Home / NTB

Abul Chair Dorong ASN NTB Bertransformasi Jadi Agen Perubahan

Rabu, 20 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda NTB Abul Chair memimpin upacara peringatan Harkitnas ke-118 dan Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Gubernur NTB, Rabu 20 Mei 2026. (Foto: Lombokini.com).

Sekda NTB Abul Chair memimpin upacara peringatan Harkitnas ke-118 dan Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Gubernur NTB, Rabu 20 Mei 2026. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadikan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang dirangkaikan dengan Hari Kesadaran Nasional sebagai ajang refleksi mendalam. Upacara berlangsung khidmat di halaman Kantor Gubernur NTB, Rabu 20 Mei 2026, dan membawa pesan kuat tentang pergeseran makna kedaulatan di era modern.

Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Abul Chair, bertindak sebagai inspektur upacara. Ia membacakan amanat tertulis Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid.

Abul Chair mengajak seluruh peserta upacara menengok kembali sejarah 1908. Ia menjelaskan bahwa organisasi Boedi Oetomo saat itu meletakkan fajar kesadaran berbangsa melalui jalur intelektual dan diplomasi. Namun, tantangan abad ke-21 menuntut adaptasi radikal.

“Secara filosofis, kebangkitan nasional adalah proses dinamis yang berubah dan menyesuaikan diri dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Kebangkitan berarti keberanian melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan,” ujar Abul Chair mengutip amanat Menkomdigi.

Baca Juga :  Syamsuddin Pimpin ABUJAPI NTB, Usung Satpam Naik Kelas

Ia menekankan bahwa pada 2026, medan perjuangan bangsa telah bergeser. Kedaulatan tidak lagi hanya berbicara tentang batas teritorial fisik, melainkan kedaulatan informasi dan akselerasi transformasi digital.

Pemerintah mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa demi Kedaulatan Negara” dan menegaskan komitmen melindungi generasi muda di ruang siber.

Salah satu langkah konkret, pemerintah memberlakukan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas Bangsa).

Pemerintah bahkan mengambil langkah revolusioner per 28 Maret 2026. Mereka resmi membatasi akses anak di bawah 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi. Langkah ini bertujuan memastikan ekosistem digital yang sehat, beretika, dan ramah tumbuh kembang anak.

Pemerintah juga mengaitkan narasi kebangkitan ini dengan visi kemandirian bangsa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto melalui “Asta Cita”. Saat ini, pemerintah mengintegrasikan ekosistem kesejahteraan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Baca Juga :  Ketika Suhu Naik, Orang Miskin Membayar Harga Termahal

Program tersebut meliputi makan bergizi gratis di sekolah, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, hingga penyediaan layanan cek kesehatan gratis secara masif.

Pemerintah memperkuat kemandirian ekonomi melalui optimalisasi Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih. Program ini memudahkan masyarakat desa mendapatkan akses pupuk, permodalan, sembako, hingga obat-obatan.

Sekda NTB memberikan catatan kritis khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia menuntut momentum Harkitnas 2026 menjadi energi penggerak bagi ASN.

ASN masa kini harus bertransformasi menjadi agen perubahan yang profesional, inovatif, adaptif, dan responsif. Mereka juga wajib menghadirkan pelayanan publik terbaik demi terwujudnya Indonesia yang maju dan sejahtera. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Syamsuddin Pimpin ABUJAPI NTB, Usung Satpam Naik Kelas
HMI Mengkritik Gubernur NTB Terkait Kunjungan Turki dan Penundaan Pembahasan APBD 2027
LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem
Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
Kunjungan Putri Mahkota Swedia, Gubernur NTB Manfaatkan untuk Promosikan Kehidupan Masyarakat ke Dunia
Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:59 WITA

Syamsuddin Pimpin ABUJAPI NTB, Usung Satpam Naik Kelas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:55 WITA

HMI Mengkritik Gubernur NTB Terkait Kunjungan Turki dan Penundaan Pembahasan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:48 WITA

LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:42 WITA

Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Berita Terbaru

Aklamasi mengantarkan Syamsuddin memimpin BPD ABUJAPI NTB periode 2026-2031 pada Kamis (29/10/2026) di Mataram. Ia mengusung "Satpam Naik Kelas".(Foto: Lombokini.com).

NTB

Syamsuddin Pimpin ABUJAPI NTB, Usung Satpam Naik Kelas

Kamis, 29 Okt 2026 - 19:59 WITA