Ratusan Warga Lombok Timur Bongkar Jalan Provinsi, Saluran Irigasi Tersumbat Picu Amarah

Senin, 16 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Lombok Timur membongkar paksa jalan provinsi di Batu Belek, Ahad 15 Februari 2026, akibat saluran irigasi tersumbat. (Foto: Lombokini.com).

Warga Lombok Timur membongkar paksa jalan provinsi di Batu Belek, Ahad 15 Februari 2026, akibat saluran irigasi tersumbat. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Ratusan warga Kecamatan Selong dan Sakra Timur, Lombok Timur, membongkar paksa ruas jalan provinsi di Batu Belek, Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, Ahad 16 Februari 2026. Kemarahan warga atas lambatnya respons Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten terhadap keluhan mereka yang sudah berlarut-larut memicu aksi spontan ini.

Pantauan di lokasi, warga dari berbagai subak pengairan datang membawa cangkul, linggis, palu, dan mesin bor beton. Mereka membongkar badan jalan untuk memperbesar saluran irigasi yang selama ini tersumbat gorong-gorong kecil dan tumpukan sampah.

Baca Juga :  AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan

“Kami terpaksa melakukan ini karena setahun lalu mereka menjanjikan perbaikan, tapi tidak ada realisasi. Makanya kami turun ke jalan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan di lokasi kejadian.

Warga menegaskan, jika mereka membiarkan kondisi ini, lahan pertanian tidak akan mendapatkan air secara maksimal.

“Kami sudah muak dengan janji-janji. Kami ingin realisasi cepat,” tegasnya.

Menanggapi aksi tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Timur, Ahmad Dewanto Hadi, mengaku langsung memerintahkan pengawasnya turun ke lokasi untuk mengecek kondisi di lapangan.

Baca Juga :  LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem

Dia mengakui pihaknya telah mengirim surat ke Pemerintah Provinsi terkait permasalahan ini, namun hingga kini belum ada realisasi.

“Memang yang jadi masalah, gorong-gorongnya kecil dan sampah menumpuk sehingga menyebabkan air tersumbat,” jelasnya.

Ia menambahkan, perbaikan gorong-gorong menjadi kewenangan kabupaten, sementara jalan tersebut merupakan kewenangan provinsi. ***

Editor : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Syamsuddin Pimpin ABUJAPI NTB, Usung Satpam Naik Kelas
HMI Mengkritik Gubernur NTB Terkait Kunjungan Turki dan Penundaan Pembahasan APBD 2027
Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan
Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:59 WITA

Syamsuddin Pimpin ABUJAPI NTB, Usung Satpam Naik Kelas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:55 WITA

HMI Mengkritik Gubernur NTB Terkait Kunjungan Turki dan Penundaan Pembahasan APBD 2027

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:03 WITA

DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:48 WITA

LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem

Berita Terbaru

Bupati Lombok Timur Drs. H. Haerul Warisin, M.Si. (Foto: Lombokini.com)

Opini

TPAKD Award 2026:Tanpa Kemiskinan  

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:20 WITA