Protes Pedagang Taman Rinjani Selong: Pemkab Lombok Timur Dinilai Arogan dalam Penertiban PKL

Minggu, 9 Maret 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Protes Pedagang Taman Rinjani Selong: Pemkab Lombok Timur Dinilai Arogan dalam Penertiban PKL.

Protes Pedagang Taman Rinjani Selong: Pemkab Lombok Timur Dinilai Arogan dalam Penertiban PKL.

LOMBOKINI.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) menertibkan puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di pinggir Taman Rinjani, Kota Selong.

Salah seorang pedagang, Junaidi, mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap cara penertiban yang dilakukan. “Saya menerima keputusan ini, tapi cara penertibannya jangan terlalu arogan. Mereka hanya melakukan sosialisasi sekali, lalu langsung membongkar. Tidak seharusnya seperti itu,” ujarnya pada Ahad, 9 Maret 2025.

Dia menambahkan bahwa pemerintah meminta para pedagang di sebelah barat taman untuk pindah tanpa menyiapkan lapak baru.

Baca Juga :  Gempa M5,2 Mengguncang Lombok Barat, Terasa hingga Denpasar, BMKG Ungkap Sumbernya

“Kami masih diizinkan berjualan sementara, tapi setelah puasa nanti, kami harus pindah,” jelasnya.

Kasatpol PP Lombok Timur, Slamet Alimin, menegaskan bahwa aktivitas para pedagang di pinggir taman sangat mengganggu dan membuat pemandangan taman terlihat kumuh.

“Kami tidak melarang mereka berjualan, tapi kami akan merelokasi mereka ke tempat yang lebih baik agar mereka bisa berjualan dengan aman dan nyaman. Kami sedang memikirkan lokasi yang tepat untuk memindahkan mereka,” tegasnya.

Sebelumnya, pihaknya sudah mengimbau para pedagang untuk mengosongkan lokasi tersebut. Namun, karena pedagang tidak mengindahkan imbauan itu, mereka terpaksa melakukan pembongkaran.

Baca Juga :  Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lotim, H. Supardi, menambahkan bahwa para pedagang juga menyebabkan saluran irigasi di samping taman terganggu.

“Mereka menutup semua drainase dengan bambu untuk membuat lapak, sehingga saluran tidak bisa dibersihkan,” kata Supardi.

“Bagi yang belum memiliki tempat, kami akan mencarikan tempat terlebih dahulu. Sementara yang sudah punya tempat, kami minta mereka pindah ke lokasi yang sudah disediakan,” katanya.***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ADBMI dan AWO International Gelar Lokakarya Rencana Kerja Strategis BUMDes
Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Wartawan Lombok Timur Studi Komparasi Peran Media di DPRD DKI Jakarta
Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun
Diskusi Publik Soroti Renovasi Masjid Agung Selong Rp 50 Miliar: Antara Prioritas dan Kemiskinan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:33 WITA

ADBMI dan AWO International Gelar Lokakarya Rencana Kerja Strategis BUMDes

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:03 WITA

DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:01 WITA

Wartawan Lombok Timur Studi Komparasi Peran Media di DPRD DKI Jakarta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:21 WITA

Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA