Serunya Mahasiswa UNIQHBA Belajar Penyutradaraan, Dialog Jadi Bernyawa

Sabtu, 20 September 2025 - 15:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hari Bahagia Ajarkan Teknik Penyutradaraan ke 57 Mahasiswa Baru UNIQHBA, Sabtu 20 September 2025. (Foto: Lombokini.com).

Hari Bahagia Ajarkan Teknik Penyutradaraan ke 57 Mahasiswa Baru UNIQHBA, Sabtu 20 September 2025. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Mimbar Universitas Qamarul Huda Badaruddin (UNIQHBA) Bagu Lombok Tengah menggelar workshop teater sebagai bagian dari penerimaan anggota baru. Sebanyak 57 mahasiswa tercatat mengikuti kegiatan yang digelar pada Sabtu pagi 20 September 2025.

Dalam kesempatan itu, Hari Bahagia, jurnalis sekaligus pegiat teater, membawakan materi penyutradaraan. Ia menekankan pentingnya menafsirkan dialog agar tidak sekadar jadi susunan kata.

“Dialog itu jiwa karakter. Kalau diucapkan dengan penghayatan, penonton bukan hanya mendengar, tapi juga ikut merasakan,” ujarnya.

Baca Juga :  IPM Lotim Naik Signifikan, Tokoh Pendidikan Sebut Kontribusi Dinas Dikbud

Sebagai latihan, para peserta diajak membuat dialog berbasis sajak Pelajaran Tatabahasa dan Mengarang karya Taufiq Ismail.

Dari sana, mahasiswa berlatih menyelami motivasi, aksi, dan reaksi dalam sebuah peran. “Penyutradaraan pada akhirnya adalah menjembatani teks dengan rasa,” tambah Hari.

Salah satu peserta, Putri, mengaku terkesan karena tidak hanya mendapat teori, tapi juga praktik langsung. “Jujur saya senang sekali. Ini pertama kali bisa praktik akting dan melafalkan dialog,” katanya bersemangat.

Ketua Teater Mimbar, Haerul Anam, menyebutkan, selain penyutradaraan, peserta juga diperkenalkan dasar-dasar tata artistik pemanggungan dan keaktoran. “Total 57 mahasiswa ikut, semua sangat antusias,” jelasnya.

Baca Juga :  Universitas Hamzanwadi Lepas 19 Mahasiswa Pariwisata Magang ke Jepang

Ke depan, Teater Mimbar sudah menyiapkan program seperti lomba mendongeng, stand up comedy, hingga musikalisasi puisi bagi pelajar SMP/MTs.

“Kami juga menyiapkan festival seni bewaran, begoloh, dan musikalisasi puisi,” ungkap Anam.

Sebelumnya, pada Juni 2025 lalu, Teater Mimbar sempat menggelar pentas keliling kampung dengan tema bahayanya Merariq Kodeq atau menikah di usia dini.

Pementasan itu dilaksanakan bersama pemerintah desa, menyesuaikan isu yang sedang berkembang di masyarakat setempat.***

Penulis : Hari Bahagia

Berita Terkait

990 Santri Syaikh Zainuddin NW Anjani Ikuti Wisuda Ala Perguruan Tinggi
Universitas Hamzanwadi Lepas 19 Mahasiswa Pariwisata Magang ke Jepang
IPM Lotim Naik Signifikan, Tokoh Pendidikan Sebut Kontribusi Dinas Dikbud
Tokoh Pendidikan Pertanyakan Arah Kebijakan Strategis Pendidikan Lombok Timur
IAI Al-Manan NU Lombok Timur Jalin MoU dengan ASTEEC, Bahas Peran AI dan Penguatan Karir
Evaluasi Satu Dekade SDGs, Mahasiswa UMY Ajak Inovator Dunia Bertanding di KPM Competition 2026
Himmah Teknik Gelar RAWIT 2026, Luncurkan Website dan Bedah Buku
Usut Korupsi DAK 2023, Jaksa Panggil Mantan Kadisbud NTB

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:21 WITA

Di Balik Narasi Akselerasi: Menguji Klaim Keadilan Pertumbuhan di Lombok Timur

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:31 WITA

Swasembada Pangan di Era Presiden Prabowo: Apakah Sudah Tercapai? 

Rabu, 22 April 2026 - 10:52 WITA

Swasembada Pangan di Lombok Timur: Apakah Sudah Tercapai?

Kamis, 16 April 2026 - 20:14 WITA

Merintih dari Tanah: Catatan H Rachmat Hidayat Tentang Pangan, Rakyat, dan Masa Depan

Jumat, 10 April 2026 - 12:55 WITA

Urgensi Muktamar Ke-35 NU di Lombok

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:17 WITA

Perampingan Birokrasi NTB: Jalan Senyap Menuju Pemerintahan yang Lebih Substantif

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:18 WITA

Watak Jahat Mengurus Kebudayaan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:52 WITA

Program ‘Ngopi’ di UIN Mataram: Ilmuwan Populis atau Ilmuwan Publik

Berita Terbaru

​Warga menunjukkan titik lokasi hilangnya seorang anak kepada anggota Polres Lombok Timur di Bendungan Pandandure, Kamis sore 7 Mei 2026. Insiden ini kembali memicu kewaspadaan warga di sekitar bendungan. (Foto: Lombokini.com/Humas Polres Lotim).

Lombok Timur

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:52 WITA