Tiga Masalah Utama UMKM Bambu di Lombok Timur dan Upaya Pemetaan Solusi

Jumat, 29 Agustus 2025 - 11:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga Masalah Utama UMKM Bambu di Lombok Timur dan Upaya Pemetaan Solusi.

Tiga Masalah Utama UMKM Bambu di Lombok Timur dan Upaya Pemetaan Solusi.

LOMBOKINI.com Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, sejak lama dikenal sebagai kawasan yang kaya akan tanaman bambu. Hamparan bambu tumbuh subur di banyak desa, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

Bambu tidak hanya bernilai ekologis, tetapi juga ekonomis dan sosial. Tanaman ini dapat diolah menjadi bahan bangunan, mebel, peralatan rumah tangga, hingga produk kerajinan bernilai seni. Potensi tersebut belum sepenuhnya terkelola untuk mendukung perekonomian masyarakat.

Hal inilah yang melatarbelakangi Lombok Research Center (LRC) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk pemetaan potensi dan jenis usaha UMKM bambu di Kecamatan Sikur pada Kamis 28 Agustus 2025 kemarin.

Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pengrajin bambu, petani, pelaku UMKM, pemerintah desa, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga lembaga keuangan.

Direktur LRC, Suherman, menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam ekonomi daerah.

“UMKM salah satu tulang punggung ekonomi, karena bisa menyerap tenaga kerja dan menopang kehidupan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, bambu dapat menjadi basis ekonomi lokal yang berkelanjutan bila ada pemetaan potensi yang jelas, termasuk jenis bambu, sebaran, pola pemanfaatan, hingga rantai usaha yang bisa dikembangkan.

“LRC berikhtiar untuk membuka peluang-peluang usaha berbasis bambu bagi pelaku UMKM di Lombok Timur,” ujarnya.

Baca Juga :  Lantik Pengurus Kwarcab, Bupati Lombok Timur Minta Pramuka Perkuat Karakter Generasi Muda

Tiga Masalah Utama

Dari forum diskusi, muncul tiga persoalan krusial yang seringkali dihadapi oleh pelaku UMKM bambu, yakni terkait keterbatasan bahan baku, pemasaran, dan permodalan.

Ketersediaan bahan baku menjadi tantangan, karena meski bambu tumbuh melimpah, pemanfaatan yang tidak terencana bisa mengancam keberlanjutan.

Dari sisi pemasaran, produk bambu cenderung dianggap bernilai seni dan hanya dibeli kalangan tertentu. Sementara akses permodalan kerap terbentur syarat administrasi dan riwayat kredit.

Kabid Litbang Bappeda Lombok Timur, Lalu Ridho Arindi menegaskan pemanfaatan bambu masih jauh dari optimal.

Dia merujuk data Food and Agriculture Organization (FAO) atau Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang mencatat bambu memiliki 1.500 jenis kegunaan.

“Selama ini bambu hanya identik dengan produk kerajinan. Padahal, bambu bisa diolah menjadi produk kebutuhan sehari-hari seperti tusuk sate, cilok dan tusuk gigi. Produk seperti itu cepat dibeli, sehingga bisa membantu ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Menurut Ridho, tantangannya adalah mengubah mindset masyarakat agar melihat bambu sebagai bahan baku industri kecil, bukan sekadar bahan kerajinan tradisional.

Dari sisi pembiayaan, perwakilan BRI Cabang Selong, Lalu Hadika Atmaja memaparkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bisa diakses UMKM. Mulai dari KUR Super Mikro Rp1–10 juta, KUR Mikro Rp10–100 juta, hingga KUR Kecil Rp100–500 juta.

Baca Juga :  Massa Gempur Demo ke Kantor Bupati Lombok Timur, Protes Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

Namun, ia menginformasikan kendala yang seringkali muncul adalah kelayakan kredit terkait Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.

“Sistem ini sensitif terhadap riwayat pembayaran. Kalau pernah menunggak, pengajuan kredit tidak bisa diproses,” katanya.

Hadika juga mengingatkan pelaku UMKM untuk berhati-hati dalam menggunakan fasilitas pembayaran marketplace seperti Shopee Pay agar kolektibilitas tetap terjaga.

Dukungan Pemda

Tak hanya bernilai ekonomi, peneliti LRC, Maharani di sisi yang lain, menekankan fungsi dan manfaat bambu juga penting secara sosial dan ekologi.

“Bambu sangat dibutuhkan masyarakat, misalnya untuk acara pemakaman. Dari sisi ekologi, bambu punya manfaat tinggi dalam menyerap karbon dan menjaga konservasi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa program pemetaan UMKM bambu ini mendapat dukungan anggaran dari APBD Lombok Timur, sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap penguatan ekonomi masyarakat.

“Mudah-mudahan ini juga jadi bentuk perhatian pemerintah terhadap UMKM,” imbuhnya.

Diskusi ini menjadi langkah awal dalam merumuskan strategi pemberdayaan dan pembinaan UMKM bambu di Lombok Timur.

Hasil diskusi juga akan menjadi masukan penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan berbasis pengetahuan agar dapat lebih tepat sasaran.***

Penulis : Hari

Berita Terkait

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan
Masih Kekurangan Dokter Spesialis, Faskes di Lotim Belum Dapat Akomodir Nakes Baru Lulusan Perguruan Tinggi 
Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya Belum Dapat Kejelasan, Bantuan Stimulan Tak Tepat Sasaran
Cuaca Tak Menentu dan Harga Fluktuatif, Petani Vanili Lenek Duren Tetap Bertahan
Jurnalis Warga Kampanyekan Irigasi Tetes di Lahan Kering Lombok Timur
Bupati Lotim Terima Audiensi Bulog dan Disperindag NTB, Bahas Tiga Program Strategis
Lantik Pengurus Kwarcab, Bupati Lombok Timur Minta Pramuka Perkuat Karakter Generasi Muda
Bupati Lombok Timur Serahkan Bantuan Rp 2 Juta ke Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:52 WITA

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:32 WITA

Masih Kekurangan Dokter Spesialis, Faskes di Lotim Belum Dapat Akomodir Nakes Baru Lulusan Perguruan Tinggi 

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:55 WITA

Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya Belum Dapat Kejelasan, Bantuan Stimulan Tak Tepat Sasaran

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:16 WITA

Jurnalis Warga Kampanyekan Irigasi Tetes di Lahan Kering Lombok Timur

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:36 WITA

Bupati Lotim Terima Audiensi Bulog dan Disperindag NTB, Bahas Tiga Program Strategis

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:26 WITA

Lantik Pengurus Kwarcab, Bupati Lombok Timur Minta Pramuka Perkuat Karakter Generasi Muda

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:04 WITA

Bupati Lombok Timur Serahkan Bantuan Rp 2 Juta ke Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya

Senin, 4 Mei 2026 - 19:06 WITA

PT Energi Selaparang Targetkan 100 Persen Dapur MBG Lotim Gunakan Air Mineral BPOM, Libatkan Koperasi Merah Putih

Berita Terbaru

​Warga menunjukkan titik lokasi hilangnya seorang anak kepada anggota Polres Lombok Timur di Bendungan Pandandure, Kamis sore 7 Mei 2026. Insiden ini kembali memicu kewaspadaan warga di sekitar bendungan. (Foto: Lombokini.com/Humas Polres Lotim).

Lombok Timur

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:52 WITA