Dari Cangkul ke Toga: Kisah Doktor Ical Taklukkan Taiwan

Senin, 9 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rizal M. Suhardi (Ical). (Foto: Lombokini.com/Istimewa).

Rizal M. Suhardi (Ical). (Foto: Lombokini.com/Istimewa).

LOMBOKINI.com – Matahari menyengat hamparan hijau lahan tembakau di Desa Selaparang, Lombok Timur, tak mampu melunturkan semangat Rizal M. Suhardi.

Pria yang akrab disapa Ical ini justru mengubah kesederhanaan hidupnya menjadi kekuatan pendorong.

Sejak kecil, Ical membantu orang tuanya menggarap ladang. Tangannya yang selalu berlumpur mencengkeram cangkul dengan tekun, sementara pikirannya melambung tinggi mengejar mimpi.

“Pendidikan adalah jalan perubahan,” gumam Ical setiap kali memandang hamparan tembakau tak berujung di hadapannya kala itu.

Tahun 2014, Ical menyandang gelar Sarjana Pendidikan Biologi dari Universitas Hamzanwadi. Namun, ia tak berpuas diri. Beasiswa LPDP mengantarkannya ke Universitas Gadjah Mada, tempat ia meraih gelar magister dengan prestasi gemilang.

Baca Juga :  Dukung Edaran Dikbud, Satlantas Polres Lotim Siap Tertibkan Pelajar Pengendara Motor

Tahun 2022 membuka babak baru. National Sun Yat-sen University di Taiwan menganugerahinya tiga beasiswa sekaligus: NSYSU Scholarship, Elite Doctoral Scholarship, dan Dr. Chi-Chu Tsai Memorial Scholarship.

Di kancah internasional ini, Ical tak sekadar menjadi peneliti. Ia memimpin sebagai Research Assistant sekaligus Program Manager di Straya Language Institute, membimbing ratusan mahasiswa Indonesia meraih beasiswa.

Baca Juga :  Polemik Seputar Hari Jadi Lombok Timur: 'Onder Afdeling'

Tahun 2025 mencatat puncak perjuangannya. Dengan bangga, Ical mengenakan toga doktoral di podium wisuda. Gelar Doktor Biologi kini menjadi milik putra terbaik Lombok Timur ini.

Kini, Ical rutin kembali ke Lombok untuk menularkan semangat pada generasi muda. “Asal bukan penghalang,” tegasnya. “Mimpi dan kerja keraslah yang menentukan masa depan,” pesan Rizal M. Suhardi.

Dari teriknya ladang tembakau hingga dinginnya laboratorium Taiwan, Ical membuktikan: pendidikan tak pernah mengkhianati kesungguhan hati. ***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi
Buka FTBI 2026 Selong: Dikbud Tegaskan Larangan Siswa Bawa Motor dan Angin Segar Bagi 4.889 Guru Paruh Waktu
Dukung Edaran Dikbud, Satlantas Polres Lotim Siap Tertibkan Pelajar Pengendara Motor
Melalui FTBI 2026, Dikbud Lombok Timur Bentengi Bahasa Sasak dari Arus Modernisasi
HMPS SI FT Unham Gelar Seminar Pangan Hadirkan Sekda Lotim
Mahasiswa KKN ITSKes Muhammadiyah Selong Gelar Sosialisasi dan Pemberian Makanan Tambahan bagi 55 Balita Stunting
Wabup Lotim Tinjau SMPN 2 Selong, Soroti Fasilitas Minim dan Komite Vakum 6 Tahun
Di Sisi Megah Pendopo, Siswa SMPN 2 Selong Terpaksa Belajar Tanpa Meja dan Buang Air ke Toilet Masjid

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 23:39 WITA

Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi

Minggu, 6 September 2026 - 21:43 WITA

Buka FTBI 2026 Selong: Dikbud Tegaskan Larangan Siswa Bawa Motor dan Angin Segar Bagi 4.889 Guru Paruh Waktu

Minggu, 6 September 2026 - 06:48 WITA

Dukung Edaran Dikbud, Satlantas Polres Lotim Siap Tertibkan Pelajar Pengendara Motor

Sabtu, 5 September 2026 - 19:56 WITA

Melalui FTBI 2026, Dikbud Lombok Timur Bentengi Bahasa Sasak dari Arus Modernisasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:46 WITA

HMPS SI FT Unham Gelar Seminar Pangan Hadirkan Sekda Lotim

Berita Terbaru

Masjid Agung Al-Mujahidin. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Masjid Rp 50 Miliar ‘Mendesak untuk Siapa’?

Rabu, 30 Sep 2026 - 18:58 WITA