Derita Bu Rusna, Pedagang Kecil di Kantin Pemda Lombok Timur

Senin, 16 Juni 2025 - 22:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasib Pilu Bu Rusna, Pedagang Kantin Pemda Lombok Timur: Antara Janji Bantuan dan Realita Sepi Pembeli. (Foto: Lombokini.com)

Nasib Pilu Bu Rusna, Pedagang Kantin Pemda Lombok Timur: Antara Janji Bantuan dan Realita Sepi Pembeli. (Foto: Lombokini.com)

LOMBOKINI.com Bu Rusna (57 tahun) memandangi meja-meja kosong di kantin sederhananya dengan lesu. Perempuan paruh baya ini jelas merasakan dampak drastis dari sepi nya aktivitas perkantoran di kompleks Pemda Lombok Timur.

“Sebelum ada kantor Bupati baru, pembeli selalu ramai di kantin saya,” keluhnya dengan suara berat saat Lombokini.com berkunjung ke kantinnya, pada Senin 16 Juni 2025. “Sekarang, saya bisa duduk berjam-jam tanpa kedatangan pembeli sama sekali,” tambahnya sambil memegang erat gelas kopi yang tak kunjung laku, Senin 16 Juni

Nasib Pilu Pedagang Kantin Pemda Lombok Timur: Antara Janji Bantuan dan Realita Sepi Pembeli
Nasib Pilu Pedagang Kantin Pemda Lombok Timur: Antara Janji Bantuan dan Realita Sepi Pembeli. (Foto: Lombokini.com).

Tak hanya memangkas jam operasional, kondisi ini juga memaksa Bu Rusna mengurangi stok dagangannya secara drastis.

Padahal, setelah puluhan tahun berjualan, pemerintah sama sekali tidak pernah memberikan bantuan modal usaha maupun Program Keluarga Harapan (PKH).

“Ke mana lagi saya harus mengadu?” tanyanya dengan suara serak sambil menatap dagangannya yang mulai berdebu. Kerut di wajahnya semakin dalam seiring beban ekonomi yang kian menekan.

Baca Juga :  Pusat Keluarkan Bantuan Revitalisasi Sekolah untuk Lombok Timur Usulan DPR dan DPD, Kadis Dikbud Lotim Ungkapkan Hal Ini
Stok Dagangan Bu Rusna dan Harapan Menipis: Suara Pedagang Kecil yang Tak Tersentuh Bantuan PKH di Lombok Timur.
Stok dagangan Bu Rusna dan harapan menipis, Pedagang kecil yang tak tersentuh bantuan modal usaha di Lombok Timur. (Foto: Lombokini.com).

Nasib Bu Rusna ternyata mewakili puluhan pedagang kecil lain di Lombok Timur. “Dulu sejak pagi sudah mengantre untuk beli kopi atau nasi bungkus. Sekarang, saya harus rela menunggu seharian tanpa pembeli,” ujarnya sambil mengusap keringat di dahinya.

Janji Bantuan Mandek di Birokrasi

Meskipun pemerintah Lombok Timur sudah mengumumkan program bantuan UMKM sejak April 2025, nyatanya realisasi bantuan masih terhambat birokrasi yang berbelit. Setiap pagi, Bu Rusna tetap membuka kantinnya dengan harapan tipis, hanya untuk menutupnya kembali dengan dagangan yang hampir utuh.

“Kami terus menanti realisasi janji itu,” katanya sambil membersihkan piring-piring yang masih bersih. Ia berjuang keras melawan waktu, berharap bantuan segera turun sebelum usahanya benar-benar kolaps.

Klaim Pemerintah Tak Sejalan dengan Fakta di Lapangan

Di sisi lain, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin dan Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya terus mengklaim sedang memprioritaskan bantuan UMKM. Bahkan, Bupati dengan tegas menyatakan akan menambah anggaran bantuan modal usaha di tahun 2025.

Baca Juga :  Polres Lombok Timur Merotasi Kasat Intelkam dan Dua Kapolsek

“Kami benar-benar memprioritaskan program bantuan modal UMKM tahun ini,” tegas Bupati dalam konferensi pers 21 April 2025. Namun sayangnya, pemerintah tetap memberlakukan kriteria ketat dengan mengutamakan pedagang asongan, bakulan, dan kaki lima yang paling terdampak.

Sementara janji bantuan masih mengambang, Bu Rusna terus bertahan dengan gigih. Setiap hari ia tetap membuka usaha, meski hanya untuk menghitung kerugian dari dagangan yang tak laku.

Kini, Bu Rusna hanya bisa berharap dan berdoa agar janji pemerintah tidak sekadar menjadi wacana belaka. Nasib pedagang kecil seperti Bu Rusna benar-benar tergantung pada realisasi program yang hingga kini masih menjadi tanda tanya. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Yayasan Cahaya Untuk Negeri Salurkan Lebih dari 4.000 Paket Daging Kurban ke Pelosok Lombok Timur
Bupati Tegaskan Petugas Sensus Ujung Tombak Ketepatan Perencanaan
Bupati Lombok Timur Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026
Hanya 6 dari 12 Armada Layak Operasi, Kadis Damkarmat Lotim Dorong Pengadaan Lewat Pokir Dewan
Damkarmat Lombok Timur Wajibkan Simulasi Kebakaran untuk Akreditasi Puskesmas
Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun
Kabut Tebal Tunda Evakuasi Helikopter Pendaki Malaysia Cedera Tulang Belakang di Rinjani
Sekda Lotim Saksikan Bule Swiss Ucap Syahadat di Penutupan TC MTQ XXXI 2026

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:21 WITA

FITRA NTB Dorong Citizen Budget, APBD Tak Lagi Jadi Dokumen Gelap

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:44 WITA

Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun

Senin, 25 Mei 2026 - 10:30 WITA

Qoriah Asal Lombok Tengah Harumkan NTB di MTQ Internasional 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:08 WITA

NTB Perluas Cakupan MBG dan Targetkan 30 Persen Kebutuhan Pangan dari Produksi Lokal

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:05 WITA

NTB Kirim 24.974 Sapi Kurban ke Jabodetabek, Perputaran Uang Tembus Rp 500 M

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:15 WITA

DPRD NTB Sahkan Raperda Pajak Daerah, Targetkan Tambahan Rp 160 Miliar

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:27 WITA

TPID NTB Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Idul Adha

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:46 WITA

Dishub NTB Serahkan Sertifikat Keselamatan ke Perusahaan Angkutan Umum

Berita Terbaru

Lombok Timur

Bupati Tegaskan Petugas Sensus Ujung Tombak Ketepatan Perencanaan

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:10 WITA

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, memukul gong didampingi jajaran pejabat terkait sebagai tanda pembukaan pelatihan Petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Syariah Lombok Hotel, Selong, Jumat 29 Mei 2026. (Foto: Lombokini.com).

Lombok Timur

Bupati Lombok Timur Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:00 WITA