Pemkab Lombok Timur Ambil Alih Pengelolaan Wisata Otak Kokoq Joben

Rabu, 13 Agustus 2025 - 23:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Lombok Timur Ambil Alih Pengelolaan Wisata Otak Kokoq Joben. (Foto: Lombokini.com/Tangkapan Layar).

Pemkab Lombok Timur Ambil Alih Pengelolaan Wisata Otak Kokoq Joben. (Foto: Lombokini.com/Tangkapan Layar).

LOMBOKINI.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur resmi mengambil alih pengelolaan destinasi wisata Otak Kokoq Joben di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading. Destinasi ini sebelumnya dikelola Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR).

Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menyatakan, Pemkab akan mengelola destinasi tersebut secara penuh melalui pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru.

“Saat ini, kami sedang menertibkan izin pengelolaan di Kementerian Kehutanan RI. Sementara, izin operasionalnya masih menggunakan PT. Energi Selaparang,” jelas Bupati di Labuhan Haji, Rabu 13 Agustus 2025.

Baca Juga :  Dispar Lombok Timur Desak Pemprov NTB Terbitkan Aturan Laut Teluk Ekas

Bupati menegaskan, begitu izin resmi terbit, Pemkab segera merancang Master Plan pengelolaan bersama para ahli. “Nanti setelah izin resmi keluar, Pemkab akan membentuk perusahaan khusus. Perusahaan ini akan sepenuhnya mengelola destinasi tanpa keterlibatan pihak ketiga,” tegasnya.

Ia mengungkapkan potensi pendapatan besar dari Otak Kokoq Joben. Kolam pemandian saja bisa menghasilkan lebih dari Rp 250 juta per bulan. “Jika Pemkab mengelola penuh, semua pendapatan akan masuk ke kas daerah,” sambungnya.

Baca Juga :  Bapenda Wajibkan Parkir Lahan Pribadi dan Swasta Setor Pajak 10 Persen dari Omset

Pemkab juga berencana mengembangkan fasilitas penunjang seperti camping ground, penginapan, dan wahana wisata baru. Pengembangan ini bertujuan meningkatkan daya tarik dan lama kunjungan wisatawan.

Bupati optimistis pembentukan BUMD baru ini akan mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat. ***

Berita Terkait

Dispar Lombok Timur Desak Pemprov NTB Terbitkan Aturan Laut Teluk Ekas
Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun
Pemerintah Hampir Ratakan Pusat Informasi Geopark Rinjani, Kini Fasilitas Itu Mulai Beroperasi
Buka Rinjani 100, Plt Kadispora Lepas Pelari Kategori Ekstrem
Pemuda Asal Masbagik Terseret Ombak di Tanjung Beloam
Sembalun dan Ekas Jadi Sorotan, Ini Dampak Perda Pariwisata Baru
Ali BD Dorong Pemda Lotim Bangun Kawasan Labuhan Haji, Tiru Kesuksesan Penang
Pertemuan dengan Bupati Lotim Gagal Capai Kesepakatan, APIPI Ancam Aksi Jilid III

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:55 WITA

Bangun Reputasi Lewat Integritas, Bung Heru Besarkan Seniman Hukum Law Firm di NTB

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:37 WITA

KAI Tutup Rakernas 2026 dengan Perayaan HUT ke-18 di NTB

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:05 WITA

LSM Garuda: Kami Siap Jadi Cooling System dan Jembatan Komunikasi Masyarakat-Pemerintah

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:33 WITA

BPS NTB Buka Rekrutmen Mitra Sensus Ekonomi 2026 Secara Terbuka dan Berbasis Sistem

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:51 WITA

Menjelang Demo 2 Juni, GASAK NTB Ingatkan Aliansi PPS Soal Titik Vital

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:17 WITA

Imigrasi Malaysia Deportasi 10 PMI Ilegal Asal NTB, Disnakertrans: Ada yang Kabur dari Tempat Kerja

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:52 WITA

Brigjen TNI Wawan Setiawan Nilai Pelaksanaan TMMD di Lombok Timur Sangat Baik

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:10 WITA

Dandim 1615 Lotim Tegaskan Kopdes Merah Putih Jadi Solusi Terpadu Ketahanan Pangan

Berita Terbaru