Kejari Lombok Timur Gelar Simulasi Kebakaran, Kajari Ikut Praktik Padamkan Api

Rabu, 18 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kejari Lombok Timur Gelar Simulasi Kebakaran, Rabu 18 Februari 2026. Kajari Ikut Praktik Padamkan Api. (Foto: Lombokini.com/Tangkapan Layar).

Kejari Lombok Timur Gelar Simulasi Kebakaran, Rabu 18 Februari 2026. Kajari Ikut Praktik Padamkan Api. (Foto: Lombokini.com/Tangkapan Layar).

LOMBOKINI.com – Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Timur, I Gusti Ayu Agung Fitria Chandrawati, S.H., M.H., memimpin langsung simulasi pemadaman api di halaman kantor Kejari Lombok Timur, Rabu 18 Februari 2026 pagi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta mencegah kebakaran di lingkungan perkantoran.

Kajari Fitria Chandrawati turun ke lapangan mengikuti simulasi bersama seluruh staf. Kehadirannya menegaskan bahwa kesiapsiagaan darurat menjadi tanggung jawab bersama dari pimpinan hingga staf.

“Bencana bisa terjadi kapan saja tanpa peringatan. Kemampuan merespons di menit-menit awal menentukan apakah api akan padam atau menjadi bencana besar,” ujar Agung Fitria saat memberikan sambutan.

Baca Juga :  DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Kejari Lombok Timur menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lombok Timur sebagai instruktur. Para ahli dari Damkar membagi pelatihan dalam dua sesi. Sesi pertama memberikan pemahaman teori mengenai klasifikasi api, sumber pemicu kebakaran di perkantoran seperti korsleting listrik, serta cara mengendalikan kepanikan saat darurat.

Pada sesi praktik, seluruh pegawai berlatih mengoperasikan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan teknik PASS Pull, Aim, Squeeze, Sweep. Instruktur juga mengajarkan teknik pemadaman tradisional menggunakan karung goni basah sebagai alternatif darurat.

Baca Juga :  Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Simulasi mencakup prosedur evakuasi gedung. Para pegawai mempelajari jalur evakuasi, titik kumpul, serta cara membantu rekan kerja yang terjebak atau cedera saat kebakaran.

“Kami tidak ingin APAR hanya jadi hiasan di dinding. Kami ingin setiap pegawai mampu menggunakannya dengan benar,” kata salah satu instruktur Damkar.

Kegiatan ditutup dengan evaluasi respons pegawai selama simulasi. Kejari Lombok Timur berharap pelatihan ini menciptakan lingkungan kerja aman, meminimalisir risiko gangguan operasional, dan menjaga pelayanan publik tetap optimal. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun
Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WITA

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Rabu, 9 September 2026 - 14:14 WITA

Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Berita Terbaru

Dr. Maharani, peneliti Lombok Research Center (LRC), memaparkan materi tentang penguatan kapasitas pemerintah desa dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Seco Cafe, PTC Pancor, Lombok Timur, Selasa (20/10/2026). (Foto: Lombokini.com)

Opini

Ketika Suhu Naik, Orang Miskin Membayar Harga Termahal

Rabu, 21 Okt 2026 - 08:44 WITA