LOMBOKINI.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Selong menggelar kegiatan Tular Nalar Sekolah Kebangsaan (TNSK) dengan tema ‘Suara Demokrasi, Dinamika Dan Tantangan Pilkada 2024’. Sasaran kegiatan itu kepada para siswa sekolah menengah atas (SMA) atau Madrasah Aliyah.
Kegiatan TNSK digelar di Madrasah Aliyah Al-ijtihad Al Mahsuni Danger bernaung di Nahdlatul Ulama (NU), tepatnya di Desa Danger Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, pada Sabtu 24 Agustus 2024.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk menciptakan pemilu adil dan bersih khusunya pada kalangan milenial dan generasi Z (Gen Z).
HMI Cabang Selong berharap para siswa yang notabene sebagai pemilih baru atau pemilih pemula mampu memahami hoax yang ada dalam pemilu khusus Pilkada Lombok Timur 2024.
Karena itu, konsep yang dilakukan oleh HMI Cabang Selong menggunakan tiga metode yaitu diantaranya, free test, dialog, dan post test. Kegiatan itu dikomandoi oleh 10 orang fasilitator tergabung sebagai pengurus HMI Cabang Selong.
Sehingga dengan metode tersebut diharapkan para siswa/siswi lebih memahami secara mendetail terkait dengan hoax-hoax yang ada dalam pemilu, karena dalam waktu dekat pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak akan segera dilaksanakan.
Sehingga dengan banyaknya informasi hoax yang tersebar di media sosial terkadang menyebabkan mis informasi yang mengakibatkan kesalahan pahaman bagi para gen Z.
Dalam kegiatan itu, HMI Cabang Selong menghadirkan pihak pihak terkait sebagai pemateri yang memberikan pemahaman kepada para siswa terkait dengan pengenalan pemilu diantaranya Bakesbangpoldagri Lombok Timur, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Timur dan Kapolres Lombok Timur.
Kegiatan ini sebagai langkah awal yang dilakukan oleh HMI Cabang Selong sebagai organisasi kemahasiswaan independen untuk memberikan edukasi kepada masyarakat di Lombok Timur dan akan terus mengawal dan mengawasi keberlangsungan pesta demokrasi, untuk menciptakan Pilkada yang bersih dan adil.
Ketua HMI Cabang Selong Muhammad Junaidi mengatakan bahwa HMI Cabang Selong akan terus melakukan hal-hal baik yang mendidik untuk kepentingan masyarakat.
“Ini salah satu kegiatan awal yang kami lakukan dan selanjutnya kami akan terus terjun ke masyarakat dengan tema-tema yang sudah kami persiapkan,” katanya.***







