Kawin Culik Berujung Pernikahan: Pelajar di Lombok Tengah Nikah di Bawah Umur

Sabtu, 24 Mei 2025 - 19:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah kasus perkawinan di bawah umur, yang menjadi contoh paling benderang dari fenomena Sasak tanpa jalan keluar. (Foto: Lombokini.com).

Sebuah kasus perkawinan di bawah umur, yang menjadi contoh paling benderang dari fenomena Sasak tanpa jalan keluar. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Publik kembali menyoroti kasus pernikahan anak setelah sepasang pelajar berusia 15 (YL) dan 16 tahun (RN) di Lombok Tengah menikah di bawah umur.

Video nyongkolan dengan iringan Gendang Beleq membanjiri media sosial, memicu perdebatan.

Kepala Desa Beraim, Lalu Januarsa, mengonfirmasi RN sebagai warga desanya. Pihak desa sempat memisahkan pasangan ini tiga minggu lalu saat mereka melakukan kawin culik.

Baca Juga :  Ribuan Warga Lombok Timur Desak Polres Tangkap Pelaku Ujaran Kebencian terhadap Bupati

“Kami berhasil menghentikan rencana pernikahan saat itu,” tegas Januarsa, kepada wartawan, Sabtu 24 Mei 2025.

Namun, RN membawa YL kabur ke Sumbawa selama dua hari tanpa sepengetahuan keluarga. Setelah kembali, orang tua YL menolak mengambil anaknya.

“Keluarga khawatir muncul fitnah jika dipisahkan,” jelas Januarsa.

Meski mendapat larangan, keluarga mempelai bersikeras menggelar nyongkolan dengan Gendang Beleq.

“Besannya memaksa memakai alat musik tradisional,”ujarnya.

Baca Juga :  BPK NTB Jawab Soal BTT Rp 484 Miliar, PDIP: Jelaskan Peruntukan, Abaikan Legalitas Pergeseran

Kepolisian kini menyelidiki kasus ini. Kasubdit IV Renakta Polda NTB, AKBP Ni Made Pujewati, menyatakan pihaknya berkoordinasi dengan UPTD PPA Lombok Tengah.

“Kami sedang mendalami indikasi pelanggaran hukum,” katanya melalui keterangan tertulis, Sabtu 24 Mei 2025.

Kasus ini menegaskan pernikahan anak dan kawin culik masih menjadi masalah serius di NTB. Tekanan adat dan minimnya pemahaman hukum terus menghambat upaya pencegahan.***

Berita Terkait

Ormas Keris Sasak Protes Dokter Tak Ramah dan Minta Layanan Setara di RSUD Selong
Kesehatan untuk Semua Masih Jauh, Anggaran Kespro Lombok Tengah Anjlok
Qoriah Asal Lombok Tengah Harumkan NTB di MTQ Internasional 2026
Ali BD Kritik Pemborgolan Abah Uhel: Perkaranya Utang Biasa, Bukan Korupsi
RSUD Praya Bekali 103 Sopir Ambulans Desa Bantuan Hidup Dasar
Pemkab Lombok Tengah dan Lombok Timur Sepakati Kerja Sama Penanganan Kebakaran di Perbatasan
Gubernur NTB Prioritaskan Perbaikan Hulu untuk Atasi Banjir Berulang
DLHK Lombok Tengah Soroti Alih Fungsi Lahan di Kawasan Hutan Pujut

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:56 WITA

Wabup Lantik 61 Pj Kepala Desa, Bupati Lombok Timur Tegaskan Netralitas Jelang Pilkades 2027

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:26 WITA

Truk Overload Galian C Merusak Jalan Utama Desa Kalijaga Timur

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:41 WITA

Wabup Pimpin Upacara HUT ke- 81 RI, Bupati Lotim Serukan Partisipasi Masyarakat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:33 WITA

Warga Kalijaga Timur Blokir Jalan, Protes Janji Perbaikan yang Diingkari Pemerintah

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Update Gempa NTT: 47 Orang Meninggal dan 346 Rumah Rusak, BNPB Kirim 50 Ribu Paket Bantuan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:36 WITA

Tim SAR Evakuasi 106 Penumpang KMP Putri Yasmin

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:35 WITA

DPM Unram Siapkan Gugatan ke PTUN soal Pergeseran Dana BTT Rp 484 Miliar

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:18 WITA

Resmi Diakuisisi Dua Putra Daerah, Ekas Breaks Berganti Nama Jadi Windy Ekas Breaks Resort & Villa

Berita Terbaru

Ribuan pengunjung memadati Lapangan Barokah pada pembukaan Festival Gawe Beleq, Senin malam 17 Agustus 2026. [Foto: Lombokini.com]

Hiburan

Ribuan Warga Padati Pembukaan Festival Gawe Beleq Sakra Barat

Selasa, 18 Agu 2026 - 01:20 WITA