Anak Muda dan Pilkada 2024

Minggu, 20 Oktober 2024 - 05:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhammad Adzkarurrabbani Zohri. (Foto: Lombokini.com/Istimewa).

Muhammad Adzkarurrabbani Zohri. (Foto: Lombokini.com/Istimewa).

Oleh : Muhammad Adzkarurrabbani Zohri

Pilkada atau pemilihan kepala daerah se luruh Indonesia yang akan berlangsung pada 27 November mendatang, Pilkada kali ini akan mengahdirkan warna baru yang cukup menarik, yakni banyaknya anak muda yang memutuskan untuk ikut mewarnai nuansa pilkada yang akan mendatang, peran yang di ambil anak muda kali ini bukan hanya sebagai peserta pemilih saja namun mereka juga banyak mengambil peran sebagai peserta pilkada atau ikut menjadi kontetstan dalam pesta demokrasi kali ini. Hal ini menjadi menarik dikarenakan saat ini anak muda yang biasanya memiliki kebiasaan menghabiskan waktu luangnya dengan baringan atau bermalas-malasan, namun ternyata anak muda kali ini memiliki perhatiaan yang lebih terhadap proses demokrasi yang sedang berlangsung di negeri ini.

Mungkin ada beberapa factor yang membuat mereka memutuskan untuk ikut andil dalam kontestasi pilkada kali ini, antara lain : anak muda di sebut haus akan kehadiran pemimpin baru yang mampu mengayomi dan melaksanakan tugasnya sesuai dengan janji-janji politiknya, selain itu factor yang membuat mereka ingin hadirnya perubahan dalam sistem pemerintahan kita ini semua dampak dari kondisi ekonomi Indonesia yang mungkin bisa di bilang tidak stabil atau bahkan semakin merosot contoh saja harga-harga bahan pokok yang semakin menjulang tinggi, lapangan pekerjaan yang semakin sulit juga menjadi pemicu anak muda mengingkan perubahan, selain factor ekonomi mereka juga sudah bosan dengan dinamika bikrokrasi kita yang tidak berkembang baik di karenakan posisi strategis banyak diisi oleh orang-orang yang mungkin tidak memiliki kredibiltas yang sesuai dengan penempaatannya

Perubahan yang di maksud adalah perubahan dalam kualitas dan kuwantitas artinya anak muda berharap pemimpin yang terpilih nanti akan mampu menghasilkan inovasi-inovasi baru yang akan memberikan dampak positif yang tinggi terhadap Masyarakat, dan anak muda juga berharap mereka bisa ikut di libatkan dalam pengambilan kebijakan yang ada di daerah mereka masing- masing, sehingga mereka menyimpulkan tidak bisa hanya menjadi pengawas dalam pengambil kebijakan ini namun mereka juga harus ikut dalam proses tersebut yakni dengan cara masuk ke dalam dunia pemerintahan melalui sektor yang berbeda-beda. Ada yang memutuskan ikut berkontribusi melalui bidang legislatif seperti maju menjadi anggota DPRD Kabupaten/Provinsi bahkan ada juga yang lolos menjadi Anggota DPR RI pada pemilu kemarin ada beberapa nama antara lain Tahun), Cindy Monica Salsabila (24 Tahun), Andi Amar Ma’ruf Sulaiman (24 Tahun) dan masih banyak nama – nama lain yang memiliki usia tergolong sangat muda. Selain itu pada pemilihan kepala daerah (eksekutif) banyak juga di isi oleh nama – nama baru yang berlatar belakang anak muda antara lain ada Hilmy Yassar (27 tahun) Calon Walikota Tegal, Erena Cosgrova Franscies (25 Tahun) Calon Wakil Wali Kota Kupang itu baru beberapa saja dari sekian banyak anak muda yang memutuskan maju sebagai petarung dalam kontetasi pemilihan kepala daerah 2024.

