2026 - 20:56 WITA

Dukung Revitalisasi Keraton, TSB dan Kemenbud Sinergi Lindungi Cagar Budaya Nasional

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:06 WITA

Sepakati Win-Win Solution, Pilkades Serentak Lombok Timur Resmi Digelar 27 Januari 2027

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:30 WITA

Pemkab, DPRD, dan FKKD Sepakati Pilkades Serentak Lombok Timur Digelar 27 Januari 2027

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:14 WITA

Sekda Lotim: Kepatuhan Birokrasi dan Kemandirian Calon PMI Jadi Kunci Tata Kelola Migrasi

Berita Terbaru