Sister Hong Lombok Bantah Tuduhan Penipuan dan Pelecehan

Minggu, 16 November 2025 - 15:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deni Apriadi atau'Sister Hong Lombok' (tengah, baju kuning) membantah tuduhan penipuan dan pelecehan ibadah dalam klarifikasi pers di Mataram, Ahad 16 November 2025. (Foto: Lombokini.com).

Deni Apriadi atau'Sister Hong Lombok' (tengah, baju kuning) membantah tuduhan penipuan dan pelecehan ibadah dalam klarifikasi pers di Mataram, Ahad 16 November 2025. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Deni Apriadi Rahman (23), pria yang dikenal sebagai ‘Sister Hong Lombok’, akhirnya memberikan klarifikasi terbuka untuk membantah segala tuduhan yang beredar luas di masyarakat.

Ia menegaskan bahwa penggunaan jilbabnya murni sebagai bentuk ekspresi diri dan kekaguman pada perempuan berjilbab, bukan untuk menipu atau melecehkan.

“Saya sama sekali tidak berniat menjadikan busana itu sebagai alat menipu atau melecehkan,” ujarnya di sebuah kafe di Mataram, pada Ahad 16 November 2025.

Baca Juga :  KPK Buka JNBA 2026 dari Mataram, Usung Tema 'Dari Timur untuk Indonesia Berintegritas'

Deni juga membantah keras tuduhan yang menyebutnya salat di saf perempuan. Ia menekankan komitmennya dalam menghormati ajaran agama.

“Tuduhan itu tidak benar. Saya menghormati agama, rumah ibadah, dan tata cara ibadah,” tegasnya.

Pria asal Lombok Tengah ini pun mengungkap kondisinya sebagai penyintas tunarungu sejak kecil. Kondisi pendengarannya justru memburuk setelah ia mengalami kecelakaan di usia 10 tahun.

Sebagai seorang Make-up Artist (MUA), Deni mengaku mempelajari seluruh keterampilan makeupnya secara otodidak melalui YouTube dan media sosial.

Baca Juga :  KAI Tutup Rakernas 2026 dengan Perayaan HUT ke-18 di NTB

Viralnya postingan tentang dirinya di media sosial telah membanjirkan ribuan komentar negatif, cacian, dan ancaman ke akun pribadinya. Gelombang cyberbullying tersebut memberikan tekanan mental yang sangat berat baginya.

Deni menegaskan, berbagai narasi yang beredar tidak sesuai kenyataan. Ia merasa telah menjadi korban fitnah yang merusak nama baik dan kehidupan pribadinya. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

KPK Buka JNBA 2026 dari Mataram, Usung Tema ‘Dari Timur untuk Indonesia Berintegritas’
Bangun Reputasi Lewat Integritas, Bung Heru Besarkan Seniman Hukum Law Firm di NTB
KAI Tutup Rakernas 2026 dengan Perayaan HUT ke-18 di NTB
Ketua PMI Lombok Barat Bantah Tuduhan Penyelewengan Anggaran Darah Rp 150 Juta
Unram Bubarkan Pemutaran Film ‘Pesta Babi’ di Area Kampus, Mahasiswa Protes
Bupati Lombok Timur Lepas 393 JCH Kloter 9 Embarkasi Lombok
S Bantah Gelapkan Rp 1,05 Miliar Dana Pembangunan Dapur MBG di Lombok Timur
Musancab PDIP Kota Mataram Dibuka, Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:00 WITA

Sastra Menjadi ‘Suaka’ di Tengah Absurditas Era Digitalisasi

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:28 WITA

Menjaga Kewarasan di Era Digital: Haul ke-4 Buya Syafii Maarif di Selong Kupas Tuntas Eksistensi Manusia dan AI

Senin, 1 Juni 2026 - 10:30 WITA

Kepala SMAN 1 Keruak Ajak Amalkan Pancasila dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:54 WITA

Pusat Keluarkan Bantuan Revitalisasi Sekolah untuk Lombok Timur Usulan DPR dan DPD, Kadis Dikbud Lotim Ungkapkan Hal Ini

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:50 WITA

Kemendikdasmen Tegaskan Guru Non-ASN Tetap Boleh Mengajar di Sekolah Negeri

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:15 WITA

Penguatan TC Berjenjang Dongkrak Kemampuan Kafilah MTQ Lotim, Pelatih Antisipasi Jeda Lomba

Senin, 18 Mei 2026 - 22:58 WITA

Pemprov NTB Reformasi Pendidikan, Sinkronkan Data hingga Program Magang Jepang

Senin, 18 Mei 2026 - 22:32 WITA

20 Persen Dana BOSP 2026 Boleh untuk Gaji Honorer, Lombok Timur Segera Terapkan

Berita Terbaru

Stok Pertalite Tersedia, Pertamina Siaga Penuhi Kebutuhan di Seluruh Wilayah. (Foto: Tamrin/Lombokini.com).

Nasional

Pertamina Pastikan Stok Pertalite Cukup dan Distribusi Normal

Jumat, 12 Jun 2026 - 22:25 WITA