LOMBOKINI.com – Pemerintah telah merampungkan pembangunan enam jembatan bailey di Provinsi Aceh pascabencana banjir dan longsor hingga Sabtu 27 Desember 2015. Tim percepatan membangun lima titik di Kabupaten Bireuen dan satu titik di Kabupaten Bener Meriah.
Di Bireuen, lima jembatan yang sudah selesai itu menghubungkan berbagai ruas jalan strategis. Jembatan Teupin Mane membuka akses ruas jalan Bireuen-Bener Meriah-Takengon. Selanjutnya, Jembatan Teupin Reudeup memperlancar jalur Bireuen-Lhokseumawe.
Pembangun juga menyelesaikan Jembatan Jeumpa/Cot Bada di ruas jalan Peudada yang menembus ke Bireun. Kemudian, Jembatan Matang Bangka menghubungkan Gampong Matang Bangka dan Matang Teungoh.
Terakhir, progres Jembatan Kutablang telah mencapai 98 persen untuk mendukung jalur Bireuen-Lhokseumawe.
Sementara itu, di Bener Meriah, pemerintah meresmikan Jembatan Weh Pase yang menghubungkan ruas jalan Aceh Utara-Bener Meriah.
Bersamaan dengan penyelesaian itu, pemerintah kini menggenjot pembangunan 12 jembatan bailey lainnya. Percepatan ini bertujuan membuka akses darat di wilayah terdampak bencana.
Kedua belas titik yang sedang dikebut tersebut tersebar di beberapa kabupaten. Lokasinya meliputi Jembatan Beutong Ateuh (Nagan Raya), Panton Nisam (Aceh Utara), Jeurata (Aceh Tengah), dan Wehni Rongka (Bener Meriah).
Tim juga bekerja cepat untuk Jembatan Timang Gajah, Box Culvert Lampahan, Jamur Ujung, dan Titi Merah di Bener Meriah serta Aceh Tengah.
Selain itu, titik lainnya adalah Lenang (Aceh Tengah), Jambo Masjid (Lhokseumawe), Bener Kelipah (Bener Meriah), dan Bener Pepayi (Bener Meriah).
Berdasarkan data Kementerian PUPR, fokus pemulihan sektor darat tertuju pada perbaikan ruas jalan dan jembatan yang terputus.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan, pembukaan akses darat sangat krusial untuk menjamin kelancaran distribusi barang, alat berat, dan bantuan logistik.
Dengan terbukanya akses transportasi pada penghujung tahun ini, pemerintah berharap proses pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat pada awal 2026 dapat berjalan lebih cepat dan signifikan.
“Kami berharap arus orang, barang, alat berat, dan logistik dapat berjalan lancar. Dengan demikian, proses pemulihan pada awal tahun dapat berlangsung lebih cepat dan signifikan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resminya. ***
Penulis : Muhammad Asman







