Pemerintah Salurkan Bantuan Darurat Rp 100,4 Miliar untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar

Selasa, 30 Desember 2025 - 12:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pejabat pemerintah memaparkan perkembangan pemulihan dan rencana strategis pascabencana di tiga provinsi dalam konferensi pers di Posko Terpadu Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin 29 Desember 2025. (Foto: Lombokini.com/Asman).

Pejabat pemerintah memaparkan perkembangan pemulihan dan rencana strategis pascabencana di tiga provinsi dalam konferensi pers di Posko Terpadu Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin 29 Desember 2025. (Foto: Lombokini.com/Asman).

LOMBOKINI.com – Pemerintah memastikan penyaluran bantuan dan distribusi logistik bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat berjalan cepat. Pemerintah telah menyalurkan bantuan tanggap darurat senilai Rp 100,484 miliar.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan hal tersebut dalam keterangan pers di Posko Terpadu Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin 29 Desember 2025.

“Total nilai bantuan penanganan tanggap darurat bencana Sumatra yang sudah tersalur sebanyak Rp 100.484.346.880,” ujar Agus Jabo.

Bantuan tersebut berupa lauk-pauk, family kit, kids wear, dan kebutuhan bahan makanan untuk 42 dapur umum. Ia memerinci alokasi per provinsi: Aceh menerima Rp 43,6 miliar, Sumatra Barat Rp 19,4 miliar, dan Sumatra Utara Rp 37,4 miliar.

Baca Juga :  TGB Zainul Majdi Luruskan Nama Pondok dan Organisasi di RDP Kasus Penganiayaan Santri

Pemerintah juga telah menyalurkan santunan ahli waris Rp15 juta per orang kepada 86 keluarga korban meninggal, dengan total Rp 1,29 miliar.

“Setiap data yang telah diverifikasi oleh Bupati, Wali Kota, dan BNPB, segera akan kami tindaklanjuti untuk proses pencairan,” tegas Agus Jabo.

Selain bantuan darurat, pemerintah menyiapkan bantuan pascabencana. Bantuan ini meliputi tunai Rp 3 juta per keluarga untuk perabot, tambahan lauk-pauk Rp 450.000 per orang per bulan selama tiga bulan, dan dukungan ekonomi sebesar Rp 5 juta per keluarga berdasarkan hasil asesmen.

Di sisi logistik, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut distribusi logistik dalam sebulan terakhir mencapai 1.526 ton dengan realisasi 97 persen.

Baca Juga :  Hashim Lantik Pengurus Srikandi Jaga Desa se-Indonesia, Dorong Perempuan Awasi Program Pemerintah

“Semua pasti langsung terdistribusi. Jadi laju distribusi kita di setiap posko itu di atas 80 persen,” tegas Muhari.

Ia merinci laju distribusi di Posko Iskandar Muda (Aceh) 80,93%, Posko Silangit (Sumut) 98,2%, Posko Kualanamu (Sumut) 72,4%, dan Sumatra Barat 93,5%.

Terkait Dana Tunggu Hunian, Muhari menjelaskan bahwa 16.264 kepala keluarga telah terdata dan tervalidasi. Bantuan sebesar Rp 600.000 per KK per bulan akan disalurkan dengan mekanisme jemput bola melalui bank Himbara.

“Masyarakat tidak perlu antre di bank,” jelasnya. Penyaluran tahap pertama akan segera dilakukan. ***

Penulis : Muhammad Asman

Berita Terkait

TGB Zainul Majdi Luruskan Nama Pondok dan Organisasi di RDP Kasus Penganiayaan Santri
BGN Kembali Salurkan MBG dan Serap Masukan dari Pelaksana di Lapangan
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Tutup Kebocoran Anggaran
Besok, Presiden Prabowo Kunjungan Kerja Perdana ke NTB
Viral! Video Asusila 4 Remaja di Bawah Umur Meresahkan Warga Tanjung Luar, Pihak Polisi Sedang Menyelidikinya
Tahanan Asal Keruak Melangsungkan Pernikahan di Balik Jeruji Rutan Polres Lombok Timur
Diketahui Punya Riwayat Diabetes, Seorang Pendaki Asal Pringgasela Meninggal Dunia di Bukit Savana Dandaun
Hashim Lantik Pengurus Srikandi Jaga Desa se-Indonesia, Dorong Perempuan Awasi Program Pemerintah

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:32 WITA

Lombok Barat Dikutuk Guru Dane

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:13 WITA

Iqbal-Dinda: Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di NTB      

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:53 WITA

Dinas Kebudayaan NTB Tak Mampu Mengurus Kebudayaan

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:44 WITA

Bangkitnya Kelas Menengah: Kurva Gajah   

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:11 WITA

Mendedah Era Reformasi: Sebuah Refleksi   

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:12 WITA

Krismon 1997-1998 Bakal Terulang Kembali? 

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:48 WITA

ESAI Khaerul Majdi: Oase Sejarah’ dan Tahun-Tahun yang Sial: Melihat HIMMAH NWDI dari Timur

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:33 WITA

Esai Yuspianal Imtihan: Menilik Sikap Seniman di Era Artificial Intelligence 

Berita Terbaru