Warga Suela Tolak Pembangunan SMA Garuda Taruna Nusantara di Kebun Raya Lemor

Senin, 8 September 2025 - 22:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Suela Tolak Pembangunan SMA Garuda Taruna Nusantara di Kawasan Kebun Raya Lemor. (Foto: Lombokini.com).

Warga Suela Tolak Pembangunan SMA Garuda Taruna Nusantara di Kawasan Kebun Raya Lemor. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.comWarga Desa Suela, Lombok Timur, menolak tegas rencana pembangunan Sekolah Unggulan SMA Garuda Taruna Nusantara standar Nasional di kawasan Kebun Raya Lemor.

Mereka menegaskan kawasan tersebut merupakan aset berharga yang wajib dilindungi,baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

Kebun Raya Lemor: Aset Ekologis dan Sosial yang Terancam

Parizi, perwakilan warga, menekankan bahwa Kebun Raya Lemor menyimpan nilai ekologis dan sosial yang sangat tinggi. Mantan aktivis PMII tersebut menegaskan,

“Kebun raya ini merupakan aset berharga bersama dengan mata air Lemor yang telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat,” dalam keterangan resminya pada Senin 8 September 2025.

Parizi mengingatkan bahwa status hukum kawasan tersebut telah ditetapkan sebagai Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) melalui SK Menteri Kehutanan No. 22/2012.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memperkuat status ini dengan menerbitkan Peraturan Bupati No. 188.45/714/LHK/2017 yang menetapkan kawasan tersebut untuk fungsi konservasi, penelitian, dan wisata ekologi.

Baca Juga :  Menteri Kelautan Temukan Bangunan KNMP Ekas Buana Tak Sesuai Spesifikasi, Minta Kontraktor Segera Perbaiki

Tawaran Solusi: Manfaatkan Lahan Tidak Produktif

“Kami menolak keras pembangunan sekolah di sana. Pemerintah seharusnya menambah aset, bukan malah mengurangi,” tegas Parizi.

Ia menambahkan bahwa warga tidak menolak pembangunan sekolah unggulan, namun mereka menolak lokasinya di kawasan konservasi.

Parizi menyarankan pemerintah memanfaatkan tanah lain yang kurang produktif. “Pemda memiliki banyak aset tanah. Lebih baik gunakan tanah pecatu atau lahan tidak produktif daripada mengorbankan Kebon Raya Lemor,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah daerah dan DPRD meninjau ulang rencana tersebut. “Kami berharap bupati meninjau kembali kebijakan ini, dan DPR menjalankan fungsi kontrolnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melakukan kunjungan kerja ke Lombok Timur pada Sabtu (16/8) untuk meninjau rencana pembangunan SMA Unggulan Garuda Nusantara.

Sekretaris Daerah Lombok Timur, Juaini Taofik, secara langsung menerima kunjungan tersebut di ruang rapat bupati. Pertemuan itu juga dihadiri oleh sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan akademisi dari Universitas Mataram.

Baca Juga :  Perampok Aniaya Dua Warga Jerowaru saat Gagal Curi Kerbau

Mereka membahas pemanfaatan lahan Kebun Raya Lemor yang memiliki luas total 40 hektare. Rencananya, 20 hektare lahan akan dialihkan untuk pembangunan sekolah, sementara sisanya akan tetap sesuai peruntukan awal.

Target Pembangunan dan Status Lahan

Sekda Juaini Taofik menyatakan dukungan penuh terhadap proyek yang merupakan program strategis Kementerian Pendidikan Tinggi ini. SMA Unggulan Garuda Nusantara akan berstatus nasional dengan pendanaan penuh dari pemerintah pusat. Meski berdiri di Lombok Timur, sekolah ini akan merekrut siswa dari seluruh Indonesia.

Sekda memastikan bahwa dokumen administrasi akan pihaknya selesaikan tepat waktu. Mereka menargetkan pembangunan dapat selesai pada awal tahun 2026.

“Tanahnya sudah ada dan bersertifikat, tinggal proses balik nama,” tutup Juaini Taofik. ***

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Balai TNGR Serukan Wisata Bertanggung Jawab Atasi Lonjakan Sampah di Rinjani
Gubernur NTB Serukan Solidaritas dan Pelestarian Lingkungan pada Peringatan Isra’ Mi’raj
Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Tiga Bulan, Ini Alasannya
TSBD Belanting Tanam Pohon di Bantaran Sungai untuk Cegah Banjir Bandang
Dari Muara Sampah Jadi Primadona Wisata, Bale Mangrove Kini Hadapi Ujian Tata Kelola
Pemkab Lombok Timur Ingatkan Masyarakat: Cek Status Lahan Sebelum Beli, Antisipasi LSD dan LP2B
Gubernur NTB Tegaskan Pelestarian Lingkungan sebagai Investasi Jangka Panjang
Kesal Janji Bupati Molor, Warga Perigi Lombok Timur Bangun Jembatan Darurat Sendiri

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:44 WITA

FKKD Bantah Bupati: Penentuan Desil Penerima Sembako Bukan Usulan Desa

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:58 WITA

Buka Puasa Bersama Media, Bupati Lombok Timur Minta Dikritik

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:43 WITA

Bupati Lombok Timur Luncurkan Bantuan Sembako untuk 198.776 Warga Miskin

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:00 WITA

Disnakertrans Lotim Wajibkan Perusahaan Bayar THR dan Bonus Kurir Tepat Waktu

Senin, 9 Maret 2026 - 15:57 WITA

Agen BRILink Sekaligus Pendamping PKH di Lombok Timur Diduga Intimidasi KPM demi Keuntungan Pribadi

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:15 WITA

Hadiri HADI ke-73 NW, Menhut Raja Juli: Tokoh Bangsa Lahir dari Pesantren

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:36 WITA

Hearing Bersama Komisi III DPRD, Pelaku Koperasi Lombok Timur Sampaikan Aspirasi

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:05 WITA

RSUD Soedjono Selong Gelar Pelatihan Internal untuk Tingkatkan Mutu Pelayanan

Berita Terbaru

Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menyampaikan pidato saat buka puasa bersama insan media di Pendopo Bupati, Kamis 12 Maret 2026. Ia meminta wartawan tetap kritis mengawal pembangunan meski telah menjalin hubungan baik dengan pemerintah. (Foto: Lombokini.com).

Lombok Timur

Buka Puasa Bersama Media, Bupati Lombok Timur Minta Dikritik

Kamis, 12 Mar 2026 - 20:58 WITA