Produksi Beras di Lombok Timur Turun 5,18 Persen

Rabu, 18 Maret 2026 - 08:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang petani sedang memanen padi di sawah Lombok Timur. (Foto: Lombokini.com).

Seorang petani sedang memanen padi di sawah Lombok Timur. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Pengamat kebijakan publik, Ir. Lalu Muh. Kabul, M.AP, mengungkapkan bahwa produksi beras di Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Berdasarkan data produksi padi yang dirilis BPS NTB pada 2 Februari 2026, produksi beras di Lombok Timur turun dari 144.832 ton pada tahun 2024 menjadi 137.327 ton pada tahun 2025. Artinya, terjadi penurunan sebesar 7.505 ton atau 5,18 persen,” jelas Lalu Muh. Kabul, Rabu 18 Maret 2026.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penurunan produksi beras tersebut berkaitan dengan berkurangnya luas panen. Luas panen padi menurun dari 47.390 hektar pada tahun 2024 menjadi 45.202 hektar pada tahun 2025, atau turun 2.188 hektar (4,62 persen).

Baca Juga :  Perputaran Uang Capai Ratusan Miliar, Program MBG di Lombok Timur Soroti Akuntabilitas

Untuk mengetahui dampak penurunan produksi terhadap ketahanan pangan penduduk, Kabul merujuk pada Indeks Ketahanan Pangan (IKP) yang diterbitkan Badan Pangan Nasional tahun 2025. IKP merupakan indeks komposit dari tiga aspek: ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan.

“IKP Lombok Timur mengalami penurunan dari 76,56 pada tahun 2024 menjadi 70,36 pada tahun 2025,” ungkapnya. Meski demikian, nilai tersebut masih berada dalam rentang 69,53 hingga 77,35 yang dikategorikan Badan Pangan Nasional sebagai tahan pangan.

“Penurunan IKP itu tidak sampai mengganggu ketahanan pangan di Lombok Timur,” papar Kabul.

Di sisi lain, ia menyoroti perlunya riset untuk mengukur dampak penurunan produksi beras terhadap tingkat swasembada pangan. Riset itu penting untuk mengetahui apakah kondisi pangan (beras) di Lombok Timur surplus atau defisit. Surplus berarti swasembada tercapai, sementara defisit menandakan swasembada belum berhasil.

Baca Juga :  KPK Geledah Rumah Kontraktor di Lombok Timur Terkait OTT Bupati Lombok Barat, Pemilik Rumah Buka Suara

Lebih jauh, Kabul menegaskan bahwa Indeks Ketahanan Pangan dan tingkat swasembada pangan adalah dua konsep berbeda. Swasembada pangan hanya mengacu pada ketersediaan pangan dari produksi sendiri untuk memenuhi kebutuhan penduduk. Sementara ketahanan pangan mencakup aspek ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan.

“Tingkat swasembada pangan tidak dicantumkan sebagai indikator kinerja dalam RPJMD Lombok Timur 2025-2029. Yang tercantum hanya Indeks Ketahanan Pangan,” pungkasnya. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

BPBD NTB dan Lombok Timur Uji Ketangguhan Desa dengan SIK SIAGA
Bapenda Lombok Timur Luruskan Redaksi SPPT PBB: Rumah Wajib Pajak Tidak Akan Disita
KPK Pantau Implementasi Desa Antikorupsi di Lombok Timur
KPK Geledah Rumah Kontraktor di Lombok Timur Terkait OTT Bupati Lombok Barat, Pemilik Rumah Buka Suara
Kapolres Lotim AKBP Ariakta Awali Masa Jabatan dengan Silaturahmi ke PBNW dan PB NWDI
Bupati Lotim Lepas Dandim dan Kapolres Lama, Sambut Pejabat Baru
BAZNAS Lotim Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan Syariah Soal Zakat DPRD
Target PAD 2026, Pemkab Lombok Timur Gali Potensi Pajak dan Retribusi Daerah

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:58 WITA

JAMNAS V BPAN Mengumpulkan Pemuda Adat Se-Nusantara di Desa Perigi: Desak DPR RI Segera Sahkan RUU Masyarakat Adat

Senin, 29 Juni 2026 - 06:56 WITA

Ratusan Pemuda Adat Nusantara dari Berbagai Wilayah Melebur dalam Sakralnya Tradisi Tetulaq Desa di Desa Perigi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:17 WITA

Lombok Timur Jadi Tuan Rumah Jambore Nasional V BPAN, Ratusan Peserta Siap Berkumpul di Wilayah Adat Perigi dan Limbungan

Senin, 22 Juni 2026 - 20:56 WITA

Dukung Revitalisasi Keraton, TSB dan Kemenbud Sinergi Lindungi Cagar Budaya Nasional

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:17 WITA

KKN IAI Hamzanwadi Kunjungi Museum Genggelang, Telusuri Narasi Sejarah yang Terlupakan

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:25 WITA

Perang Topat Bukan Toleransi

Senin, 1 Desember 2025 - 23:32 WITA

Para Budayawan Sepakati Pembentukan Dewan Kebudayaan di Tiap Daerah

Sabtu, 15 November 2025 - 15:57 WITA

Wabup Edwin Serahkan Santunan dan Dokumen pada Puncak Pesona Budaya Pengadangan

Berita Terbaru

PT Amman Mineral International Tbk mengoperasikan smelter peleburan bijih tambang di Maluk, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. (Foto: Lombokini.com/Amman.co.id).

Opini

Beroperasinya Smelter PT. AMMAN: Renegoisasi Royalti 

Jumat, 31 Jul 2026 - 07:46 WITA

BPBD NTB bersama BPBD Lombok Timur memfasilitasi desa sasaran mengikuti Penilaian Ketangguhan Desa berbasis SIK SIAGA di Aula BPBD Lombok Timur, Kamis 30 Juli 2026. (Foto: Lombokini.com)

Lombok Timur

BPBD NTB dan Lombok Timur Uji Ketangguhan Desa dengan SIK SIAGA

Kamis, 30 Jul 2026 - 21:14 WITA