LOMBOKINI.com – Warga Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, membantah keras pernyataan Plt Direktur Utama PDAM Sopyan Hakim tentang aliran air deras ke wilayah selatan.
Mereka menegaskan klaim tersebut bertentangan dengan fakta di lapangan.
Kepala Desa Sekaroh, Mansyur, mengonfirmasi jaringan pipa air bersih menuju desanya belum terpasang sama sekali.
“Sampai saat ini pipa menuju Desa Sekaroh belum terpasang,” tegasnya usai rapat di Pendopo Bupati, Senin 14 Juli 2025.
Kondisi ini, lanjutnya membuat lebih dari 2.000 kepala keluarga (KK) di desanya masih kehilangan akses air bersih program pemerintah.
Karena itu, Mansyur mendesak pemerintah daerah segera bertindak mengatasi krisis tahunan ini, terutama saat kemarau.
Senada dengan itu, warga Dusun Kwang Rundun, Sihapari, menuding Sopyan Hakim menyembunyikan fakta.
“Dirut itu berbohong! Pipa penyalur dari sumber air belum terpasang. Mustahil air mengalir. Omong kosong!” tegasnya.
“Warga masih membeli air sehari-hari,” tambahnya.
Sebelumnya, sejumlah aktivis pemuda Selatan mendesak Bupati Lombok Timur mencopot jabatan Sofyan Hakim karena klaimnya menyesatkan.
Aktivis bernama Geger menyoroti kegagalan proyek Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) Pantai Selatan senilai Rp 120 miliar lebih.
“PDAM Lombok Timur gagal menjalankan SPAM yang seharusnya menyalurkan air ke 3.885 rumah tangga di Jerowaru,” ujarnya. Ia mendesak Bupati Haerul Warisin segera mengambil tindakan.
Saat dimintai tanggapan, Sopyan Hakim menolak berkomentar. “Saya sedang rapat,” jawabnya singkat. ***
Editor : Najamudin Anaji







