Pemkab Lotim-Unram Teken Hibah Lahan Riset Rumput Laut dan Klinik Spesialis di Ekas

Kamis, 30 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lombok Timur Haerul Warisin dan Rektor Unram Prof. Sukardi menandatangani hibah lahan untuk pusat riset rumput laut dan klinik spesialis kepulauan di Ekas, Kamis 30 April 2026 di Ruang Rapat Bupati. (Foto: Lombokini.com/Humas Pemkab Lotim).

Bupati Lombok Timur Haerul Warisin dan Rektor Unram Prof. Sukardi menandatangani hibah lahan untuk pusat riset rumput laut dan klinik spesialis kepulauan di Ekas, Kamis 30 April 2026 di Ruang Rapat Bupati. (Foto: Lombokini.com/Humas Pemkab Lotim).

LOMBOKINI.com – Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, bersama Rektor Universitas Mataram (Unram) menandatangani dokumen hibah lahan dari Pemkab Lombok Timur. Pemerintah daerah menghibahkan lahan itu untuk membangun pusat penelitian rumput laut dan klinik spesialis kedokteran kepulauan di Ekas, Kamis 30 April 2026.

Pertemuan di Ruang Rapat Bupati itu juga membahas isu kesehatan daerah. Para pihak mengaitkan pembahasan tersebut dengan arah RPJMN serta RPJMD.

Pemkab Lombok Timur menilai rasio dokter yang rendah dibanding jumlah penduduk yang besar membutuhkan terobosan kebijakan. Karena itu, pemerintah daerah memerlukan komunikasi teknis yang lebih efektif antara pemda dan pihak kampus.

Bupati mengakui, pemerintah daerah saat ini fokus menangani penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi warga Lombok Timur.

“Terkait BPJS, jika kami tidak menemukan siasat, maka harus menambah sekitar Rp 55 miliar. Kendati demikian, patut disyukuri Lotim masih mampu membangun sedikit demi sedikit,” ujarnya.

Baca Juga :  Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Pemkab Lombok Timur juga akan mengevaluasi tambahan subsidi bagi mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dalam rangka penguatan layanan kesehatan.

Selama ini, Pemkab Lombok Timur rutin menganggarkan subsidi bagi lulusan kedokteran Unram yang telah mengabdi. Pemerintah daerah kemudian memberikan rekomendasi kepada mereka untuk melanjutkan pendidikan spesialis.

“Melalui Pak Rektor, kita bangun komunikasi dan kerja sama yang lebih teknis. Agar para lulusan spesialis ini ke depan merasa terikat untuk kembali mengabdi ke daerah,” harapnya.

Soal pemanfaatan lahan hibah di Ekas, Bupati berharap kawasan itu berkembang secara terpadu. Pemerintah daerah telah merintis Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di lokasi yang sama. Mereka juga mendukung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di kawasan tersebut.

Ke depan, pemerintah akan melengkapi kawasan itu dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) dan pabrik es batu. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas harga hasil tangkapan nelayan di lapangan.

Baca Juga :  Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Rektor Unram, Sukardi, mengatakan pihaknya tidak hanya membahas pemanfaatan lahan hibah. Mereka juga menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas dengan Pemkab Lombok Timur, termasuk dukungan bagi mahasiswa kedokteran yang menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana perkuliahan.

Bupati juga menyinggung kemungkinan pemberian subsidi biaya pendidikan atau uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa asal Lombok Timur di Unram pada kategori grade 3 atau kelompok kurang mampu.

Rombongan Unram yang terdiri atas rektor, guru besar, dan jajaran kampus turut menghadiri pertemuan itu. Sementara dari pihak Pemkab Lombok Timur, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kesehatan, dan Kepala BPKAD Lombok Timur turut mendampingi Bupati. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun
Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?
Pemkab Lombok Timur Petakan Kebutuhan ASN, Ribuan Tenaga Honorer Masuk Usulan

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WITA

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Rabu, 9 September 2026 - 14:14 WITA

Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Berita Terbaru