LOMBOKINI.com – Masyarakat Dusun Aik Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Lombok Timur, membangun sendiri jembatan bambu setelah banjir bandang merobohkan jembatan penghubung utama. Mereka mengecam keras janji perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang tak kunjung terealisasi.
Rosdianto, salah seorang warga, menegaskan jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses. “Kami merasa terbohongi oleh pemerintah yang berjanji akan segera membangun jembatan ini. Faktanya, kami yang membangun sendiri menggunakan bambu,” ujarnya.
Tanpa menunggu pemerintah, warga menyelesaikan jembatan darurat itu untuk mengatasi keterputusan akses.
Kondisi ini memaksa ratusan warga setempat bergantung pada jembatan bambu darurat buatan mereka sendiri, sembari menanti realisasi janji perbaikan dari pemerintah daerah.
Lembaga Kajian Kebijakan Transparansi (LK2T) Lombok Timur menyoroti lambannya respons pemerintah. Ketua LK2T, Dr. Karomi, menyayangkan ketidak-sigapan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Ia menilai janji Bupati yang berulang justru menjadi bumerang.
“Jangan berikan kesempatan bupati berjanji di depan masyarakat, tapi faktanya tak kunjung merealisasikannya. Pembantu bupati harus sigap mencari solusi, bukan membiarkan atasan mendapat malu,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa Bupati telah beberapa kali berkunjung dan berkomitmen, namun instansi teknis belum menunjukkan tindak lanjut nyata.
Menanggapi kritik, Kalak BPBD Lombok Timur, Lalu Muliadi, mengucapkan terima kasih atas masukan. “Kami akan berbuat lebih sigap. Izin, tadi setelah baca berita langsung kami telepon dan berkomunikasi serta mendorong ke Pemprov NTB melalui Kepala BPBD Provinsi untuk mempercepat pendatangan jembatan,” kata Muliadi.
Ia menyebutkan Pemprov BPBD NTB akan bergerak ke Gianyar, Bali, pada Selasa (30/12) besok untuk menjemput jembatan rangka Bailey.
Terpisah, Kepala Dinas PUPR Lombok Timur, H. Ahmad Dewanto, mengungkapkan pihaknya masih menunggu mobilisasi jembatan dari Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana, Denpasar, Bali.
“Kami masih menunggu rencana mobilisasi jembatan Bailey dari Kodam Udayana dan berkoordinasi dengan PU Provinsi,” terangnya.***
Penulis : Najamudin Anaji







