Dua Kader Himmah NWDI Luka Berat Usai Bentrok dengan Aparat di Kantor Bupati Lombok Timur

Kamis, 22 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dua Kader Himmah NWDI Luka Berat Usai Bentrok dengan Aparat di Kantor Bupati Lombok Timur. (Foto: Lombokini.com/Tangkapan Layar).

Dua Kader Himmah NWDI Luka Berat Usai Bentrok dengan Aparat di Kantor Bupati Lombok Timur. (Foto: Lombokini.com/Tangkapan Layar).

LOMBOKINI.com – Bentrokan antara aparat dan pengunjuk rasa di halaman Kantor Bupati Lombok Timur pada Kamis 22 Januari 2026 melukai dua mahasiswa. Keduanya mengalami luka serius dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Kericuhan terjadi ketika ratusan massa dari Koalisi Rakyat Lombok Timur mendatangi kantor bupati untuk menuntut dialog langsung dengan Bupati Haerul Warisin.

Massa menyatakan kepemimpinan daerah setempat tidak memenuhi janji transparansi dan keadilan sesuai visi Lombok Timur Smart.

Aparat keamanan kemudian membubarkan massa secara paksa. Aksi itu mengakibatkan dua kader Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (Himmah NWDI), Bima Tian dan Mariadi, mengalami luka-luka.

Baca Juga :  Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Bima Tian menerima tujuh jahitan di pelipisnya. Sementara Mariadi menderita luka robek di mulut, kehilangan tiga gigi, dan satu gigi patah. Tim medis IGD RSUD dr. R. Soedjono Selong juga menemukan serpihan logam di gusi Mariadi.

Ketua Pemuda NWDI Lombok Timur, Muhammad Mahsar, mengecam tindakan aparat sebagai tindakan biadab. Ia menuding Bupati Haerul Warisin absen dan lepas tanggung jawab sehingga memicu eskalasi.

“Ketika pemimpin absen dari ruang dialog, aparat sering kali mengisi kekosongan itu dengan kekerasan,” tegas Mahsar.

Hadiyat Dinata dari lembaga IT99 menyatakan penemuan serpihan logam pada korban memperkuat dugaan penggunaan kekerasan berlebihan oleh aparat. Ia mengingatkan bahwa kepemimpinan daerah harus menjawab aspirasi dengan dialog, bukan represi.

Baca Juga :  DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

Koalisi Rakyat Lombok Timur mendesak Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur di bawah pemerintahan Haerul Warisin dan Edwin Hadiwijaya untuk bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut dan menuntut evaluasi menyeluruh terhadap tindakan aparat.

Dia mengatakan peristiwa ini menambah daftar korban kekerasan setelah seorang kader PMII telah lebih dulu mengalami luka robek di pelipisnya pada Selasa 20 Januri 2026. Total korban kini menjadi tiga orang.

“Pemerintahan dengan visi Lombok Timur Smart kini hanya menyisakan duka mendalam di Gumi Patuh Karya,” pungkasnya. ***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
Warga Ekas Buana Gelar Aksi, Soroti Dugaan Hubungan Sekdes dengan Perempuan hingga Hamil di Luar Nikah
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Rabu, 23 September 2026 - 20:56 WITA

Warga Ekas Buana Gelar Aksi, Soroti Dugaan Hubungan Sekdes dengan Perempuan hingga Hamil di Luar Nikah

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA