HMI Lombok Timur Tuntut Evaluasi Kinerja Pemerintahan Iron-Edwin

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HMI MPO Lombok Timur menggelar demonstrasi menuntut evaluasi pemerintahan Iron-Edwin di depan kantor bupati, Jumat 30 Januari 2026. (Foto: Lombokini.com).

HMI MPO Lombok Timur menggelar demonstrasi menuntut evaluasi pemerintahan Iron-Edwin di depan kantor bupati, Jumat 30 Januari 2026. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lombok Timur mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintahan Bupati Haerul Warisin dan Wakil Bupati Moh. Edwin Hadiwijaya (Iron-Edwin).

Puluhan mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati setempat pada Jumat 30 Januari 2026, menilai satu tahun kepemimpinan pasangan dengan Visi Lotim Smart ini gagal membawa perubahan signifikan.

Kritik Terhadap Kinerja dan Program Populis

Koordinator aksi sekaligus Ketua HMI MPO Cabang Lombok Timur, Agamawan Salam, menyatakan pemerintahan Iron-Edwin masih menyisakan banyak persoalan mendasar.

“Mulai dari krisis obat, jaspel puluhan miliar lebih, dugaan korupsi fasilitas pendidikan, hingga pengelolaan anggaran desa. Semua ini menunjukkan lemahnya tata kelola,” tegas Agamawan dalam orasinya.

Massa aksi menilai program pemerintah daerah, seperti bantuan sosial dan UMKM, tidak menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Baca Juga :  Massa Gempur Demo ke Kantor Bupati Lombok Timur, Protes Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

Mereka menyebut kebijakan itu bersifat populis dan hanya menjadi “pelipur lara” tanpa dampak berkelanjutan.

Para demonstran juga menuding adanya motif terselubung pembagian fee untuk tim sukses di balik program tersebut.

Sorotan Tajam Perbup PBB-P2 dan Insentif  Dinilai Timpang

Aksi ini menyoroti Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 9 Tahun 2024 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Perdesaan (PBB-P2). HMI menyesalkan Bupati Haerul Warisin belum menepati janjinya untuk membatalkan Perbup yang ditetapkan Penjabat Bupati Juaini Taofik pada Maret 2024 itu.

Agamawan memaparkan aturan tersebut mengalokasikan insentif pemungutan PBB secara timpang. Bupati mendapat porsi 3,8%, Wakil Bupati 3,52%, dan Sekretaris Daerah 3,48%. Sementara, petugas pemungut di desa hanya menerima 5%.

Baca Juga :  IPM Lotim Naik Signifikan, Tokoh Pendidikan Sebut Kontribusi Dinas Dikbud

“Mereka mencekik masyarakat. Tiga pejabat tertinggi secara kolektif menikmati 10,8% dari insentif yang seharusnya lebih besar dinikmati oleh 1,4 juta lebih rakyat Lombok Timur,” paparnya.

Tuntutan Evaluasi dan Sikap Bupati yang Dinilai Tertutup

HMI juga menyayangkan sikap Bupati yang dinilai tidak kooperatif dan kerap absen menemui massa aksi secara langsung.

“Ini menunjukkan minimnya keberanian dan komitmen kepala daerah membuka ruang dialog,” ujar Agamawan.

Melalui aksi ini, HMI mendesak Pemerintah Daerah segera mengevaluasi seluruh kebijakan dan kinerja perangkat daerah.

Mereka menuntut agar kepentingan rakyat menjadi prioritas utama, termasuk membatalkan Perbup 9/2024 yang dianggap tidak adil. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

TNI dan Pemda Lombok Timur Buka TMMD Ke-128, Satukan Langkah Membangun Desa
IPM Lotim Naik Signifikan, Tokoh Pendidikan Sebut Kontribusi Dinas Dikbud
Bupati Lombok Timur Minta Maaf soal Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg
Massa Gempur Demo ke Kantor Bupati Lombok Timur, Protes Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg
Tokoh Pendidikan Pertanyakan Arah Kebijakan Strategis Pendidikan Lombok Timur
Istri Bupati Lombok Timur Bagikan Mi Instan dan Terigu ke Ibu Hamil, Langgar Juknis MBG
Ratusan Warga Segel Kantor Desa Kerongkong, Desak Kades Mundur karena Pinjam Dana Kas Masjid Rp 170 Juta
Pedagang Bantah Klaim Wakil Bupati: Penutupan SPPG Tak Berdampak pada Ekonomi Warga

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 16:40 WITA

Prabowo Lantik Enam Pejabat, dari Aktivis Buruh hingga Penasihat Khusus

Kamis, 19 Maret 2026 - 16:07 WITA

Evaluasi Satu Dekade SDGs, Mahasiswa UMY Ajak Inovator Dunia Bertanding di KPM Competition 2026

Jumat, 6 Maret 2026 - 15:50 WITA

Pendaftaran Sudah Ditutup, BGN Minta Masyarakat Waspadai Penipuan Jual Beli Titik SPPG

Kamis, 5 Maret 2026 - 22:15 WITA

Danantara Benahi Tata Kelola dan Perkuat Fondasi Keuangan BUMN

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:45 WITA

Buya Yahya Ajak Masyarakat Doakan Prabowo di Istana: ‘Jadi Presiden Itu Berat’

Rabu, 4 Maret 2026 - 23:22 WITA

Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman Jelang Lebaran

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:33 WITA

Pakar Bantah Perjanjian Dagang dengan AS Bebani Indonesia: Rakyat Butuh Pekerjaan

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:30 WITA

Prabowo Perintahkan Cadangan BBM Ditingkatkan Jadi Tiga Bulan

Berita Terbaru

Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menghadiri panen padi kemitraan bersama PT Agrinas dan mengajak petani mendukung kemandirian pangan di Desa Montong Baan, Kecamatan Sikur, Kamis 13 Maret 2025. (Foto: Lombokini.com).

Opini

Swasembada Pangan di Lombok Timur: Apakah Sudah Tercapai?

Rabu, 22 Apr 2026 - 10:52 WITA