Menkes Dorong Pemerataan Layanan Kesehatan Gigi dan Edukasi Sejak Dini

Sabtu, 14 Juni 2025 - 21:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkes Dorong Pemerataan Layanan Kesehatan Gigi dan Edukasi Sejak Dini. (Foto:  Lombokini.com/Dok. Pribadi).

Menkes Dorong Pemerataan Layanan Kesehatan Gigi dan Edukasi Sejak Dini. (Foto: Lombokini.com/Dok. Pribadi).

LOMBOKINI.com Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin secara aktif mendorong pemerataan layanan kesehatan gigi dan meningkatkan edukasi kesehatan sejak usia dini. Ia menyampaikan komitmen ini saat menghadiri langsung pelantikan Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) untuk periode 2025-2030 di Jakarta pada Sabtu, 14 Juni 2025.

Berdasarkan data Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang mencakup hampir 9 juta penduduk, Menkes mengungkapkan tingginya prevalensi masalah gigi di Indonesia.

“Saya terkejut melihat data ini. Masalah gigi justru lebih tinggi daripada hipertensi. Sekitar 50% masyarakat usia 0–60 tahun mengalami gigi berlubang, 37% kehilangan gigi, dan 12,4% bermasalah dengan gusi,” ujarnya.

Edukasi Sejak Dini Jadi Kunci

Menkes menekankan pentingnya pendekatan promotif dan preventif dengan memasukkan materi kesehatan gigi ke dalam kurikulum PAUD, TK, dan SD.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan. Materi kesehatan gigi harus menjadi prioritas dalam kurikulum wajib belajar. Anak-anak perlu diajarkan cara menyikat gigi yang benar sejak kecil,” tegasnya.

Ia juga mendorong kebiasaan pemeriksaan gigi rutin setiap enam bulan dan meminta dokter gigi berperan aktif sebagai edukator yang ramah, terutama bagi anak-anak.

Baca Juga :  BGN Kembali Salurkan MBG dan Serap Masukan dari Pelaksana di Lapangan

Perkuat Layanan Dasar di Puskesmas

Kemenkes meminta PDGI menyusun standar layanan dasar kesehatan gigi di Puskesmas, meliputi pemeriksaan, penambalan, perawatan akar, pencabutan, perawatan gusi, hingga penyediaan gigi palsu untuk lansia.

Untuk pemerataan tenaga kesehatan, Kemenkes mengusulkan tunjangan khusus bagi dokter gigi yang bertugas di daerah terpencil.

“Kami bekerja berbasis data. Karena masalah gigi paling tinggi, intervensinya harus diprioritaskan. Jangan sampai kesehatan gigi terus terabaikan,” tegas Menkes.

PDGI Siap Dukung Program Pemerintah

Ketua Umum PB PDGI drg. Usman Sumantri menyambut baik arahan Menkes dan menegaskan kesiapan PDGI memperkuat peran dokter gigi di layanan primer. Saat ini, Indonesia hanya memiliki 53.886 dokter gigi, dengan 699 dokter spesialis artinya satu dokter spesialis melayani sekitar 62.000 penduduk.

Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan 56,9% penduduk di atas tiga tahun mengalami masalah gigi dan mulut, dengan 88% di antaranya menderita karies. Hanya 6,2% masyarakat yang menyikat gigi dengan benar. “Artinya, hanya satu dari 16 orang yang menyikat gigi secara tepat,” ujar drg. Usman.

Baca Juga :  Besok, Presiden Prabowo Kunjungan Kerja Perdana ke NTB

PDGI mengusulkan penempatan dokter gigi di Puskesmas yang masih kosong (26,8%), penguatan peralatan seperti rontgen gigi dan scaling dasar, serta pengembangan program edukasi sejak usia sekolah.

Perluasan JKN dan Beasiswa LPDP

PDGI mengapresiasi upaya Kemenkes memperluas cakupan JKN untuk layanan gigi. Data BPJS 2022 mencatat lebih dari 11 juta kunjungan layanan gigi, dengan estimasi biaya mencapai Rp 1,2 triliun pada 2030.

“Baru 10% masyarakat yang terlayani. Jika akses diperluas, dampaknya akan signifikan terhadap kualitas hidup dan beban biaya kesehatan,” jelas Usman.

PDGI juga mendorong perluasan beasiswa LPDP afirmasi untuk calon dokter gigi dan spesialis guna memenuhi kebutuhan SDM di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan.

“Kami berkomitmen mendukung semua program Kemenkes guna mewujudkan layanan kesehatan gigi yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya. ***

Berita Terkait

BGN Kembali Salurkan MBG dan Serap Masukan dari Pelaksana di Lapangan
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Tutup Kebocoran Anggaran
Besok, Presiden Prabowo Kunjungan Kerja Perdana ke NTB
Hashim Lantik Pengurus Srikandi Jaga Desa se-Indonesia, Dorong Perempuan Awasi Program Pemerintah
Seleksi Nakes Teladan Tingkat Provinsi NTB 2026, Lombok Timur Usung Tiga Inovasi Unggulan
Akademisi Puji Pidato Presiden Prabowo, Sebut Beri Pencerahan Visi Bangsa
APPMBGI Serahkan SK Pengurus DPD NTB, Kritisi Carut-marut Program MBG
Kejar Target UHC, Pemda Lotim Dorong Kepesertaan BPJS Kesehatan Segmen Pekerja

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:04 WITA

Digerebek Warga, Pria Ngamar dengan Istri PMI ini Ngumpet di Bawah Meja Dapur

Senin, 27 Juli 2026 - 12:11 WITA

KPK Geledah Rumah Kontraktor di Lombok Timur Terkait OTT Bupati Lombok Barat, Pemilik Rumah Buka Suara

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:52 WITA

Sapu Bersih Treasury Award 2026, Polres Lombok Timur Boyong Empat Penghargaan hingga Grand Champion

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:38 WITA

Ungkap 3 Kg Sabu di Pelabuhan Kayangan, Kapolres Lotim Terima Penghargaan dari Ormas Keris Sasak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:26 WITA

Gulung Jaringan Curanmor di Terara, Tim Gabungan Polres Lotim Amankan 3 Pelaku dan 9 Motor

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:12 WITA

TGB Sesalkan Klaim Kuasa Hukum yang Kaitkan Emas 74 Kg dengan Yayasan Dakwah

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:31 WITA

KPK Sita Rp 9,06 Miliar dan Tetapkan 3 Tersangka dalam OTT Bupati Lombok Barat

Senin, 20 Juli 2026 - 17:52 WITA

KPK OTT Bupati Lombok Barat dan Amankan 18 Orang

Berita Terbaru

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Lombok Timur, H. Haerul Warisin. (Foto: Lombokini.com/Paozan Azima).

Politik

Haerul Warisin Tegaskan Jangan Seret Gerindra ke Kasus LAZ

Senin, 3 Agu 2026 - 22:42 WITA

PT Amman Mineral International Tbk mengoperasikan smelter peleburan bijih tambang di Maluk, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. (Foto: Lombokini.com/Amman.co.id).

Opini

Beroperasinya Smelter PT. AMMAN: Renegoisasi Royalti 

Jumat, 31 Jul 2026 - 07:46 WITA