Peselancar China Peringatkan Ancaman Kepadatan Pengunjung di Teluk Ekas

Rabu, 13 Agustus 2025 - 14:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fanfan, Peselancar China Peringatkan Ancaman Kepadatan Pengunjung di Teluk Ekas. (Foto: Lombokini.com).

Fanfan, Peselancar China Peringatkan Ancaman Kepadatan Pengunjung di Teluk Ekas. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Teluk Ekas di Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), memikat peselancar global dengan ombak berlapis dan panorama eksotis. Namun, kepadatan pengunjung mengancam keindahan dan keselamatan spot selancar yang diakui setara Hawaii ini.

Peselancar dari berbagai tingkatan, pemula hingga profesional, mengakui ombak Ekas sangat ramah. Fanfan, peselancar asal China yang telah menjelajahi 12 negara, menyamakan sensasi Ekas dengan Hawaii, Amerika Serikat. Ia mengaku jatuh hati pada ketenangan dan kealamian Ekas.

“Ekas menawarkan suasana lebih tenang dan alami. Hanya Ekas yang membuat saya jatuh hati,” ujar Fanfan kepada awak media Rabu 13 Agustus 2025. Ia memuji momen ketika ombak bergelombang serempak membentuk lintasan sempurna, didukung langit biru dan air jernih.

Baca Juga :  Kabut Tebal Tunda Evakuasi Helikopter Pendaki Malaysia Cedera Tulang Belakang di Rinjani

“Di sini, saya merasa seperti di dunia lain. Bahkan, saya berencana menetap lebih lama,” tambahnya.

Namun, Fanfan memperingatkan ancaman serius: kepadatan pengunjung. Ia menceritakan satu spot kecil pernah memadati 11 kapal dengan 100 orang.

“Satu ombak idealnya cukup untuk dua orang. Pernah suatu hari, saya tertabrak pemula sampai kepala terluka dan dijahit enam jahitan!” tegasnya.

Menurutnya, bahaya utama berasal dari rebutan spot yang memicu intimidasi hingga kekerasan. Fanfan juga menyoroti lemahnya regulasi: “Spot ini milik desa, tapi pemerintah belum menetapkan aturan kunjungan yang jelas!” protesnya, merujuk pada absennya aturan ketat untuk kapal rute Awang-Ekas.

Baca Juga :  Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun

Ia berharap semua pihak menjaga keindahan Ekas. “Saya selalu kembali setiap tahun… karena orang-orangnya ramah dan tidak saling serobot. Rasanya, Ekas seperti surga nyata,” pungkas Fanfan.

Menanggapi hal ini, Staf Khusus Pariwisata Lombok Timur Ahmad Roji menegaskan Pemda telah menerbitkan aturan pembatasan.

“Saat ini, kami membatasi maksimal empat kapal per jam dengan tujuh penumpang. Penumpukan kapal jelas merusak kenyamanan dan aturan ini harus semua pihak taati!” tegasnya.

Aturan tersebut bertujuan melindungi spot selancar sekaligus menjaga keamanan pengunjung. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun
Kabut Tebal Tunda Evakuasi Helikopter Pendaki Malaysia Cedera Tulang Belakang di Rinjani
Ratusan Nelayan Lombok Timur Demo Tuntut Kuota BBM Subsidi
Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan
Bupati Lombok Timur Serahkan Bantuan Rp 2 Juta ke Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya
Kebakaran Hanguskan Gudang Bahan Bangunan MAN IC Lombok Timur
Satpam Terbatas, Tembok Rendah, CCTV Nihil: Warga Kritik Keras Pengembang Griya Pesona Alam
Api Ludeskan 9.500 DOC dan Kandang Ayam di Suralaga

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:13 WITA

Polri Luncurkan SIM Digital, Pengendara Cukup Tunjukkan di Ponsel

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:50 WITA

Kemendikdasmen Tegaskan Guru Non-ASN Tetap Boleh Mengajar di Sekolah Negeri

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:35 WITA

SMSI dan ABPEDNAS Jajaki Kolaborasi Nasional Perkuat Tata Kelola Desa

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:53 WITA

Cadangan Beras RI Tembus Rekor 5,37 Juta Ton, Wamentan: Tertinggi dalam Sejarah

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:01 WITA

Mulai 2027, Bahasa Inggris Menjadi Mata Pelajaran Wajib Bagi Siswa SD

Senin, 4 Mei 2026 - 23:30 WITA

Zulhas: Koperasi Merah Putih Menjadi Offtaker, Agen Pupuk Bersubsidi dan Penyalur Gas 3 Kg

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:12 WITA

Prabowo Keluarkan Keppres Satgas PHK untuk Lindungi Buruh

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:31 WITA

Prabowo Buka Baju dan Peluk Buruh Usai Pidato May Day di Monas

Berita Terbaru