WRI dan KOSLATA Dorong Tata Kelola Hutan Berbasis Data

Kamis, 2 Oktober 2025 - 15:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WRI dan KOSLATA Dorong Tata Kelola Hutan Berbasis Data. (Foto: Lombokini.com).

WRI dan KOSLATA Dorong Tata Kelola Hutan Berbasis Data. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.comIsu lingkungan, mulai dari deforestasi hingga krisis iklim, mendorong perlunya kolaborasi lintas sektor berbasis data. Menjawab tantangan ini, World Resources Institute (WRI) Indonesia bersama KOSLATA menggelar pelatihan aplikasi digital di Mataram.

Materi pelatihan tentang Global Forest Watch (GFW), Forest Watcher, dan Nature-Based Solutions (NbS) Tool pada 30 September sampai dengan 2 Oktober 2025.

Kegiatan diikuti sekitar 35 peserta dari NTB, Bali, hingga NTT. Peserta berasal dari organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas pengelola sumber daya alam.

Direktur KOSLATA, Sulistiyono, menegaskan pelatihan ini menjadi momentum memperkuat kapasitas pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan global.

“Produk seperti Global Forest Watch dan NbS Tool dapat dimanfaatkan untuk pemantauan hutan, pengambilan keputusan, serta penerapan solusi berbasis alam di berbagai wilayah,” jelasnya.

Baca Juga :  Warga Suryawangi Tutup Paksa Tambang Galian C Ilegal

Pelatihan ini dirancang tiga hari dengan metode pengenalan produk, praktik langsung, hingga diskusi kelompok.

Peserta dilatih membuat akun dan mengakses data peringatan deforestasi melalui GFW, memanfaatkan aplikasi Forest Watcher untuk pemantauan lapangan berbasis ponsel, serta menerapkan NbS Tool untuk identifikasi dan evaluasi potensi solusi berbasis alam.

Tidak hanya pelatihan teknis, forum ini juga membahas studi kasus pengelolaan hutan dari berbagai daerah.

Diskusi interaktif mendorong integrasi data lintas wilayah agar dapat digunakan dalam pengambilan kebijakan berbasis bukti.

“Dengan adanya teknologi ini, pemangku kepentingan dapat bekerja lebih efisien, kolaboratif, dan terarah untuk menjaga keberlanjutan alam,” tambah Sulistiyono.

Antusiasme peserta terlihat dari tanggapan berbagai organisasi. Rian dari WALHI NTB menilai pelatihan ini mempermudah kerja advokasi dan pendampingan masyarakat.

Baca Juga :  KPPI dan FITRA NTB Desak DPRD Lotim Kawal Darurat Air-Sampah di Pesisir Selatan

“Saya berharap, pelatihan aplikasi ini bisa mempermudah kami memfasilitasi masyarakat dengan lebih baik,” ujarnya.

Sedangkan Hari dari SHI NTB menekankan pentingnya tindak lanjut agar teknologi tidak berhenti di pelatihan.

“Komunitas lokal dan pemerintah daerah juga perlu dilibatkan dalam implementasi,” ujarnya.

Selain membangun kapasitas individu, kegiatan ini memperkuat jejaring pengguna GFW dan NbS Tool lintas daerah.

Harapannya, praktik baik bisa ditularkan ke wilayah lain sehingga mendorong tata kelola hutan dan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan.

Acara ditutup Kamis (2/10) dengan presentasi studi kasus dari peserta serta evaluasi program pelatihan. Ke depan, harapan itu sederhana namun mendesak, agar teknologi di genggaman benar-benar menjadi alat nyata menjaga hutan, bukan sekadar aplikasi dalam layar.***

Penulis : Hari Bahagia

Berita Terkait

KPPI dan FITRA NTB Desak DPRD Lotim Kawal Darurat Air-Sampah di Pesisir Selatan
Warga Suryawangi Tutup Paksa Tambang Galian C Ilegal
Gubernur NTB Rehabilitasi Lingkungan dan Apresiasi Perusahaan demi Perkuat Pembangunan Hijau
NTB Jadi Tuan Rumah Forum Internasional Energi Terbarukan
Cuaca Tak Menentu dan Harga Fluktuatif, Petani Vanili Lenek Duren Tetap Bertahan
Jurnalis Warga dan Konten Kreator Kampanyekan Irigasi Tetes untuk Lahan Kering
Balai TNGR Serukan Wisata Bertanggung Jawab Atasi Lonjakan Sampah di Rinjani
Gubernur NTB Serukan Solidaritas dan Pelestarian Lingkungan pada Peringatan Isra’ Mi’raj

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:18 WITA

Menulis untuk Merapikan Pikiran, Begitu Modal Dasar Meditasi yang Baik

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:13 WITA

Miris! Kepatuhan Berkendara di Lombok Timur di Bawah 50 Persen, Polantas: Biaya Operasi Kepala Rp 200 Juta, Helm Cuma Rp 150 Ribu

Kamis, 18 Juni 2026 - 02:31 WITA

Sastra Bermutu Itu Bebas dari Ruang dan Waktu yang Fana: Karya yang Menentang Zaman

Kamis, 18 Juni 2026 - 02:08 WITA

DPN SPI Rekomendasikan Bung Syam Ikuti Pendidikan Lemhannas RI

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:06 WITA

Gigaduka: Penderitaan Modern dari Akal Imitasi (AI)

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:00 WITA

Sastra Menjadi ‘Suaka’ di Tengah Absurditas Era Digitalisasi

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:28 WITA

Menjaga Kewarasan di Era Digital: Haul ke-4 Buya Syafii Maarif di Selong Kupas Tuntas Eksistensi Manusia dan AI

Senin, 1 Juni 2026 - 10:30 WITA

Kepala SMAN 1 Keruak Ajak Amalkan Pancasila dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Berita Terbaru

Kapolda NTB dan Kajati NTB beserta jajaran berfoto bersama usai pertemuan di Kantor Kejati NTB, Selasa 14 Juli 2026. Keduanya sepakat memperkuat sinergi penegakan hukum profesional dan berintegritas. (Foto: Lombokini.com/Asman).

Hukrim

Kapolda NTB Kunjungi Kajati, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Selasa, 14 Jul 2026 - 22:25 WITA