Mahasiswa Universitas Hamzanwadi Telusuri Keunikan Geologi Goa Bangkang

Senin, 21 April 2025 - 19:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Hamzanwadi Telusuri Keunikan Geologi Goa Bangkang. (Foto: Lombokini.com).

Mahasiswa Hamzanwadi Telusuri Keunikan Geologi Goa Bangkang. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi menjalani pembelajaran berbeda pada Ahad (20/04). Alih-alih duduk di kelas, mereka menjelajahi lorong gelap Goa Bangkang di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Ditemani tiga dosen pembimbing, rombongan mahasiswa meneliti struktur geologi dan geomorfologi goa tersebut. Goa Bangkang, yang terletak dekat Sirkuit Mandalika, menyimpan sejarah pembentukan batuan kapur akibat erosi air selama ribuan tahun.

Baca Juga :  Menulis untuk Merapikan Pikiran, Begitu Modal Dasar Meditasi yang Baik

Korprodi Pendidikan Geografi, Baiq Ahda Razula Apriyeni, M.Si, menjelaskan, Goa Bangkang tidak hanya menjadi habitat kelelawar, tetapi juga menyimpan data penting tentang evolusi geologi Lombok.

“Proses pembentukan karst di sini unik karena dipengaruhi curah hujan rendah,” ujarnya 21 April 2025.

Baca Juga :  Di Sisi Megah Pendopo, Siswa SMPN 2 Selong Terpaksa Belajar Tanpa Meja dan Buang Air ke Toilet Masjid

Selain batuan, mahasiswa juga mendokumentasikan flora-fauna endemik sekitar goa. Penelitian ini diharapkan memberi rekomendasi konservasi, mengingat kawasan tersebut semakin populer bagi wisatawan.

“Belajar langsung di alam jauh lebih bermakna daripada sekadar teori,” ujar salah satu mahasiswa.

Bagi mereka, Goa Bangkang bukan sekadar destinasi, melainkan ruang kelas hidup yang mengajarkan interaksi antara bumi dan ilmu pengetahuan.***

Berita Terkait

Wabup Lotim Tinjau SMPN 2 Selong, Soroti Fasilitas Minim dan Komite Vakum 6 Tahun
Di Sisi Megah Pendopo, Siswa SMPN 2 Selong Terpaksa Belajar Tanpa Meja dan Buang Air ke Toilet Masjid
Empat Mahasiswa Universitas Hamzanwadi Raih Juara I PEKSIMIDA, Siap Wakili NTB ke PEKSIMINAS
80 Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi 2026
Menulis untuk Merapikan Pikiran, Begitu Modal Dasar Meditasi yang Baik
Miris! Kepatuhan Berkendara di Lombok Timur di Bawah 50 Persen, Polantas: Biaya Operasi Kepala Rp 200 Juta, Helm Cuma Rp 150 Ribu
Sastra Bermutu Itu Bebas dari Ruang dan Waktu yang Fana: Karya yang Menentang Zaman
DPN SPI Rekomendasikan Bung Syam Ikuti Pendidikan Lemhannas RI

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:21 WITA

Kejanggalan Pengelolaan APBD NTB 2025, Empat Anggota DPRD Desak BPK Gelar Audit Investigatif

Senin, 27 Juli 2026 - 11:27 WITA

DPD PDIP NTB Peringati 30 Tahun Kudatuli, Refleksi Perjuangan Demokrasi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 23:12 WITA

Rumah Aspirasi Lombok Timur Diresmikan, Rachmat Hidayat: Kawal Keluhan Warga hingga Tuntas

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:06 WITA

PDIP Lombok Tengah Gelar Donor Darah dan Pengobatan Gratis Peringati Bulan Bung Karno

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:30 WITA

Pemkab, DPRD, dan FKKD Sepakati Pilkades Serentak Lombok Timur Digelar 27 Januari 2027

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:17 WITA

DPRD Sebut Pelayanan Kesehatan di Lombok Timur Masih Jauh dari Ideal

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:08 WITA

Komisi IV DPRD Soroti ‘Darurat Data’ Infrastruktur, Anggaran Lombok Timur Terancam Meleset

Senin, 1 Juni 2026 - 09:32 WITA

Mori Hanafi Dinilai Miliki Modal Politik Mengilap untuk Pilgub NTB 2029

Berita Terbaru

Yuspianal Imtihan. (Foto: Lombokini.com).

Sastra

CERPEN Yuspianal Imtihan: Warisan Ilmu Kecepatan Tangan

Kamis, 6 Agu 2026 - 05:34 WITA