Sasak Integrity Watch Kecam Rekrutmen SPPI: Proses Tidak Transparan, Ada Indikasi Kecurangan

Rabu, 9 April 2025 - 19:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sasak Integrity Watch Kecam Rekrutmen SPPI: Proses Tidak Transparan, Ada Indikasi Kecurangan. (Foto: Lombokini.com).

Sasak Integrity Watch Kecam Rekrutmen SPPI: Proses Tidak Transparan, Ada Indikasi Kecurangan. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Koordinator Nasional Sasak Integrity Watch (SIW), Syamsuddin, mengecam proses rekrutmen Program Sekolah Penggerak Peningkatan Intervensi Gizi (SPPI) yang tidak transparan dan berindikasi ketidakprofesionalan.

SIW menerima pengaduan dari peserta berinisial “E” yang mengalami perubahan status kelulusan secara sepihak. Panitia pusat sebelumnya mengumumkan kelulusannya melalui email dan website resmi.

Namun, pada 9 April 2025, peserta tiba-tiba menerima pesan WhatsApp dari seorang KSD bernama K. Rois yang memintanya “melupakan SPPI dan move on”.

Baca Juga :  Warga Aikmel Timur Hajar Pencuri Motor, Polisi Tembak Gas Air Mata

Tak hanya itu, panitia mengirimkan email pembatalan dari alamat pribadi (bukan domain resmi), dengan alasan peserta gagal karena tidak bergabung ke grup WhatsApp suatu syarat yang tidak tercantum dalam ketentuan awal.

Lebih mengejutkan, SIW menemukan peserta dengan kondisi buta warna dan rabun jauh justru dinyatakan lulus melalui email pribadi KSD Rois. Temuan ini semakin menguatkan dugaan manipulasi dalam seleksi.

Baca Juga :  Warga Aikmel Timur Hajar Pencuri Motor, Polisi Tembak Gas Air Mata

“Program SPPI harus mencetak SDM unggul di bidang gizi. Jika proses rekrutmennya cacat, hasilnya pun akan bermasalah. Kami mendesak evaluasi total dan investigasi menyeluruh,” tegas Syamsuddin, yang akrab disapa Bung Syam.

SIW mendesak Kementerian terkait dan lembaga pengawasan segera menindaklanjuti, membatalkan proses yang bermasalah, serta memulihkan integritas program dan kepercayaan publik. ***

Penulis : Ruby Rabbani

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Warga Aikmel Timur Hajar Pencuri Motor, Polisi Tembak Gas Air Mata
Nursalim Sebut Ada Perintah ‘Gubernur Iqbal’ di Balik Munculnya Kasus Gratifikasi Dana Siluman DPRD NTB
Agen BRILink Sekaligus Pendamping PKH di Lombok Timur Diduga Intimidasi KPM demi Keuntungan Pribadi
Perampok Aniaya Dua Warga Jerowaru saat Gagal Curi Kerbau
S Bantah Gelapkan Rp 1,05 Miliar Dana Pembangunan Dapur MBG di Selong, Lombok Timur
Polisi Tetapkan F alias MS sebagai Tersangka Penganiayaan di Bagik Nyaka Santri
Polres Lombok Timur Selidiki Dugaan Penipuan Pengadaan Dapur MBG Rp Rp 1,05 Miliar
Imigrasi Lombok Timur Deportasi dan Cekal WNA Selandia Baru Pembuat Onar di Gili Trawangan

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:52 WITA

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:32 WITA

Masih Kekurangan Dokter Spesialis, Faskes di Lotim Belum Dapat Akomodir Nakes Baru Lulusan Perguruan Tinggi 

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:55 WITA

Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya Belum Dapat Kejelasan, Bantuan Stimulan Tak Tepat Sasaran

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:16 WITA

Jurnalis Warga Kampanyekan Irigasi Tetes di Lahan Kering Lombok Timur

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:36 WITA

Bupati Lotim Terima Audiensi Bulog dan Disperindag NTB, Bahas Tiga Program Strategis

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:26 WITA

Lantik Pengurus Kwarcab, Bupati Lombok Timur Minta Pramuka Perkuat Karakter Generasi Muda

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:04 WITA

Bupati Lombok Timur Serahkan Bantuan Rp 2 Juta ke Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya

Senin, 4 Mei 2026 - 19:06 WITA

PT Energi Selaparang Targetkan 100 Persen Dapur MBG Lotim Gunakan Air Mineral BPOM, Libatkan Koperasi Merah Putih

Berita Terbaru

​Warga menunjukkan titik lokasi hilangnya seorang anak kepada anggota Polres Lombok Timur di Bendungan Pandandure, Kamis sore 7 Mei 2026. Insiden ini kembali memicu kewaspadaan warga di sekitar bendungan. (Foto: Lombokini.com/Humas Polres Lotim).

Lombok Timur

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:52 WITA