Komisi IV DPRD Soroti ‘Darurat Data’ Infrastruktur, Anggaran Lombok Timur Terancam Meleset

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi IV DPRD Lombok Timur menggelar rapat kerja percepatan proyek dan laporan realisasi anggaran fisik triwulan I dan II Tahun Anggaran 2026, Rabu 17 Juni 2026. (Foto: Lombokini.com).

Komisi IV DPRD Lombok Timur menggelar rapat kerja percepatan proyek dan laporan realisasi anggaran fisik triwulan I dan II Tahun Anggaran 2026, Rabu 17 Juni 2026. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur menyoroti lemahnya kualitas pendataan infrastruktur daerah. Dalam rapat kerja percepatan proyek dan laporan realisasi anggaran fisik triwulan I dan II Tahun Anggaran 2026, DPRD menilai kondisi itu menjadi hambatan utama perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.

Ketua Komisi IV DPRD Lombok Timur, H Lalu Hasan Rahman, meminta pemerintah daerah mempercepat pembahasan dokumen anggaran sesuai jadwal dan ketentuan perundang-undangan. Menurutnya, keterlambatan pembahasan KUA-PPAS maupun APBD berpotensi mengganggu pelaksanaan program pembangunan.

Hasan Rahman menegaskan persoalan lebih mendasar terletak pada kualitas data yang menjadi dasar kebijakan. Ia menilai target pertumbuhan daerah yang tidak sesuai proyeksi awal seharusnya menjadi bahan evaluasi validitas dan kelengkapan data pemerintah.

“Target pertumbuhan yang tidak sesuai prediksi harus diikuti dengan data-data yang berkualitas. Kalau datanya lemah, tentu perencanaannya juga berisiko tidak tepat,” ujarnya dalam rapat kerja tersebut, Rabu 17 Juni 2016.

Rapat kerja itu juga mengungkap belum adanya basis data memadai terkait kondisi infrastruktur, mulai dari jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, hingga sarana kesehatan. Akibatnya, asumsi dan klaim subjektif masih rentan memengaruhi penentuan prioritas pembangunan dan rehabilitasi.

Baca Juga :  Bapenda Lotim Genjot Dua Sektor Pajak Daerah yang Belum Tergarap Maksimal

Karena itu, Hasan Rahman menekankan pembangunan tidak cukup berorientasi pada penyelesaian fisik proyek. Pemerintah juga perlu memiliki instrumen untuk mengukur dampak pembangunan terhadap masyarakat.

“Kalau datanya lengkap, kita bisa evaluasi. Tidak hanya membangun, tetapi juga melihat apakah manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat atau tidak. Jangan sampai alokasi anggaran salah sasaran,” katanya.

Klaim Kerusakan Jalan Tanpa Data Picu Subjektivitas

Bahkan, Hasan Rahman menyebut Lombok Timur menghadapi kondisi “darurat data” di sektor infrastruktur. Salah satu indikasinya, pemerintah belum memiliki data akurat mengenai tingkat kerusakan jalan di berbagai wilayah.

Dalam rapat tersebut, sejumlah anggota DPRD mengklaim jalan di daerah pemilihannya mengalami kerusakan paling parah. Namun, Hasan Rahman meminta pemerintah memverifikasi klaim semacam itu melalui pendataan objektif agar tidak memicu persaingan kepentingan antarwilayah.

Baca Juga :  Pemkab, DPRD, dan FKKD Sepakati Pilkades Serentak Lombok Timur Digelar 27 Januari 2027

“Kalau tidak ada data, semua merasa jalannya yang paling rusak. Padahal yang harus berbicara adalah data, bukan persepsi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pemerintah seharusnya merancang kualitas jalan berdasarkan karakteristik penggunaannya. Jalan yang setiap hari dilalui kendaraan berat seperti truk bertonase di atas delapan ton memerlukan spesifikasi berbeda dibandingkan jalan kawasan pariwisata atau permukiman.

Dengan basis data memadai, pemerintah daerah akan lebih mudah menentukan prioritas pembangunan, mulai dari infrastruktur transportasi, fasilitas kesehatan, hingga sarana pendidikan.

Selain itu, pemerintah juga dapat mengukur dampak pembangunan terhadap sektor ekonomi, kesehatan, dan pendidikan secara lebih akurat.

Soroti Pelaporan Keuangan yang Tak Rutin

Komisi IV juga menyoroti aspek akuntabilitas pelaporan keuangan daerah. DPRD menilai pemerintah semestinya menyampaikan laporan keuangan kepada legislatif setiap semester sebagai bagian mekanisme pengawasan. Namun, DPRD menilai pelaporan tersebut belum berjalan sebagaimana mestinya.

“Laporan keuangan mestinya disampaikan per semester kepada DPRD. Ini juga menjadi catatan yang perlu dievaluasi bersama,” pungkasnya. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Perputaran Uang Capai Ratusan Miliar, Program MBG di Lombok Timur Soroti Akuntabilitas
Sasar TNI-Polri Jadi Muzaki, Baznas Lombok Timur Siap Bentuk UPZ di Polres dan Kodim
80 Tahun Mengabdi, Polres Lombok Timur Komit Kedepankan Sisi Humanis dan Pelayanan Rakyat
Gandeng UMJ, Pemkab Lotim Matangkan Aplikasi EWS ‘Gumi Sasak’ Berbasis Kearifan Lokal
Sampaikan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 ke DPRD, Bupati Lotim Paparkan Realisasi Pendapatan 101 Persen
Soroti Sengkarut Lotim, PMII: Guru Honorer Digaji Murah, Tambang Ilegal Malah Dipelihara
Melalui ‘Polantas Menyapa’, Polantas Lotim Pilih Edukasi Santai dan Ngopi Bareng Bina Klub Motor
Miris! Kepatuhan Berkendara di Lombok Timur di Bawah 50 Persen, Polantas: Biaya Operasi Kepala Rp 200 Juta, Helm Cuma Rp 150 Ribu

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:53 WITA

PW Pemuda NW NTB Gelar Diskusi dan Bakti Sosial ‘Desa Berdaya’ di Sembalun

Senin, 29 Juni 2026 - 23:32 WITA

Perkuat Pengamanan KEK Mandalika, Gubernur NTB dan Danjen Kopassus Lepas Konvoi Taktis

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:40 WITA

Daftar Mutasi Polda NTB: 13 Kapolres hingga Pejabat Utama Dirotasi Kapolri

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:55 WITA

Tim Gabungan Amankan Pria Pengaku TNI Usai Aniaya Mahasiswi di Lombok Timur

Senin, 22 Juni 2026 - 18:57 WITA

Pembobolan Alfamart Lendang Bedurik: Manajemen Taksir Kerugian Hingga Rp40 Juta

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:42 WITA

Gubernur NTB dan Wakil BPS RI Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Imbau Masyarakat Berikan Data Akurat

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:39 WITA

Pria Paruh Baya di Pringgasela Tewas Disayat Tetangga Menggunakan Sabit

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:01 WITA

Warga Suryawangi Tutup Paksa Tambang Galian C Ilegal

Berita Terbaru