LOMBOKINI.com – Sejumlah elemen pergerakan dan organisasi mahasiswa di Lombok Timur menggalang mosi tidak percaya dan menyuarakan wacana pemakzulan terhadap Pemerintah Kabupaten pimpinan Bupati Haerul Warisin dan Wakil Bupati Moh. Edwin Hadiwijaya (Iron-Edwin).
Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Lombok Timur mencuat sebagai pihak yang paling vokal mengkritik kinerja pemerintahan.
Organisasi berlambang Hijau Hitam itu menilai pemerintah gagal merealisasikan visi Lombok Timur Sejahtera, Maju, Adil, Religius, dan Transparan (SMART).
Ketua HMI MPO Cabang Lombok Timur, Agamawan Salam, menegaskan penilaiannya berdasar kondisi riil di lapangan.
“Kami menyuarakan mosi tidak percaya dan pemakzulan dengan melihat realita di lapangan. Pemerintahan Lotim SMART gagal memberikan kesejahteraan sesuai janji politiknya,” tegasnya di Selong, Selasa 27 Januari 2026.
Ia menyatakan momen satu tahun kepemimpinan tepat untuk mengevaluasi dan menyuarakan kritik secara luas.
“Momen satu tahun kepemimpinan Lotim SMART sangat tepat untuk disuarakan melalui gerakan turun ke jalan,” pungkasnya.
Agamawan juga mengajak seluruh elemen pergerakan dan masyarakat sipil di Lombok Timur untuk bersama-sama menyuarakan tuntutan ini.
Menurutnya, hal ini akan membuat publik lebih menyadari dinamika politik dan kinerja pemerintahan setempat.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak eksekutif (Pemkab Lotim) maupun legislatif (DPRD Lotim) belum menanggapi munculnya wacana mosi tidak percaya dan pemakzulan tersebut. ***
Editor : Najamudin Anaji







