LOMBOKINI.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menerima kunjungan resmi Menteri Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional, Sandeep Sarai, pada 10-11 Januari 2026. Kunjungan ini bertujuan menjajaki penguatan kerja sama strategis di bidang pembangunan berkelanjutan, pariwisata, hingga energi terbarukan.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda kerja Menteri Sarai di Indonesia pada 9–13 Januari 2026, yang khusus menyempatkan waktu ke Lombok. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari permohonan resmi Pemerintah Kanada yang sebelumnya telah disampaikan melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta kepada Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.
Dalam pertemuan bilateral, Gubernur Iqbal secara aktif memaparkan berbagai potensi unggulan NTB. Ia menegaskan bahwa seluruh potensi diarahkan untuk pembangunan inklusif dan ramah lingkungan.
“Kami mengarahkan seluruh potensi ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Iqbal.
Selain itu, ia juga menekankan keunggulan komparatif NTB di sektor pariwisata, pertanian, peternakan, perikanan, energi terbarukan, dan sumber daya mineral.
Sektor pariwisata menjadi fokus utama pembahasan. Saat ini, NTB mengelola 265 destinasi wisata dan 375 desa wisata, dengan 93 desa di antaranya telah memenuhi standar nasional.
Tak hanya itu, sektor ini telah menyerap lebih dari 422 ribu tenaga kerja dan didukung oleh 1.078 hotel yang tersebar di berbagai kawasan. Untuk mendukung hal ini, Pemprov NTB terus membuka rute penerbangan baru, baik domestik maupun internasional.
Pemerintah juga mengembangkan transportasi wisata berbasis pesawat amfibi (seaplane) yang berpeluang dikerjasamakan dengan perusahaan asal Kanada.
Di sektor lainnya, NTB berperan sebagai salah satu lumbung pangan nasional dengan produksi padi mencapai 1,45 juta ton GKG dan jagung 2,46 juta ton.
Sementara itu, sektor peternakan dan perikanan menghasilkan komoditas seperti daging sapi, udang vaname, rumput laut, tuna, dan cakalang dalam volume signifikan. Kondisi ini membuka peluang investasi pada industri hilirisasi dan pengembangan ekonomi biru.
Tidak ketinggalan, NTB menyimpan potensi besar energi terbarukan dari panas bumi dan tenaga angin di wilayah seperti Huu, Sembalun, Sekotong, Jerowaru, dan Empang.
Kapasitas potensialnya mencapai 20–30 megawatt per lokasi. Potensi ini dinilai sangat sejalan dengan agenda transisi energi dan pembangunan hijau yang diusung Pemerintah Kanada.
Menyikapi paparan tersebut, Menteri Sandeep Sarai mengapresiasi dan menyatakan ketertarikan Kanada untuk memperluas kerja sama.
Fokusnya adalah pada sektor energi berkelanjutan, pemberdayaan perempuan, kesehatan reproduksi, dan pendidikan.
Ia menilai NTB memiliki peluang besar menjadi mitra strategis Kanada dalam memperkuat pembangunan berbasis kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Melalui pertemuan ini, kedua pihak berharap dapat memperkuat kemitraan. Ruang lingkupnya meliputi pengembangan pariwisata berkualitas, hilirisasi sektor pertanian, perikanan dan peternakan, pengembangan energi terbarukan, transfer teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Ini adalah langkah awal menuju kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan,” pungkas Gubernur Iqbal. ***
Penulis : Muhammad Asman
Editor : Najamudin Anaji







