Kejar Target UHC, Pemda Lotim Dorong Kepesertaan BPJS Kesehatan Segmen Pekerja

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati menyoroti ketimpangan di lapangan, di mana masih banyak pemberi kerja yang baru mendaftarkan karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan tetapi mengabaikan BPJS Kesehatan.

Bupati menyoroti ketimpangan di lapangan, di mana masih banyak pemberi kerja yang baru mendaftarkan karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan tetapi mengabaikan BPJS Kesehatan.

 

LOMBOKINI.Com — Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur berkomitmen memperluas cakupan jaminan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC).

Langkah ini ditempuh dengan mendorong peningkatan kepesertaan BPJS Kesehatan, khususnya pada segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) Mandiri dan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, dalam Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Utama Tingkat Kabupaten Lombok Timur di Ruang Rapat Bupati pada Selasa (23/6/2026).

Bupati menyoroti ketimpangan di lapangan, di mana masih banyak pemberi kerja yang baru mendaftarkan karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan tetapi mengabaikan BPJS Kesehatan.

Merespons hal itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) diperintahkan untuk segera melakukan inventarisasi terhadap para pengusaha tersebut demi memastikan hak jaminan kesehatan pekerja terpenuhi.

“Banyak pengusaha sudah memasukkan pegawainya ke BPJS Ketenagakerjaan, tapi BPJS Kesehatan tidak. Ini harus diinventarisir. Ketika sudah masuk BPJS Ketenagakerjaan, maka wajib dimasukkan ke BPJS Kesehatan. Itu sebenarnya lebih utama,” tegas H. Haerul Warisin.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN ITSKes Muhammadiyah Selong Gelar Sosialisasi dan Pemberian Makanan Tambahan bagi 55 Balita Stunting

Saat ini, potret kepesertaan jaminan kesehatan di Lombok Timur didominasi oleh program subsidi, di mana tak kurang dari 700 ribu penduduk tercatat sebagai Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) dari pemerintah pusat.

Sementara itu, Pemda Lombok Timur melalui segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) juga menggelontorkan anggaran hingga Rp96 miliar untuk mengakomodasi masyarakat miskin yang tidak tercover dalam kuota PBI JK pusat tersebut.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Selong, Adrika Wendi, mengapresiasi konsistensi Pemda Lombok Timur dalam mengupayakan jaminan kesehatan warga di tengah situasi pemangkasan dana transfer pusat yang mempersempit ruang fiskal daerah.

Menjelang berakhirnya rencana kerja pada September 2026, Adrika berharap Pemda dapat melakukan adendum masa berlaku kerja sama serta memberikan dukungan anggaran pada APBD Perubahan 2026.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN ITSKes Muhammadiyah Selong Gelar Sosialisasi dan Pemberian Makanan Tambahan bagi 55 Balita Stunting

Selain itu, pihak BPJS mendorong potensi relawan SPPG untuk didaftarkan melalui segmen Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU BU) dan mengimbau seluruh satuan kerja daerah mendaftarkan anggota keluarga tambahan mereka.

Sebagai bentuk legalitas dari komitmen perluasan jaminan ini, forum diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan penting secara formal.

Bupati Lombok Timur bersama Kepala BPJS Kesehatan Cabang Selong secara resmi menandatangani Rencana Kerja tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional bagi Peserta PBPU dan Bukan Pekerja Kabupaten Lombok Timur.

Pada momen yang sama, dilaksanakan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait Pendaftaran Pekerja Program JKN Melalui Program Skema Sharing Iuran.

Dokumen kerja sama taktis tersebut ditandatangani secara langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur bersama dengan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Selong.

Penulis : Paozan Azima

Berita Terkait

Mahasiswa KKN ITSKes Muhammadiyah Selong Gelar Sosialisasi dan Pemberian Makanan Tambahan bagi 55 Balita Stunting
Seleksi Nakes Teladan Tingkat Provinsi NTB 2026, Lombok Timur Usung Tiga Inovasi Unggulan
Bupati Lombok Timur Resmikan Medica Clinic Sembalun, Layani Wisatawan dan Masyarakat
Cek Gula Darah hingga Kolesterol, Dinkes Lotim Buka Layanan Gratis bagi Pengunjung Festival Muharram
Ormas Keris Sasak Protes Dokter Tak Ramah dan Minta Layanan Setara di RSUD Selong
DPRD Sebut Pelayanan Kesehatan di Lombok Timur Masih Jauh dari Ideal
Dikes Lombok Timur Temukan Bakteri E-Coli Melebihi Batas Normal di Dapur MBG
Tunggu Regulasi dan Dropping Alat Kemenkes, Peresmian Labkesmas Lombok Timur Tertunda

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:15 WITA

Bermasalah: Roadmap Kebudayaan NTB 2027-2047

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:37 WITA

Ate Bakat: Konseptualisasi Estetika Sasak

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:46 WITA

Beroperasinya Smelter PT. AMMAN: Renegoisasi Royalti 

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:28 WITA

Londo Ireng dan Malu Menjadi Indonesia  (terbuka untuk Prabowo Subianto)

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:32 WITA

Lombok Barat Dikutuk Guru Dane

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:13 WITA

Iqbal-Dinda: Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di NTB      

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:53 WITA

Dinas Kebudayaan NTB Tak Mampu Mengurus Kebudayaan

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:44 WITA

Bangkitnya Kelas Menengah: Kurva Gajah   

Berita Terbaru

Kebudayaan di Nusa Tenggara Barat . (Foto: Lombokini.com).

Opini

Bermasalah: Roadmap Kebudayaan NTB 2027-2047

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:15 WITA