Inovasi Olahan Aren Dongkrak Nilai Jual hingga 140 Persen di Lombok Timur

Sabtu, 27 Desember 2025 - 14:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Wilayah Keselet Aren, Abdullah. (Foto: Lombokini.com).

Kepala Wilayah Keselet Aren, Abdullah. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Masyarakat Dusun Keselet Aren, Desa Tetebatu Selatan, Kabupaten Lombok Timur, kini mengembangkan beragam inovasi produk dan kemasan hasil olahan pohon aren. Langkah ini mereka ambil untuk meningkatkan nilai jual dan kesejahteraan.

Kepala Wilayah Keselet Aren, Abdullah, mengatakan inovasi ini mengubah pola jual tradisional. “Dulunya masyarakat hanya menjual nira secara tradisional. Sekarang kami mengubah model produksi agar lebih inovatif dan beragam,” ujarnya, Jumat 26 Desember 2025.

Menurut Abdullah, pengolahan dan pengemasan produk mampu meningkatkan nilai ekonomi signifikan. Sebagai contoh, hasil olahan yang sebelumnya dijual Rp125 ribu per lonjor, kini bisa mencapai Rp300 ribu setelah melalui proses inovasi.

Baca Juga :  Stafsus Kominfo Lotim Misterius, Kadis Akui Tak Pernah Lihat Wajahnya

Masyarakat setempat kini menghasilkan berbagai produk seperti gula batok, sirup aren, gula semut, gula gambir, dan dodol aren. Mereka memasarkannya secara terbatas ke konsumen sekitar yang datang langsung.

Pengembangan ini juga mendukung rencana pembentukan ekowisata Keselet Aren. Program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Tetebatu Selatan dan pernah berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Meski demikian, Abdullah mengakui tantangan tetap ada. Sebagian masyarakat masih memilih cara cepat dengan menjual nira langsung. “Hambatannya ada pada edukasi dan inovasi. Masyarakat masih berpikir praktis, air nira turun langsung dijual dapat uang,” jelasnya.

Baca Juga :  Ratusan Warga Lombok Timur Bongkar Jalan Provinsi, Saluran Irigasi Tersumbat Picu Amarah

Pemerintah desa dan pihak pemberdayaan masyarakat telah memberikan pelatihan pengolahan aren. Namun, belum semua warga terlibat aktif sebagai pelaku usaha. Sebagian masih berperan sebagai pemilik pohon dengan sistem bagi hasil.

Ke depan, pihaknya berencana menyusun aturan adat (awik-awik) untuk menjaga keberlanjutan pohon aren dan keselamatan penyadap.

Wilayah Keselet Aren yang memiliki potensi pohon aren terbesar di desanya itu berharap potensi ini dapat menjadi identitas dusun dan penggerak ekonomi lokal. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Danantara Benahi Tata Kelola dan Perkuat Fondasi Keuangan BUMN
Pakar Bantah Perjanjian Dagang dengan AS Bebani Indonesia: Rakyat Butuh Pekerjaan
Inflasi Ramadan 1447 H: Pengamat Minta Eliminasi ‘Mutant Statistics’
Tim Saber Bapanas Temukan Cabai Rawit dan Minyakita Masih Dijual di Atas HET di Lombok Timur
Gubernur NTB Resmikan Pasar Rakyat dan Bazar UMKM di Lombok Timur
Gaji ASN NTB Membeku di Bank NTB Syariah, Sistem Dipertanyakan
Diskop UKM Lotim Imbau Penerima Bantuan Segera Perbaiki Rekening Bermasalah
Pungli Wisata Lombok Tembus Rp 360 Juta per Tahun, Pemerintah Diminta Bertindak Tegas

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 00:55 WITA

Warga Lengkok Embuk Mamben Lauk Khidmati Peringatan Nuzulul Qur’an, Hadirkan Qori Internasional dan Nasional

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:44 WITA

FKKD Bantah Bupati: Penentuan Desil Penerima Sembako Bukan Usulan Desa

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:58 WITA

Buka Puasa Bersama Media, Bupati Lombok Timur Minta Dikritik

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:43 WITA

Bupati Lombok Timur Luncurkan Bantuan Sembako untuk 198.776 Warga Miskin

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:03 WITA

Dinsos Lotim Turun Tangan Usut Oknum Pendamping PKH Penahan ATM KPM di Sakra Barat

Senin, 9 Maret 2026 - 15:57 WITA

Agen BRILink Sekaligus Pendamping PKH di Lombok Timur Diduga Intimidasi KPM demi Keuntungan Pribadi

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:15 WITA

Hadiri HADI ke-73 NW, Menhut Raja Juli: Tokoh Bangsa Lahir dari Pesantren

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:36 WITA

Hearing Bersama Komisi III DPRD, Pelaku Koperasi Lombok Timur Sampaikan Aspirasi

Berita Terbaru

Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menyampaikan pidato saat buka puasa bersama insan media di Pendopo Bupati, Kamis 12 Maret 2026. Ia meminta wartawan tetap kritis mengawal pembangunan meski telah menjalin hubungan baik dengan pemerintah. (Foto: Lombokini.com).

Lombok Timur

Buka Puasa Bersama Media, Bupati Lombok Timur Minta Dikritik

Kamis, 12 Mar 2026 - 20:58 WITA