Oknum Bacaleg PDIP Sumpah Ibra Buktikan Tuduhan Dugaan Pelecehan Anak Sendiri

Minggu, 23 Juli 2023 - 16:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

S saat di sumpah yang di pimpin oleh TGH Subki Sasaki, dan disaksikan oleh para saksi. (Istimewa)

S saat di sumpah yang di pimpin oleh TGH Subki Sasaki, dan disaksikan oleh para saksi. (Istimewa)

LOMBOKINI.com Seorang oknum Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) inisial S (50), melakukan sumpah pengakuan untuk membuktikan tuduhan dugaan pelecehan anak sendiri inisal I (16) tidak benar.

Pengambilan sumpah dilakukan pada Sabtu 22 Juli 2023 di RSUD Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sumpah pengakuan, juga dikenal sebagai Sumpah Ibra (terbebas dari tuduhan), dipandu langsung oleh Ketua Baitul Muslimin Indonesia (BMI) Provinsi NTB dan Ketua Forum Komunikasi Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTB, TGH Subki Sasaki.

Selain itu, acara tersebut dihadiri oleh Ketua DPD PDIP NTB dan anggota DPR RI, Rachmat Hidayat, serta sejumlah pengurus DPC PDIP Lombok Barat dan pihak keluarga.

TGH Subki menjelaskan bahwa Sumpah Ibra ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada oknum yang tertuduh S untuk dengan jujur mengatakan bahwa tuduhan yang dialamatkan kepadanya tidak benar. Namun, ia juga menekankan bahwa jika tuduhan itu terbukti benar, maka akan ada konsekuensi yang harus dihadapi oleh S.

Baca Juga :  Satpam Terbatas, Tembok Rendah, CCTV Nihil: Warga Kritik Keras Pengembang Griya Pesona Alam

“Sumpah ini selain disaksikan oleh kita, tetapi juga disaksikan oleh Allah SWT dan dia berimplikasi atau ada akibat yang akan Anda tanggung dunia dan akhirat. Apakah Anda siap?” tanya TGH Subki kepada S.

“Saya siap, sangat siap,” jawab S dengan tegas.

TGH Subki kemudian memulai prosesi sumpah tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sumpah ini memiliki kekuatan psikologis dan transendental, karena Allah SWT sendiri yang memberikan petunjuk yang bersifat kontan untuk pembuktian kebenaran.

Lebih lanjut, TGH Subki menjelaskan bahwa pengambilan sumpah ini sesuai dengan perintah Nabi Muhammad SAW dalam membuktikan kebenaran suatu perkara dalam Islam. Hal ini mengacu pada prosedur hukum dalam Islam yang mengharuskan penuntut datang dengan bukti dan yang mengingkari tuduhan harus bersumpah.

Ketua DPD PDIP NTB, Rachmat Hidayat, menyatakan bahwa pengambilan sumpah ini bertujuan agar publik dapat melihat secara lebih jernih persoalan yang tengah mengguncang masyarakat. Selain upaya hukum formal, pihaknya juga berusaha memberikan perspektif dari sisi kerohanian.

Baca Juga :  Pilkada 2029, Generasi Muda Ditunggu, Elite Lama Diminta Legowo

Rachmat menegaskan bahwa PDIP akan mendukung sepenuhnya proses hukum yang berjalan. Jika tuduhan terbukti tidak benar, pihaknya siap untuk mengangkat derajat oknum Bacaleg tersebut.

Namun, bagi pihak-pihak yang berusaha merendahkan kader PDIP secara pribadi maupun partai secara keseluruhan, Rachmat meminta mereka bertanggung jawab atas perbuatan mereka.

Oknum S saat ini sedang menjalani perawatan di RSUP NTB setelah dipindahkan dari RSUD Lombok Barat. Biaya perawatan selama di RSUD Lombok Barat ditanggung oleh DPC PDIP Lombok Barat, sementara biaya perawatan lebih lanjut di RSUP NTB akan ditanggung oleh DPD PDIP NTB.

Kasus ini terus menjadi sorotan publik, dan PDIP berkomitmen untuk membiarkan hukum berjalan seadil mungkin untuk semua pihak yang terlibat.***

Berita Terkait

Pilkada 2029, Generasi Muda Ditunggu, Elite Lama Diminta Legowo
Liburan Berakhir Tragis, Lisa Pratiwi Hilang Terseret Arus di Tibu Ijo
Musancab PDIP Kota Mataram Dibuka, Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD
Dasco Ajak Seluruh Kader Gerindra Fokus Kawal Program Pemerintah Prabowo di HUT ke-18
Aktivis Lotim Suarakan Mosi Tidak Percaya terhadap Pemerintahan Iron-Edwin
Polda NTB Tangkap Anak Kandung Diduga Bakar Mayat Ibunya di Lombok Barat
DPC PDIP Lombok Timur Rayakan HUT ke-79 Megawati, Resmikan Musholla untuk Rakyat
Gubernur NTB Prioritaskan Perbaikan Hulu untuk Atasi Banjir Berulang

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:21 WITA

Di Balik Narasi Akselerasi: Menguji Klaim Keadilan Pertumbuhan di Lombok Timur

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:31 WITA

Swasembada Pangan di Era Presiden Prabowo: Apakah Sudah Tercapai? 

Rabu, 22 April 2026 - 10:52 WITA

Swasembada Pangan di Lombok Timur: Apakah Sudah Tercapai?

Kamis, 16 April 2026 - 20:14 WITA

Merintih dari Tanah: Catatan H Rachmat Hidayat Tentang Pangan, Rakyat, dan Masa Depan

Jumat, 10 April 2026 - 12:55 WITA

Urgensi Muktamar Ke-35 NU di Lombok

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:17 WITA

Perampingan Birokrasi NTB: Jalan Senyap Menuju Pemerintahan yang Lebih Substantif

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:18 WITA

Watak Jahat Mengurus Kebudayaan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:52 WITA

Program ‘Ngopi’ di UIN Mataram: Ilmuwan Populis atau Ilmuwan Publik

Berita Terbaru

​Warga menunjukkan titik lokasi hilangnya seorang anak kepada anggota Polres Lombok Timur di Bendungan Pandandure, Kamis sore 7 Mei 2026. Insiden ini kembali memicu kewaspadaan warga di sekitar bendungan. (Foto: Lombokini.com/Humas Polres Lotim).

Lombok Timur

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:52 WITA