Disdukcapil Lombok Timur Rilis Pemilih Potensial Capai 999.017 Orang

Rabu, 14 Agustus 2024 - 15:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Disdukcapil Lombok Timur, Arfany M Masany. (Foto: Lombokini.com/Ong)

Sekretaris Disdukcapil Lombok Timur, Arfany M Masany. (Foto: Lombokini.com/Ong)

LOMBOKINI.com – Berdasarkan data yang dirillis Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lombok Timur, jumlah pemilih potensial untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024, mencapai 992.017 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 983.644 orang telah direkam, menyisakan 8.373 orang yang belum menjalani proses perekaman.

“Hal ini berarti tingkat pencapaian perekaman mencapai 99,6 persen,” kata Sekretaris Disdukcapil Lombok Timur, Arfany M Masany di ruang kerjanya, Rabu, 14 Agustus 2024.

Untuk menuntaskan perekaman sebelum pilkada, dia mengatakan Disdukcapil telah mengambil sejumlah langkah percepatan. Termasuk melalui surat edaran Bupati yang mengimbau desa dan sekolah agar mengarahkan siswa untuk melakukan perekaman di UPT Kecamatan.

Baca Juga :  TP-PKK NTB dan Lombok Timur Kolaborasi Wujudkan Desa Sakra sebagai Model Desa Berdaya

Namun demikan, meskipun telah ada peningkatan, progres yang dicapai belum signifikan, dengan hanya 625 orang tambahan yang direkam sejak rilis DP4 Pilkada.

“Dalam upaya lebih lanjut, kita berencana untuk meningkatkan layanan dengan turun langsung ke titik-titik strategis,” kata Arfany.

Untuk itu, di butuhkan kerja sama dengan cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB dan Kementerian Agama (Kemenag) untuk memfasilitasi perekaman di sekolah-sekolah mulai awal September mendatang.

“Kita berharap Dikbud Provinsi dan Kemenag, menbantu jejaringnya untuk memastikan siswa yang belum terekam agar dapat melaksanakan perekaman,” harap dia.

Baca Juga :  DPRD Sebut Pelayanan Kesehatan di Lombok Timur Masih Jauh dari Ideal

Disdukcapil juga memastikan stok blangko KTP cukup, meskipun blangko tambahan tidak selalu tersedia secara langsung. Setiap proses perekaman dilaporkan ke pusat untuk mendapatkan fasilitas blangko tambahan sesuai kebutuhan.

“Pengalaman dari pemilihan legislatif dan pemilihan presiden sebelumnya dapat tertangani”, katanya.

Lebih jauh, bagi pemilih yang saat perekaman belum berusia 17 tahun, mereka dapat melakukan perekaman terlebih dahulu dan KTP akan dicetak setelah mereka mencapai usia 17 tahun pada saat Pilkada.

“Lalu KTP akan diserahkan ke tempat perekaman, seperti sekolah”, terang dia.

Mengenai data ganda berdasarkan hasil coklit KPU Lombok Timur, Arfany menyebut pihak KPU belum berkoordinasi dengan Disdukcapil. ***

Penulis : Ong

Berita Terkait

Sempurnakan Program DAK 2027 dengan Mendata Penulis Lokal: Adakah Peluang Pengadaan Buku Karya Penulis Lokal?
Perputaran Uang Capai Ratusan Miliar, Program MBG di Lombok Timur Soroti Akuntabilitas
Sasar TNI-Polri Jadi Muzaki, Baznas Lombok Timur Siap Bentuk UPZ di Polres dan Kodim
80 Tahun Mengabdi, Polres Lombok Timur Komit Kedepankan Sisi Humanis dan Pelayanan Rakyat
Soroti Sengkarut Lotim, PMII: Guru Honorer Digaji Murah, Tambang Ilegal Malah Dipelihara
Melalui ‘Polantas Menyapa’, Polantas Lotim Pilih Edukasi Santai dan Ngopi Bareng Bina Klub Motor
Miris! Kepatuhan Berkendara di Lombok Timur di Bawah 50 Persen, Polantas: Biaya Operasi Kepala Rp 200 Juta, Helm Cuma Rp 150 Ribu
Dugaan Jual-Beli Titik Program MBG dan Tambang Ilegal, Massa PMII dan HMI Geruduk Kejari Lombok Timur

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:24 WITA

Perputaran Uang Capai Ratusan Miliar, Program MBG di Lombok Timur Soroti Akuntabilitas

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:31 WITA

Sasar TNI-Polri Jadi Muzaki, Baznas Lombok Timur Siap Bentuk UPZ di Polres dan Kodim

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:12 WITA

80 Tahun Mengabdi, Polres Lombok Timur Komit Kedepankan Sisi Humanis dan Pelayanan Rakyat

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:25 WITA

CERPEN Yuspianal Imtihan: Ada Kosnpirasi Di Cerita Ini 

Jumat, 26 Juni 2026 - 05:49 WITA

Soroti Sengkarut Lotim, PMII: Guru Honorer Digaji Murah, Tambang Ilegal Malah Dipelihara

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:18 WITA

Melalui ‘Polantas Menyapa’, Polantas Lotim Pilih Edukasi Santai dan Ngopi Bareng Bina Klub Motor

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:13 WITA

Miris! Kepatuhan Berkendara di Lombok Timur di Bawah 50 Persen, Polantas: Biaya Operasi Kepala Rp 200 Juta, Helm Cuma Rp 150 Ribu

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:44 WITA

Dugaan Jual-Beli Titik Program MBG dan Tambang Ilegal, Massa PMII dan HMI Geruduk Kejari Lombok Timur

Berita Terbaru