Pemkab Lotim Batalkan Rencana Pembangunan SMA Garuda Taruna Nusantara di Kebun Raya Lemor

Selasa, 7 Oktober 2025 - 23:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Lotim Batalkan Rencana Pembangunan SMA Garuda Taruna Nusantara di Kebun Raya Lemor. (Foto: Lombokini.com).

Pemkab Lotim Batalkan Rencana Pembangunan SMA Garuda Taruna Nusantara di Kebun Raya Lemor. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.comPemerintah Kabupaten Lombok Timur membatalkan rencana pembangunan SMA Unggulan Garuda Taruna Nusantara di Kebun Raya Lemor, Desa Suela.

Penolakan keras dari masyarakat dan mahasiswa memaksa pemkab mencari lokasi alternatif di kawasan Menanga Baris, Kecamatan Pringgabaya.

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, mengakui bahwa masukan dari tokoh masyarakat dan aksi mahasiswa mempengaruhi keputusan ini.

“Kami mendengarkan aspirasi masyarakat dan memutuskan membatalkan proyek di Kebun Raya Lemor. Lahan ini sejak awal memang diperuntukkan sebagai kawasan konservasi,” tegas Bupati, Selasa 7 Oktober 2025.

Baca Juga :  Kabut Tebal Tunda Evakuasi Helikopter Pendaki Malaysia Cedera Tulang Belakang di Rinjani

Ia menjelaskan, pemkab kini mengalihkan lokasi pembangunan ke lahan seluas 30 hektar di Pringgabaya yang disediakan Pemerintah Provinsi NTB.

“Proses peralihan lahan saat ini masih berlangsung,” tambahnya.

Sebelumnya, Aliansi Gumi Patuh Karya yang terdiri dari mahasiswa dan pemuda Lombok Timur menyatakan penolakan keras mereka.

“Apapun skemanya, kami tetap menolak pembangunan di Kebun Raya Lemor,” tegas Azhar Pawadi, perwakilan aliansi, dalam audiensi dengan Komisi IV DPRD Lombok Timur, Jumat (26/9).

Baca Juga :  Hanya 6 dari 12 Armada Layak Operasi, Kadis Damkarmat Lotim Dorong Pengadaan Lewat Pokir Dewan

Azhar menegaskan bahwa penolakan mereka bukan terhadap pembangunan sekolah unggulan, tetapi terhadap lokasinya di kawasan konservasi.

Kebun Raya Lemor selama ini berfungsi sebagai area rekreasi, pendidikan, penelitian, dan konservasi dengan dua zonasi utama: kawasan hutan lindung (insitu) dan area konservasi (eksitu).

“Kami mendukung pendidikan, namun Pemkab harus mencari lokasi lain seperti di Pekosong, Pringgabaya,” pungkas Azhar. ***

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Meriah dan Bermakna, 1.448 Dulang Tembolak Beak Semarakkan Festival Muharram Lombok Timur
Dongkrak Sport Tourism dan Ekonomi, Bupati Lepas Ribuan Peserta Be-Rari Half Marathon
Bapenda Lotim Genjot Dua Sektor Pajak Daerah yang Belum Tergarap Maksimal
Gigaduka: Penderitaan Modern dari Akal Imitasi (AI)
Sastra Menjadi ‘Suaka’ di Tengah Absurditas Era Digitalisasi
Sukses Digelar, Bupati Lombok Timur Dorong Festival Peresean Kembang Kuning Diadakan 4 Kali Setahun
Tiga Pemenang Sayembara Desain Gedung MICE Lombok Timur Diumumkan, Hadiah Total Rp 325 Juta
Bupati Lotim Pastikan Mutasi Jabatan Kembali Digelar pada Juli 2026

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:50 WITA

Kafilah Lombok Timur Raih Prestasi Gemilang di MTQ NTB, Selaras dengan Semangat Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:55 WITA

Bangun Reputasi Lewat Integritas, Bung Heru Besarkan Seniman Hukum Law Firm di NTB

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:16 WITA

Gubernur NTB Rehabilitasi Lingkungan dan Apresiasi Perusahaan demi Perkuat Pembangunan Hijau

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:40 WITA

Tekan Inflasi, Pemprov NTB Gelar Pangan Murah di Lombok Barat

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:05 WITA

LSM Garuda: Kami Siap Jadi Cooling System dan Jembatan Komunikasi Masyarakat-Pemerintah

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:33 WITA

BPS NTB Buka Rekrutmen Mitra Sensus Ekonomi 2026 Secara Terbuka dan Berbasis Sistem

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:51 WITA

Menjelang Demo 2 Juni, GASAK NTB Ingatkan Aliansi PPS Soal Titik Vital

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:21 WITA

FITRA NTB Dorong Citizen Budget, APBD Tak Lagi Jadi Dokumen Gelap

Berita Terbaru