LOMBOKINI.com – Pimpinan Daerah Pemuda Nahdlatul Wathan (NW) Lombok Timur menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XI pada Ahad, 7 September 2025. Acara berlangsung di Kantin Inspirasi Anjani, Lombok Timur.
Musda ini mengusung tema “Menguatkan Spirit Juang Pemuda untuk Kemandirian dan Kemajuan Organisasi”.
Para pengurus merancang tema khusus ini untuk menjawab tantangan zaman sekaligus mendorong Pemuda NW agar konsisten menjadi motor perubahan di masyarakat.
Ketua Panitia Musda XI, Khairul Fatihin, menekankan pentingnya merawat “spirit juang” yang diwariskan oleh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Ia menegaskan bahwa perjuangan pemuda harus terwujud dalam tindakan nyata.
“Kita harus merawat spirit juang ini sebagai energi besar. Oleh karena itu, Pemuda NW harus menjadi motor penggerak, tidak mudah menyerah, siap berkorban, dan selalu optimis,” tegas Khairul Fatihin dalam laporannya.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memberikan apresiasi tinggi atas peran Pemuda NW. Mewakili Bupati Lombok Timur, Kepala Bakesbangpoldagri Mustofa, menegaskan bahwa pemuda merupakan agen perubahan.
“Pemuda NW nyatanya memegang peran sangat vital dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Lombok Timur,” ungkap Mustofa.
Sekretaris Wilayah Pemuda NW M. Jamaludin menegaskan bahwa Musda merupakan ruang demokrasi untuk adu gagasan dan kepemimpinan.
“Setelah musda ini, kita harus berhimpun kembali. Pasalnya, tujuan kita tetap sama: menjaga marwah organisasi dan menguatkan peran Pemuda NW bagi masyarakat,” tegasnya.
Para peserta Musda secara aktif mengevaluasi program kerja sebelumnya, merumuskan strategi baru, dan memilih kepemimpinan yang lebih solid.
Sepanjang acara, mereka menunjukkan antusiasme tinggi dan melakukan diskusi hangat dalam bingkai ukhuwah.
Sebagai penutup, seluruh peserta bersama-sama menutup rangkaian acara dengan pekik takbir “Allahu Akbar!” yang menyimbolkan semangat juang yang tak pernah padam.
Dengan terselenggaranya Musda XI, seluruh pihak berharap lahir kepemimpinan baru yang amanah dan gerakan kepemudaan yang lebih progresif untuk menjaga marwah Nahdlatul Wathan. ***
Editor : Najamudin Anaji







