Warga Jerowaru Bantah Air Mengalir Deras, Sebut Plt Dirut PDAM ‘Omong Kosong’

Senin, 14 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Mansyur memberikan keterangan pers usai rapat di Pendopo Bupati Lombok Timur, Senin 14 Juli 2025. (Foto: Lombokini.com).

Kepala Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Mansyur memberikan keterangan pers usai rapat di Pendopo Bupati Lombok Timur, Senin 14 Juli 2025. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Warga Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, membantah keras pernyataan Plt Direktur Utama PDAM Sopyan Hakim tentang aliran air deras ke wilayah selatan.

Mereka menegaskan klaim tersebut bertentangan dengan fakta di lapangan.

Kepala Desa Sekaroh, Mansyur, mengonfirmasi jaringan pipa air bersih menuju desanya belum terpasang sama sekali.

“Sampai saat ini pipa menuju Desa Sekaroh belum terpasang,” tegasnya usai rapat di Pendopo Bupati, Senin 14 Juli 2025.

Kondisi ini, lanjutnya membuat lebih dari 2.000 kepala keluarga (KK) di desanya masih kehilangan akses air bersih program pemerintah.

Baca Juga :  Warga Ekas Buana Gelar Aksi, Soroti Dugaan Hubungan Sekdes dengan Perempuan hingga Hamil di Luar Nikah

Karena itu, Mansyur mendesak pemerintah daerah segera bertindak mengatasi krisis tahunan ini, terutama saat kemarau.

Senada dengan itu, warga Dusun Kwang Rundun, Sihapari, menuding Sopyan Hakim menyembunyikan fakta.

“Dirut itu berbohong! Pipa penyalur dari sumber air belum terpasang. Mustahil air mengalir. Omong kosong!” tegasnya.

“Warga masih membeli air sehari-hari,” tambahnya.

Sebelumnya, sejumlah aktivis pemuda Selatan mendesak Bupati Lombok Timur mencopot jabatan Sofyan Hakim karena klaimnya menyesatkan.

Baca Juga :  Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Aktivis bernama Geger menyoroti kegagalan proyek Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) Pantai Selatan senilai Rp 120 miliar lebih.

“PDAM Lombok Timur gagal menjalankan SPAM yang seharusnya menyalurkan air ke 3.885 rumah tangga di Jerowaru,” ujarnya. Ia mendesak Bupati Haerul Warisin segera mengambil tindakan.

Saat dimintai tanggapan, Sopyan Hakim menolak berkomentar. “Saya sedang rapat,” jawabnya singkat. ***

Editor : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konsultasi Publik Bahas Amdal Bypass Lembar-Kayangan, PPK Targetkan Rampung 4 Bulan
Gempa M5,2 Mengguncang Lombok Barat, Terasa hingga Denpasar, BMKG Ungkap Sumbernya
Bung Syam Siap Majukan ABUJAPI NTB secara Profesional
Logis NTB Minta Musyafirin Mundur dari Komisaris Independen Bank NTB Syariah
Bang Boy Minta ABUJAPI NTB Jaga Sinergi dengan Polda NTB Jelang Musda III
Satpol PP Tertibkan Lapak di Labuhan Haji, Temukan Kuitansi Nama Perempuan Bertarif Rp 50-200 Ribu
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
TGB Buka Muswil II NWDI Sulbar, Tekankan Empat Pesan Perjuangan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:29 WITA

Konsultasi Publik Bahas Amdal Bypass Lembar-Kayangan, PPK Targetkan Rampung 4 Bulan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:07 WITA

Gempa M5,2 Mengguncang Lombok Barat, Terasa hingga Denpasar, BMKG Ungkap Sumbernya

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:00 WITA

Bung Syam Siap Majukan ABUJAPI NTB secara Profesional

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Logis NTB Minta Musyafirin Mundur dari Komisaris Independen Bank NTB Syariah

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:50 WITA

Bang Boy Minta ABUJAPI NTB Jaga Sinergi dengan Polda NTB Jelang Musda III

Berita Terbaru

Dokter Umum RSUD Soedjono Selong, Dr Ario menjelaskan tentang Influenza A yang marak diperbincangkan saat ini.

Kesehatan

Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Selasa, 6 Okt 2026 - 19:51 WITA

Calon Ketua Umum BPD ABUJAPI NTB, Syamsuddin, S.Sos, S.H, M.H., atau Bung Syam.  (Foto: Lombokini.com).

Berita

Bung Syam Siap Majukan ABUJAPI NTB secara Profesional

Senin, 5 Okt 2026 - 22:00 WITA