Baca Juga :  Ate Bakat: Konseptualisasi Estetika Sasak

Selain menjadi peserta anak muda juga di anggap memiliki basis suara yang besar & memiliki daya magnet yang besar untuk menarik pemilih, hal ini membuat banyak pasang calon (paslon) kepala daerah yang menunjuk anak muda sebagai icon atau bahkan menjadi juru bicaranya, salah satunya adalah paslon cagub dan cawagub di NTB yang memiliki juru bicara dari kalangan anak muda Ahmad Munjizun & Herlia Prastika, ini menunjukkan eksitensi anak muda sangat besar dalam pilkada 2024. Peranan ini di landsakan karena anak muda di sebut sebagai pemilih yang tergolong cerdas sehingga banyak paslon melirik anak muda sebagai magnet yang akan mampu menarik/mempengaruhi pemili dengan usia yang lebih tua. Dengan banyaknya kontribusi anak muda ini tentunya ini menjadi bukti bahwa ini bisa di sebut sebagai masa transisi dalam dunia perpolitikan di Indonesia saat ini.

Baca Juga :  Londo Ireng dan Malu Menjadi Indonesia  (terbuka untuk Prabowo Subianto)

Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin Menuturkan “Kita harus mengapresiasi banyaknya anak muda yang masuk untuk ikut berkontribusi melalui bagian Legislatif, dengan visi misi yang mereka bawa tentunya nanti mereka harus mampu mewujudkan visi misi tersebut, jangan hanya kencang di awal saja namun di pertengahan mulai kendok, karena public menuntut 2 hal yakni Kuantitas dan Kualitas, yang di mana kuantitasnya diperbanyak untuk memberikan lapangan kerja bagi mereka namun jangan lupa kuantitas kerja yang banyak tadi harus di tunjang dengan kualitas yang baik”

Tentunya harapan kita dengan banyak nya anak muda yang saat ini yang ikut andil sebagai pemangku kebijakan baik itu di ranah legislatif maupun eksekutif akan mampu menghadirkan kebijkan-kebijkan baru yang akan memberikan dampak yang lebih baik terhadapn Masyarakat banyak sehingga akan mampu menghasilkan inovasi baru dalam sistem pemerintahan di seluruh daerah secara garis besarnya di seluruh Indonesia. ***

Penulis adalah Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 

Penulis : Muhammad Adzkarurrabbani Zohri

Sumber Berita : Opini

Berita Terkait

Ate Bakat: Konseptualisasi Estetika Sasak
Beroperasinya Smelter PT. AMMAN: Renegoisasi Royalti 
Londo Ireng dan Malu Menjadi Indonesia  (terbuka untuk Prabowo Subianto)
Lombok Barat Dikutuk Guru Dane
Iqbal-Dinda: Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di NTB      
Dinas Kebudayaan NTB Tak Mampu Mengurus Kebudayaan
Bangkitnya Kelas Menengah: Kurva Gajah   
Mendedah Era Reformasi: Sebuah Refleksi   

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:35 WITA

Wabup Lotim Tinjau SMPN 2 Selong, Soroti Fasilitas Minim dan Komite Vakum 6 Tahun

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:31 WITA

Di Sisi Megah Pendopo, Siswa SMPN 2 Selong Terpaksa Belajar Tanpa Meja dan Buang Air ke Toilet Masjid

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:44 WITA

Empat Mahasiswa Universitas Hamzanwadi Raih Juara I PEKSIMIDA, Siap Wakili NTB ke PEKSIMINAS

Minggu, 12 Juli 2026 - 21:59 WITA

80 Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:18 WITA

Menulis untuk Merapikan Pikiran, Begitu Modal Dasar Meditasi yang Baik

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:46 WITA

Seleksi Nakes Teladan Tingkat Provinsi NTB 2026, Lombok Timur Usung Tiga Inovasi Unggulan

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:13 WITA

Miris! Kepatuhan Berkendara di Lombok Timur di Bawah 50 Persen, Polantas: Biaya Operasi Kepala Rp 200 Juta, Helm Cuma Rp 150 Ribu

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:05 WITA

Kejar Target UHC, Pemda Lotim Dorong Kepesertaan BPJS Kesehatan Segmen Pekerja

Berita Terbaru

PT Bintang Perdana Gemilang. [Foto: Istimewa]

Advertorial

PT. BINTANG PERDANA GEMILANG

Rabu, 19 Agu 2026 - 20:02 WITA