Pemkab Lotim Hapus Tunggakan PBB Warga Miskin, Kejar Rp 55 Miliar Lewat Opjar

Selasa, 15 Juli 2025 - 16:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menjawab pertanyaan wartawan saat berkunjung ke Bale Wartawan, Selasa 15 Juli 2025. (Foto: Lombokini.com).

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menjawab pertanyaan wartawan saat berkunjung ke Bale Wartawan, Selasa 15 Juli 2025. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur menghapus tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi warga miskin.

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menegaskan kebijakan ini kepada awak media saat mengunjungi Bale Wartawan Lombok Timur, Selasa 15 Juli 2025.

“Kami tidak menarik SPPT milik warga miskin, terutama miskin ekstrem dan miskin biasa. Apalagi untuk nilai Rp 10 ribu atau Rp 15 ribu,” tegasnya.

Baca Juga :  Cuaca Tak Menentu dan Harga Fluktuatif, Petani Vanili Lenek Duren Tetap Bertahan

Untuk mengejar tunggakan PBB senilai Rp 55 miliar, Pemkab Lombok Timur menerjunkan tim operasi kejar (opjar) pajak hingga pelosok desa.

“Saya meminta tim opjar tetap semangat bekerja dengan prinsip keadilan,” tambah Haerul Warisin.

Ia menjanjikan kompensasi khusus bagi warga sangat miskin setelah verifikasi lapangan.

Terpisah, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Timur, Muksin, melaporkan tim opjar berhasil mengumpulkan piutang PBB Rp 491 juta dalam delapan hari kerja.

Baca Juga :  Pengamat: Tagline 'Kolotan' Sekda NTB Kontraproduktif

“Capaian ini fantastis untuk penagihan tunggakan. Kami optimistis target Rp 23 miliar pada 2025 tercapai,” papar Muksin.

Hingga kini, realisasi pemungutan PBB mencapai Rp 10,5 miliar. Muksin menyebut progres ini meningkat signifikan berkat pendekatan silaturahmi tim opjar, terutama untuk PBB bernilai kecil, yang disambut baik masyarakat. ***

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan
Masih Kekurangan Dokter Spesialis, Faskes di Lotim Belum Dapat Akomodir Nakes Baru Lulusan Perguruan Tinggi 
Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya Belum Dapat Kejelasan, Bantuan Stimulan Tak Tepat Sasaran
Cuaca Tak Menentu dan Harga Fluktuatif, Petani Vanili Lenek Duren Tetap Bertahan
Jurnalis Warga Kampanyekan Irigasi Tetes di Lahan Kering Lombok Timur
Bupati Lotim Terima Audiensi Bulog dan Disperindag NTB, Bahas Tiga Program Strategis
Lantik Pengurus Kwarcab, Bupati Lombok Timur Minta Pramuka Perkuat Karakter Generasi Muda
Bupati Lombok Timur Serahkan Bantuan Rp 2 Juta ke Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:21 WITA

Di Balik Narasi Akselerasi: Menguji Klaim Keadilan Pertumbuhan di Lombok Timur

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:31 WITA

Swasembada Pangan di Era Presiden Prabowo: Apakah Sudah Tercapai? 

Rabu, 22 April 2026 - 10:52 WITA

Swasembada Pangan di Lombok Timur: Apakah Sudah Tercapai?

Kamis, 16 April 2026 - 20:14 WITA

Merintih dari Tanah: Catatan H Rachmat Hidayat Tentang Pangan, Rakyat, dan Masa Depan

Jumat, 10 April 2026 - 12:55 WITA

Urgensi Muktamar Ke-35 NU di Lombok

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:17 WITA

Perampingan Birokrasi NTB: Jalan Senyap Menuju Pemerintahan yang Lebih Substantif

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:18 WITA

Watak Jahat Mengurus Kebudayaan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:52 WITA

Program ‘Ngopi’ di UIN Mataram: Ilmuwan Populis atau Ilmuwan Publik

Berita Terbaru

​Warga menunjukkan titik lokasi hilangnya seorang anak kepada anggota Polres Lombok Timur di Bendungan Pandandure, Kamis sore 7 Mei 2026. Insiden ini kembali memicu kewaspadaan warga di sekitar bendungan. (Foto: Lombokini.com/Humas Polres Lotim).

Lombok Timur

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:52 WITA