BBPOM Mataram Gelar Edukasi Keamanan Pangan di Pondok Pesantren Rinjani

Senin, 5 Agustus 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BBPOM Mataram Gelar Edukasi Keamanan Pangan di Pondok Pesantren Rinjani. (foto/istimewa)

BBPOM Mataram Gelar Edukasi Keamanan Pangan di Pondok Pesantren Rinjani. (foto/istimewa)

LOMBOKINI.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram melaksanakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di Pondok Pesantren Putra Rinjani, Desa Suntalangu, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Senin 5 Agustus 2924.

Acara ini dihadiri oleh 123 peserta yang terdiri dari guru dan siswa dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) kelas 6, Madrasah Tsanawiyah (MTs) kelas 3, dan Madrasah Aliyah (MA) kelas 3.

Dalam kegiatan ini, Tim Penyuluh BBPOM di Mataram memberikan materi mengenai Keamanan Obat dan Makanan, Gizi Seimbang, dan pengenalan Aplikasi BPOM Mobile.

Selain penyampaian materi, BBPOM juga menampilkan display produk yang Tidak Memenuhi Ketentuan, seperti produk tanpa izin edar atau yang mengandung bahan berbahaya. Display ini bertujuan untuk mempermudah pemahaman peserta mengenai produk-produk yang harus diwaspadai.

Baca Juga :  Bupati Lotim dan Lobar Bersepakat, Solusi Nyata atau Sandiwara Birokrasi?

Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara BBPOM di Mataram dan Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan Komisariat Universitas Mataram.

Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung, terutama dalam sesi diskusi interaktif yang mendalam tentang tips memilih produk obat dan makanan yang aman, serta bahaya produk tanpa izin edar.

Kepala BBPOM di Mataram, Yosef Dwi Irwan, menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran akan obat dan makanan yang aman dan bermutu sejak usia dini.

Baca Juga :  Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

“Untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, generasi muda saat ini harus dilengkapi dengan pengetahuan yang memadai tentang keamanan pangan,” ujar Yosef, melalui keterangan resminya, Sabtu, 10 Agustus 2024.

Yosef juga menekankan bahwa BBPOM di Mataram tidak bisa bekerja sendiri dalam melindungi masyarakat dari produk obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan.

Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang solid antara akademisi, masyarakat, pelaku usaha, dan media untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi seluruh masyarakat Indonesia. ***

Penulis : Ong

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS
Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan
Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario
RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
Mahasiswa KKN ITSKes Muhammadiyah Selong Gelar Sosialisasi dan Pemberian Makanan Tambahan bagi 55 Balita Stunting
Seleksi Nakes Teladan Tingkat Provinsi NTB 2026, Lombok Timur Usung Tiga Inovasi Unggulan
Kejar Target UHC, Pemda Lotim Dorong Kepesertaan BPJS Kesehatan Segmen Pekerja

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:22 WITA

LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:29 WITA

Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Rabu, 30 September 2026 - 15:19 WITA

RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Berita Terbaru