Tiga Pelajar Lombok Timur Lulus Seleksi Tim Paduan Suara di Istana Negara

Senin, 22 Juli 2024 - 17:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga pelajar lulus seleksi Tim Paduan Suara sedang giat belajar not balok. (foto: ong/istimewa)

Tiga pelajar lulus seleksi Tim Paduan Suara sedang giat belajar not balok. (foto: ong/istimewa)

LOMBOKINI.com – Tiga pelajar asal Lombok Timur berhasil lulus seleksi menjadi anggota Tim Paduan Suara untuk perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus di Istana Negara.

Mereka dijadwalkan akan berangkat pada 2 Agustus untuk mengikuti karantina dan pembinaan guna mendapatkan hasil yang optimal.

Kesuksesan perayaan Hari Kemerdekaan tidak terlepas dari kontribusi orkestra dan Tim Paduan Suara, yang dikenal dengan nama Gita Bahana Nusantara (GBN).

Setiap provinsi diberikan kesempatan untuk mengirimkan perwakilannya ke Istana Negara dalam perayaan tersebut.

Tahun ini, tiga pelajar asal Lombok Timur yang lulus seleksi adalah Aldi Maulidin Khalid dari Sakra, Beni Iskandar dari Sukamulia, perwakilan Madrasah Aliyah Irsyadul Mujahidin NW Teliah Sakra, dan Baiq Rina Fadilah dari Lendang Bedurik, Kecamatan Selong.

Baca Juga :  DPN SPI Rekomendasikan Bung Syam Ikuti Pendidikan Lemhannas RI

Aldi Maulidin Khalid, mengungkapkan rasa syukurnya karena diberi kesempatan untuk bergabung dengan Gita Bahana Nusantara.

Awalnya, ia tidak menyangka akan lulus seleksi karena tidak mengenal GBN. Namun, motivasi dari pelatih yang juga merupakan anggota tim GBN perwakilan Lombok Timur pada 2018 lalu mendorongnya untuk berani mengikuti seleksi.

Meski pemahamannya tentang not balok masih minim, semangat dan kedisiplinannya dalam berlatih vokal membuahkan hasil.

Aldi berharap pelajar lainnya di Lombok Timur dapat mengikuti jejaknya dan mengenalkan Gita Bahana Nusantara kepada masyarakat.

Pelatih vokal GBN Lombok Timur, Edwin, mengakui bahwa paduan suara ini belum populer di tengah masyarakat. Namun, dengan adanya perwakilan tiga orang dari Lombok Timur, ia berharap dapat memompa semangat pelajar lain untuk mengikuti seleksi berikutnya.

Baca Juga :  Soroti Sengkarut Lotim, PMII: Guru Honorer Digaji Murah, Tambang Ilegal Malah Dipelihara

Tim Gita Bahana Nusantara terdiri dari empat orang per provinsi. NTB akan mengirimkan tiga perwakilan dari Lombok Timur dan satu dari Sumbawa.

Seleksi untuk menjadi anggota tim GBN dibatasi untuk usia minimal 16 tahun dan maksimal 23 tahun, tanpa batasan tinggi badan.

Karantina akan dimulai pada 22 Juli dan mereka akan diberangkatkan ke Istana Negara pada 2 Agustus mendatang. Pelatih berharap agar para pelajar menjaga pola makan dan rutin berolahraga untuk menjaga kondisi tubuh.***

Penulis : Ong

Berita Terkait

Menulis untuk Merapikan Pikiran, Begitu Modal Dasar Meditasi yang Baik
Sempurnakan Program DAK 2027 dengan Mendata Penulis Lokal: Adakah Peluang Pengadaan Buku Karya Penulis Lokal?
Perputaran Uang Capai Ratusan Miliar, Program MBG di Lombok Timur Soroti Akuntabilitas
Sasar TNI-Polri Jadi Muzaki, Baznas Lombok Timur Siap Bentuk UPZ di Polres dan Kodim
80 Tahun Mengabdi, Polres Lombok Timur Komit Kedepankan Sisi Humanis dan Pelayanan Rakyat
Soroti Sengkarut Lotim, PMII: Guru Honorer Digaji Murah, Tambang Ilegal Malah Dipelihara
Melalui ‘Polantas Menyapa’, Polantas Lotim Pilih Edukasi Santai dan Ngopi Bareng Bina Klub Motor
Miris! Kepatuhan Berkendara di Lombok Timur di Bawah 50 Persen, Polantas: Biaya Operasi Kepala Rp 200 Juta, Helm Cuma Rp 150 Ribu

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:24 WITA

Perputaran Uang Capai Ratusan Miliar, Program MBG di Lombok Timur Soroti Akuntabilitas

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:31 WITA

Sasar TNI-Polri Jadi Muzaki, Baznas Lombok Timur Siap Bentuk UPZ di Polres dan Kodim

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:12 WITA

80 Tahun Mengabdi, Polres Lombok Timur Komit Kedepankan Sisi Humanis dan Pelayanan Rakyat

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:25 WITA

CERPEN Yuspianal Imtihan: Ada Kosnpirasi Di Cerita Ini 

Jumat, 26 Juni 2026 - 05:49 WITA

Soroti Sengkarut Lotim, PMII: Guru Honorer Digaji Murah, Tambang Ilegal Malah Dipelihara

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:18 WITA

Melalui ‘Polantas Menyapa’, Polantas Lotim Pilih Edukasi Santai dan Ngopi Bareng Bina Klub Motor

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:13 WITA

Miris! Kepatuhan Berkendara di Lombok Timur di Bawah 50 Persen, Polantas: Biaya Operasi Kepala Rp 200 Juta, Helm Cuma Rp 150 Ribu

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:44 WITA

Dugaan Jual-Beli Titik Program MBG dan Tambang Ilegal, Massa PMII dan HMI Geruduk Kejari Lombok Timur

Berita Terbaru