Ruslan-Normal Tawarkan Ide dan Gagasan Demi Kemajuan Lombok Tengah

Kamis, 29 Agustus 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ruslan-Normal Tawarkan Ide dan Gagasan Demi Kemajuan Lombok Tengah. (Foto: Lombokini.com).

Ruslan-Normal Tawarkan Ide dan Gagasan Demi Kemajuan Lombok Tengah. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah Ruslan Turmudzi-Lalu Normal Suzana resmi mendaftar ke KPU setempat untuk Pilkada 2024, pada Kamis 29 Agustus 2024.

Ruslan Turmudzi mengatakan pihaknya maju pada Pilkada tahun ini lantaran ingin melakukan perubahan untuk perbaikan Lombok Tengah.

Ruslan menilai Lombok Tengah dengan potensi yang cukup besar seharusnya tidak kalah dengan kabupaten/kota lain di NTB.

Dia menyebut Lombok Tengah dipercaya menjadi objek vital dengan adanya bandara internasional, KEK Mandalika, dan sejumlah tempat wisata menarik lainnya.

“Dari sisi PAD ini anomali. Kenapa Lombok Tengah seperti ini. Itu yang memotivasi kami maju. Kami ingin punya kewenangan untuk memberi kontribusi,” kata Ruslan saat konferensi pers di KPU Lombok Tengah, Kamis 29 Agustus 2024.

Baca Juga :  PDIP NTB Bulat Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Berujung Sanksi

Pernah menjabat sebagai anggota DPRD NTB lima periode membuat Ruslan paham betul kondisi semua kabupaten/kota di NTB. Hal itu menjadi modal kuat bagi Ruslan membenahi Lombok Tengah.

“Saya dengan Pak Normal ini perpaduan politisi dan birokrasi. Kami paket komplit dalam pemerintahan. Kami paham bagaimana meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Pasangan dengan tagline “Melalui Jalan Lurus Lombok Tengah Kembali Normal” itu mengaku sudah siap dari segala hal. Baik itu strategi maupun modal.

“Namun, untuk menjadi pemimpin tidak cukup dengan itu saja, tapi juga melihat figur dan ide serta gagasan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ruslan mengaku siap memberikan ide dan gagasan menarik demi kemajuan kesejahteraan masyarakat Lombok Tengah.

Baca Juga :  Rachmat Pastikan PDI Perjuangan Berhentikan Musyafirin dari Keanggotaan

“Kami ada program satu desa satu miliar. Ini realistis apabila PAD dioptimalkan,” sambungnya.

Menurut Ruslan, pemerintah harus meningkatkan BPHTB. Faktanya , saat ini harga tanah mahal. Dalam satu are bisa mencapai Rp 50 juta sampai Rp 150 juta.

“Penerimaan kita sekarang ini, kan, kecil. Padahal, belum lagi potensi pariwisata, pajak hotel dan restoran. Saya melihat hari ini kita tidak punya database sehingga dipermainkan,” bebernya.

Untuk diketahui pasangan Ruslan-Normal diusung empat partai politik. Di antara PPP dengam enam kursi, PDIP satu kursi, Perindo dua kursi, dan Gelora satu kursi.***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PDIP NTB Bulat Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Berujung Sanksi
Gema Akhmad Muzakir Bersilaturahmi dengan SBY dan Petinggi Demokrat
Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai
Rachmat Pastikan PDI Perjuangan Berhentikan Musyafirin dari Keanggotaan
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Mahfud Yakin Prabowo Maju Lagi dan Menang di Pilpres 2029

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:17 WITA

PDIP NTB Bulat Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Berujung Sanksi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:14 WITA

Gema Akhmad Muzakir Bersilaturahmi dengan SBY dan Petinggi Demokrat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:42 WITA

Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:50 WITA

Rachmat Pastikan PDI Perjuangan Berhentikan Musyafirin dari Keanggotaan

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Berita Terbaru

Dr. Maharani, peneliti Lombok Research Center (LRC), memaparkan materi tentang penguatan kapasitas pemerintah desa dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Seco Cafe, PTC Pancor, Lombok Timur, Selasa (20/10/2026). (Foto: Lombokini.com)

Opini

Ketika Suhu Naik, Orang Miskin Membayar Harga Termahal

Rabu, 21 Okt 2026 - 08:44 WITA